Mengenal Lebih Dekat Risiko Stroke Melalui Seminar Kesehatan Bersama Tzu Chi Makassar

Jurnalis : Jennifer Kellys (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Hartono Tjandra dan Robin Djohan (Tzu Chi Makassar)

Salah satu relawan Tzu Chi Makassar, Herlina, membawalan acara seminar kesehatan di Tzu Chi Makassar dengan penuh khidmat.

Suasana pagi hari, membawa semangat para relawan Tzu Chi Makassar mengadakan kegiatan seminar kesehatan dengan tema Mengenali dan Mengontrol Risiko Terkena Stroke pada Sabtu, 4 Juli 2026 di Kantor Tzu Chi Makassar.

Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan yang didampingi oleh 18 relawan Tzu Chi. Suasana yang hangat dan penuh keakraban mendorong peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan para pembicara serta berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung.

Pada kegiatan ini, juga menghadirkan narasumber seorang ahli yaitu dr. Evita Rosada, Sp. N, yang membawakan materi mengenai pengenalan penyakit stroke, dimulai dari faktor-faktor yang meningkatkan risiko, cara mendeteksi gejala sejak dini, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengontrol risiko agar terhindar dari penyakit stroke.

Para peserta tampak antusisas ketika sesi pemaparan materi berlangsung, penyampaian materi yang dilakukan dr. Evita Rosada, Sp. N disampaikan dengan penuh komunikatif juga disertai beberapa contoh yang mudah dipahami peserta.

Para peserta dalam acar seminar kesehatan Mengenali dan Mengontrol Risiko Terkena Stroke tampak bersemangat mendengarkan materi yang disampaikan narasumber.

Mengawali pemaparannya, dr. Evita menjelaskan bahwa stroke merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi penyebab utama terjadinya tutup usia di Indonesia maupun di dunia.

Di jelaskan oleh dr. Evita, bahwa penyakit stroke dapat terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu, baik akibat penyumbatan pembuluh darah maupun pecahnya pembuluh darah. Menurutnya, saat ini kasus stroke mulai banyak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup yang kurang sehat serta tingginya tingkat stres.

"Stroke bukanlah penyakit yang datang secara tiba-tiba tanpa penyebab. Hampir semua kasus memiliki faktor risiko yang dapat dikenali dan sebagian besar dapat dikendalikan apabila kita saat ini mulai menjalani pola hidup sehat," ucap dr. Evita kepada para peserta.

Tak hanya itu, dr. Evita juga memberikan edukasi tentang mengenai cara menngendalikan faktor risiko stroke, beliau menjelaskan bahwa pencegahan stroke dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten. Setelah itu, antusiasme para peserta dimulai dengan sesi tanya jawab.

Diskusi menjadi sangat aktif, ketika salah satu peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai masalah kesehatan yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Henny Tugeleng, salah satu peserta yang dengan semangat memberikan pertanyaan kepada dr. Evita mengenai penyakit stroke.

Henny Tugeleng, salah satu peserta yang bersemangat memberikan pertanyaan “apakah stroke berpengaruh dengan jenis kelamin seseorang dan jika terkena stroke dapat terkena stroke lagi?”

Kemudian dr. Evita menanggapinya dengan memberi penjelasan mengenai stroke merupakan penyakit yang tidak mengenal jenis kelamin, baik perempuan maupun laki-laki bisa saja dapat terkena penyakit stroke.

Penyebab stroke yang paling utama yaitu terletak pada pembuluh darah. Jika semakin besar pembuluh darah yang terkena, maka kemungkinan terkena stroke besar dan berat. Sedangkan jika terkena pada pembuluh darah yang kecil, maka potensi terkena stroke kecil tetapi dapat terjadi berulang kali.

"Mengapa ada keluarga saya yang terkena stroke, tetapi masih dapat berbicara dan makan sendiri?" tanya salah satu relawan Tzu Chi, Herlina.

dr. Evita kemudian memberikan penjelasan “Alasan mengapa orang yang telah terkena stroke masih dapat berbicara hingga makan sendiri adalah karena stroke masih dapat dilatih dengan terapi, sehingga orang-orang yang telah terkena stroke ringan masih bisa dapat berbicara,” ucapnya.

Menjelang berakhirnya kegiatan, dr. Evita mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kesehatan sebagai investasi jangka panjang dengan menekankan bahwa mencegah stroke jauh lebih mudah dan lebih baik dibandingkan mengobati dampaknya setelah terjadi. Kebiasaan sederhana seperti menjaga pola makan, aktif bergerak, berhenti merokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat memberikan manfaat besar dalam menurunkan risiko stroke.

Sejalan dengan kata perenungan Master, "Tidur dengan tenang, makan dengan gembira, tertawa dengan sukacita, serta beraktivitas dengan sehat adalah empat harta pusaka dalam kehidupan,” _ Master Cheng Yen_

Relawan Tzu Chi Makassar memberikan cendera mata kepada dr. Evita Rosada, Sp. N selaku narasuber pada seminar kesehatan.

Acara seminar ini, mengingatkan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan yang berkualitas. Melalui penerapan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengelola stres, beristirahat yang cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, dapat mengurangi risiko terkena stroke.

Ketika tubuh tetap sehat, seseorang tidak hanya mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus berkarya, melayani, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan bukan sekadar upaya mencegah penyakit, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap kehidupan yang telah dianugerahkan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, relawan Tzu Chi Makassar, Herlina, menyerahkan cendera mata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih atas kesediaannya berbagi pengetahuan serta berpartisipasi dalam seminar tersebut.

Relawan Tzu Chi dengan penuh haru menyampaikan harapannya, semoga segala kontribusi yang telah kami berikan pada kegiatan seminar ini, menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Penyuluhan Kesehatan Pada Wanita

Penyuluhan Kesehatan Pada Wanita

30 Juni 2014 Seminar Screening Kanker Servik yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Padang dan beberapa puskesmas bertujuan untuk mendeteksi dini kanker mulut rahim (kanker servik) pada wanita, khususnya wanita yang telah menikah.
Hidup Itu Bermakna, Ikhlas dan Berjuang

Hidup Itu Bermakna, Ikhlas dan Berjuang

31 Maret 2015 Materi dalam seminar ini tergolong lengkap mulai dari penjelasan mengenai apa itu kanker, sifat sel kanker, perbedaan kanker dengan tumor, cara pendeteksian dini, hingga penyebab kanker dan diet yang tepat bagi penderita kanker.
Mewujudkan Relawan Duta Sehat Melalui Seminar Kesehatan

Mewujudkan Relawan Duta Sehat Melalui Seminar Kesehatan

07 Mei 2024

Tzu Chi Bandung bersama TIMA Bandung melaksanakan seminar kesehatan di Aula Jing Si Tzu Chi Bandung. Melalui seminar ini, relawan Tzu Chi diharapkan dapat menjadi duta kesehatan bagi masyarakat.

Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -