Sebanyak 54 relawan Tzu Chi Pekanbaru bersama-sama menyerukan ‘Menggalang toko cinta kasih, GO! GO! GO!’ sebelum melakukan kegiatan penuangan celengan bambu dari toko-toko.
Relawan Tzu Chi Pekanbaru menjalankan salah satu ikrar tahun ini yaitu menggalang secara meluas toko cinta kasih. Diawali dengan berkumpul di Kantor Tzu Chi Pekanbaru untuk pengarahan singkat, para relawan berencana menyebar ke beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru yakni Jalan Riau, Setia Budhi, Kayu Manis, Pemuda, Riau Ujung, Rajawali, Durian, dan Dahlia pada Kamis, 14 Mei 2026.
Saat briefing, sebanyak 54 relawan yang dibagi menjadi 17 kelompok diajak menyaksikan video Ceramah Master Cheng Yen sebelum menuju lokasi yang sudah ditentukan. Dalam video tersebut, Master Cheng Yen menyampaikan bahwa celengan bambu di toko-toko dapat menginspirasi pemilik toko. Mereka juga dapat berbagi tentang celengan bambu Tzu Chi dan apa yang tengah Tzu Chi lakukan. Pemilik toko pun dapat membimbing orang lain untuk memahami dan menyebarluaskan cinta kasih.
Tampak Wismina, PIC kegiatan membagi relawan kedalam grup dan memberikan pengarahan.
Wismina, relawan yang menjadi PIC kegiatan berharap melalui celengan bambu bisa membangkitkan cinta kasih banyak orang dan juga membawa berkah bagi masyarakat. “Semakin banyak orang yang berbuat baik di suatu tempat, maka tempat itu akan aman, penuh berkah, dan harmonis. Jadi kita tentu berharap tempat tinggal kita ini selalu dipenuhi keharmonisan dan kedamaian,” ungkap Wismina.
Sebelum berangkat ke toko-toko, para relawan berseru ‘Menggalang toko cinta kasih, GO! GO! GO!’. Sesampai di toko-toko, relawan pun sudah dikenali oleh pemilik ataupun karyawan toko. Setelah masing-maisng toko yang didatangi menuangkan isi celengan, relawan juga memberikan tanda terima kasih atas donasi sebelumnya. Selain itu, relawan juga membagikan buletin serta memberikan informasi kegiatan bakti sosial pengobatan gratis yang akan dilaksanakan Tzu Chi Pekanbaru di bulan Agustus 2026 nanti.
Melalui kegiatan penuangan celengan bambu, Regina (kanan) bisa belajar berinteraksi dengan masyarakat.
Para relawan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini juga banyak mendapatkan pemberlajaran. Seperti Regina yang bisa belajar berinteraksi dengan masyarakat.“Bisa belajar berinteraksi dengan masyarakat umum, pertama kali ikut itu saya malu-malu kan, tetapi semakin kesini, semakin berani ngobrol,” ungkap Regina.
Relawan lainnya, Felix merasa program ini cukup bagus karena setiap orang donasi berapapun jumlahnya dan semakin mengenalkan Tzu Chi ke masyarakat. “Menurut saya penggalangan cukup bagus, karena dengan kita donasi sedikit dapat memberikan amal besar. Dengan adanya kegiatan ini kita juga bisa menyebarkan kegiatan-kegiatan Tzu Chi di masyarakat,” ungkapnya.
Vadrian Wijaya, salah satu relawan muda yang ikut dalam kegiatan ini juga merasa pengumpulan celengan bambu ini mengajarkan perbuatan baik ke anak-anak muda sepertinya. “Kegiatan ini sangat baik untuk para anak-anak muda seperti usia saya. Karena dapat mengajarkan kepada generasi-generasi kedepannya untuk melakukan perbuatan baik,” kata Vadrian Wijaya.

Relawan Tzu Chi Pekanbaru, Gimjan sedang mensosialisasikan bakti sosial pengobatan gratis yang akan dilakukan Tzu Chi Pekanbaru pada bulan agustus nanti.
Para relawan Tzu Chi Pekanbaru menyusuri jalan dari toko ke toko dengan berjalan kaki. Walau terasa cukup menguras tenaga, namun timbul rasa sukacita karena bisa bersumbangsih. Seperti yang dirasakan oleh Gimjan. “Memang badan capek, tapi hati senang. Kita bisa ikut andil, bisa berbuat sesuatu, nanti bisa membantu orang banyak. Kedua, Setiap dana yang terkumpul pasti ada manfaatnya, penjual dan pembeli yang berkunjung kesana juga bisa sama-sama berbuat kebaikan,” kata Gimjan.
Melalui kegiatan ini, terkumpul 245 buah celengan yang dituangkan dari berbagai toko dan ada 11 buah celengan bambu baru yang dibagikan ke beberapa toko lainnya.
Editor: Arimami Suryo A