Mengedukasi Hingga Deteksi Dini, Tzu Chi Makassar Dampingi Warga Hadapi Asam Urat

Jurnalis : Surya Metal (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Syanny Wijaya, Hartono Tjandra, Robin Johan (Tzu Chi Makassar)

dr. Mohamad Adri Alif Wansyah menyampaikan materi mengenai gejala, faktor risiko tingginya kadar asam urat, serta langkah-langkah pencegahan dalam seminar kesehatan yang digelar di Kantor Tzu Chi Makassar, Sabtu 3 Januari 2026.

Pada Sabtu, 3 Januari 2026, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Makassar menggelar seminar kesehatan bertema “Menuju Lansia Sehat, Tubuh Kuat Lawan Asam Urat”. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Tzu Chi Makassar dan diikuti oleh 47 peserta. Seminar menghadirkan narasumber dari Biodika, salah satu klinik kesehatan di Kota Makassar, sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang penyakit asam urat serta pentingnya deteksi dini demi menjaga kualitas hidup.

Seminar ini menghadirkan dr. Mohamad Adri Alif Wansyah yang memaparkan berbagai aspek terkait manajemen asam urat. Mulai dari pengenalan gejala dan faktor risiko, pemilihan makanan yang tepat, bahaya kadar asam urat tinggi jika tidak ditangani, hingga langkah-langkah pencegahan agar penyakit tidak mudah kambuh.

Dalam pemaparannya, dr. Adri Alif menjelaskan bahwa pencegahan asam urat dapat dilakukan dengan menjaga pola makan rendah purin, mengelola stres, membangun interaksi sosial yang positif, serta rutin berolahraga. Ia juga menekankan pentingnya mencukupi asupan air minum, menghindari puasa terlalu lama, dan melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari, khususnya bagi penderita asam urat.

Herlina Shi jie, salah satu peserta seminar mengatakan perlunya konsumsi obat secara rutin setelah kondisi asam urat membaik dan menghindari konsumsi gula berlebihan.

Lily Telim, peserta seminar yang mempunyai asam urat mendapat informasi untuk latihan peregangan ringan serta kompres air hangat pada area yang terasa nyeri.

Sesi tanya jawab interaktif menjadi ruang bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Melalui dialog terbuka ini, peserta dapat memperdalam pemahaman mereka mengenai asam urat sekaligus mengaitkannya dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Selain seminar, relawan medis Tzu Chi Makassar juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan, seperti cek asam urat dan gula darah. Efendi Ho, salah satu peserta yang mengikuti pemeriksaan, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mengetahui hasil tesnya berada pada batas aman. “Hasil tes gula darah dan asam urat saya aman. Namun, saya tetap harus menjaga pola makan. Daging dan kacang-kacangan boleh dikonsumsi, asalkan tahu batasnya,” ujarEfendi.

Hal serupa dirasakan oleh Robin Johan yang juga melakukan pemeriksaan gula darah dengan hasil normal. Ia mengingat kembali pesan dokter agar menjaga pola makan sesuai porsi yang dianjurkan. “Apa pun yang berlebihan tidak baik, begitu juga yang kekurangan. Daging boleh dikonsumsi, tetapi jangan berlebihan, dan tetap harus rutin berolahraga,” ungkap Robin.

Sebagai upaya deteksi dini, relawan medis membuka layanan pemeriksaan asam urat dan gula darah bagi peserta seminar kesehatan di Kantor Tzu Chi Makassar.

Sebanyak 47 peserta mengikuti seminar kesehatan yang diselenggarakan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Makassar. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mengenali sinyal tubuh sejak dini demi menjaga kualitas hidup.

Seminar ini memberikan wawasan baru bagi para peserta, termasuk Herlina, relawan Tzu Chi yang menanyakan apakah obat asam urat perlu dikonsumsi secara rutin meski kondisinya telah membaik. Dokter menyarankan untuk mengurangi konsumsi obat secara bertahap, memilih makanan yang diolah dengan cara direbus, serta menghindari konsumsi gula berlebihan.

Pertanyaan juga datang dari Lily Telim, peserta yang kerap merasakan kekakuan saat asam urat kambuh. Menanggapi hal tersebut, dokter menyarankan latihan peregangan ringan serta kompres air hangat pada area yang terasa nyeri.

Melalui kegiatan ini, relawan Tzu Chi Makassar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengenali sinyal tubuh sejak dini. Keluhan ringan yang sering diabaikan bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan yang lebih serius dan membutuhkan penanganan tepat waktu.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Seminar Kesehatan Dagusibu: Memahami dengan Benar

Seminar Kesehatan Dagusibu: Memahami dengan Benar

13 Agustus 2015 Pada Sabtu, 8 Agustus 2015, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan seminar kesehatan “Dagusibu (Dapat, Gunakan, Simpan, Buang)” di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Acara yang dihadiri oleh 52 peserta ini menghadirkan pembicara yang kompeten di bidang kesehatan khususnya mengenai donor darah dan penggunaan obat.
Menjaga Ketenangan Hati dan Pikiran

Menjaga Ketenangan Hati dan Pikiran

11 Maret 2025

Relawan Tzu Chi Pekanbaru menghadiri undangan dari Sekolah SMA Dharma Loka sebagai salah satu pengisi materi dalam Program Wake Up Camp Batch 4, dengan tema Mental Health with Mindfulness.   

Lawan Kanker Serviks

Lawan Kanker Serviks

18 Mei 2018

Kanker Serviks merupakan jenis kanker mematikan yang sering menyerang wanita. Faktanya, masih banyak wanita Indonesia yang belum mengetahui gejala, bahaya, dan dampak kanker serviks. Inilah yang mendorong Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi untuk mengadakan seminar awam tentang “Deteksi Dini Kanker Serviks pada Kamis, 10 Mei 2018.

Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -