Kasmini bersama relawan lainnya menyerahkan secara simbolis paket cinta kasih.
“Hal yang paling menenteramkan batin manusia di dalam kehidupan adalah bila ketika ia memiliki kemampuan berapa pun, ia dengan segera bersumbangsih, memberi manfaat bagi orang banyak, dan menciptakan berkah bagi masyarakat.”
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)
Menyambut hari raya Idulfitri 1447 H, relawan Tzu Chi Pati menyerahkan 5.249 paket cinta kasih untuk warga di dua kecamatan yaitu Kecamatan Tayu dan Kecamatan Gabus, Pati, Jawa Tengah pada 11-14 Maret 2026. Setiap paket berisi beras 5 kg dan 20 bungkus mi instan DAAI. Bantuan ini juga sebagai upaya untuk meringankan beban warga pascabanjir Januari lalu.
Sebelum pembagian paket, relawan terlebih dahulu membagikan kupon secara door to door kepada warga. Pada Rabu (11/3/26), relawan menyusuri rumah-rumah warga di Kecamatan Tayu untuk membagikan kupon, memastikan bantuan dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Meski kehidupan warga sudah normal, namun bekas banjir masih tampak di beberapa tempat. Maklum, lokasinya tak jauh dari Sungai Tayu yang meluap. Di daerah ini banyak warga yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Proses pembagian kupon di wilayah ini relatif berjalan lancar berkat bantuan perangkat desa. Di Kecamatan Tayu, relawan membagikan 1.500 kupon untuk warga di 6 desa, merujuk data dari Dinas Sosial Kabupaten Pati.
Rukemi bersama Wintomo Tjandra, relawan Tzu Chi Pati dan Jakarta menyerahkan kupon kepada warga Desa Babalan, Kecamatan Gabus.
Suwarni Vimaladewi menyerahkan kupon kepada warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu. Survei dilakukan agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran.
Sehari setelahnya (12/3/26), relawan giliran menyambangi Kecamatan Gabus. Relawan yang banyak tinggal di Kecamatan Cluwak dan Gunungwungkal bersama-sama menuju Kecamatan Gabus sejak pukul 06.00 pagi. Perjalanan ditempuh 1 jam lebih. Di kecamatan ini, relawan membagikan 3,749 paket cinta kasih untuk warga di 11 desa. Mengingat jumlah kupon yang harus dibagikan lebih banyak dari Kecamatan Tayu, relawan berbagi tugas. Jumlah relawan juga disesuaikan dengan jumlah kupon yang akan dibagi ke masing-masing desa. Ditemani perangkat desa masing-masing, relawan segera meluncur ke lokasi pembagian. Dari masing-masing balai desa, relawan dibagi lagi ke beberapa RT agar proses pembagian kupon bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Sekitar pukul 17.00 WIB, seluruh proses pembagian kupon di Kecamatan Gabus selesai dilakukan.
Membagikan kupon dalam jumlah besar langsung dari rumah ke rumah menjadi pengalaman perdana bagi relawan Tzu Chi Pati. Demikian pula dengan kegiatan yang memakan waktu selama 4 hari berturut-turut. Terlebih banyak dari relawan yang bekerja di sawah dan ladang.
“Di Kabupaten Pati relawan kami sebetulnya terbatas. Banyak yang bekerja dan waktu mereka juga terbatas. Dengan kegiatan 4 hari berturut-turut tentu menjadi tantangan tersendiri. Secara manusiawi semua relawan pasti capek karena berkegiatan 4 hari berturut-turut, tetapi rasa capek itu terbayar dengan raut bahagia dari para penerima bantuan ini. Mereka dengan senang hati dengan gembira menerima bantuan ini secara gratis yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi,” ujar Dwi Hariyanto, Ketua Xie Li Pati yang pernah aktif menjadi relawan di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Dwi Hariyanto, Ketua Xie Li Pati, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian bagi masyarakat Pati pascabanjir sekaligus dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Camat Tayu, Imam Rifai, S.STP, M.M., bersama Wakapolsek Tayu menyerahkan bantuan paket cinta kasih secara simbolis.
Jumat (13/3/26) proses pembagian paket cinta kasih di Kecamatan Tayu. Sejak pukul 07.30, warga mulai berdatangan. Relawan mengatur alur pembagian. Relawan membagi 3 titik, yaitu meja penukaran kupon, penyerahan beras, disusul mi instan DAAI. Sehingga tidak terjadi penumpukkan. Bertempat di pendopo kecamatan, proses pembagian paket cinta kasih relatif berjalan lancar.
Camat Tayu Imam Rifai, S.STP, MM mengapresiasi bantuan yang diberikan relawan. “Yang pertama saya berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang sudah berpartisipasi dan memberikan kepedulian kepada warga kami korban banjir di Kecamatan Tayu. Dan momentum ini sangat luar biasa karena sebentar lagi akan merayakan Idulfitri dan masyarakat sangat membutuhkan bantuan untuk merayakan Lebaran sekaligus kemarin ada bencana, kami sangat berterima kasih sekali,” ucap Imam Rifai.
Yanti warga Desa Tayu Wetan, Kecamatan Tayu bersyukur mendapat bantuan dari relawan. Rumahnya terdampak banjir dengan ketinggian sedada orang dewasa. Ia mengungsi ke masjid terdekat bersama keluarga. Rumahnya berdekatan dengan Sungai Tayu. “Terima kasih sekali atas bantuannya. Ini untuk anak-anak saya. Terima kasih ada bantuan. Semoga semua relawan yang membantu sehat semua panjang umur. Cuma doa yang saya sampaikan,” ujarnya bahagia seusai menerima paket cinta kasih.
Marmi warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu juga bahagia mendapatkan bantuan paket cinta kasih. “Alhamdulillah pikantuk bantuan. Kulo matur nuwun sanget angsal bantuan. Mugo-mugo barokah (Alhamdulillah dapat bantuan. Saya terima kasih sekali dapat bantuan. Semoga menjadi berkah-red),” ucapnya.
Winarso, Pembina Tzu Chi Pati, menyerahkan bantuan paket cinta kasih secara simbolis.
Relawan Tzu Chi Pati bergotong royong mengemas mi instan untuk dibagikan kepada warga di 11 desa di Kecamatan Gabus, Pati. Total ada 5.249 paket yang dibagikan selama 4 hari ini.
Setelah Kecamatan Tayu, Sabtu (14/3/26) giliran Kecamatan Gabus menjadi tempat pembagian paket cinta kasih. Balai Desa Babalan menjadi lokasi pembagian. Sejak pagi warga yang telah memiliki kupon sudah mulai berdatangan. Relawan segera berbagi tugas menurut pos yang telah disepakati. Ada yang di meja kupon, pos penyerahan beras, dan pos mi instan. Alur pembagian juga sudah ditata rapi.
Camat Gabus, Suranta S.STP, MSi juga mengapresiasi kepedulian yang diberikan relawan. Terlebih Kecamatan Gabus termasuk wilayah yang cukup parah terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Silugonggo. Tak heran wilayah ini mendapat bantuan paling banyak merujuk data dari Dinas Sosial Kabupaten.
“Kami sangat berterima kasih sekali kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah peduli memberi paket sembako kepada masyarakat kami di Kecamatan Gabus. Harapan kami bantuan 5 kg beras dan 20 bungkus mi instan dapat bermanfaat kepada masyarakat yang terdampak banjir juga harapan kami semoga Yayasan Buddha Tzu Chi selalu eksis selalu memberikan manfaat kepada seluruh warga masyarakat,” ujarnya.
Wagini warga Desa Tanjang bersyukur mendapat beras dan mi instan. Rumahnya kebanjiran setinggi lutut orang dewasa selama seminggu lebih. “Kulo ngeh remen, matur nuwun (Saya senang, terima kasih-red),” ucapnya singkat seusai menerima paket cinta kasih. Jamirah warga Desa Babalan juga senang mendapat bantuan dari relawan. “Remen sanget. Ora duwe beras diwek’i beras ya matur nuwun bolak-balik (Sangat senang. Kebetulan tidak punya beras malah diberi beras. Terima kasih-red),” ungkapnya.
Paket cinta kasih ini diharapkan dapat menambah kehangatan dan kebahagiaan warga dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Meski beras dan mi instan yang disalurkan akan habis seiring waktu, namun ketulusan dan cinta kasih yang telah terjalin akan abadi.
Editor: Hadi Pranoto