Menghimpun Cinta Kasih, Meneguhkan Langkah Kebajikan

Jurnalis : Riyanti Teresa Tedja, Prety Sagita (He Qi Jakarta Barat 2) , Fotografer : Mery Hasan, James Yip, Edie (He Qi Jakarta Barat 2)

Andi (38), seorang penyintas tabrak lari, membagikan kisah harunya saat mendapatkan pendampingan dari relawan Tzu Chi hingga mampu mandiri kembali.

Mengawali tahun 2026 dengan penuh syukur, Tzu Chi Komunitas He Qi Jakarta Barat 2 kembali menyelenggarakan Pemberkahan Awal Tahun pada Minggu, 1 Maret 2026. Acara dihadiri oleh 400 orang yang terdiri dari relawan, struktural fungsionaris (komite), serta para donatur dan masyarakat umum. Bertempat di International Hall Guo Yi Ting, Aula Jing Si Lt. 3, Tzu Chi Centre, Pantai Indah Kapuk (PIK), acara ini menjadi momen refleksi sekaligus penguat tekad bagi para relawan dan donatur untuk terus menebar kebajikan.

Sejak pukul 14.00 WIB, suasana hangat sudah terasa saat para peserta mengikuti serangkaian acara awal berupa touring Aula Jing Si dan mengunjungi berbagai pameran stan yang menampilkan misi-misi Tzu Chi, meliputi misi amal, kesehatan, pendidikan, budaya humanis beserta kegiatan-kegiatan dari setiap misi.

Melalui pameran ini, para peserta diharapkan menjadi lebih mengenal Tzu Chi dan berbincang bincang dengan para relawan untuk menjalin jodoh baik. Setiap stan dikemas sesuai dengan keunikan masing - masing, sehingga memberikan suasana yang menyenangkan dan seru.

Penampilan Barongsai membuka acara inti Pemberkahan Awal Tahun 2026 dengan penuh energi. 

Acara inti dibuka dengan penuh semangat melalui penampilan Barongsai yang meriah dan penyerahan buah dan sayur kepada Ketua He Qi Jakarta Barat 2 sebagai simbol keberuntungan atau keberkahan, dilanjutkan pemutaran video kilas balik Tzu Chi Indonesia sepanjang tahun 2025.

Video tersebut mengingatkan kembali bahwa setiap sumbangsih, sekecil apa pun, telah memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan, termasuk dalam penanganan bencana seperti yang ditampilkan dalam sesi khusus video bencana Sumatra. Sebagai relawan, harus memiliki niat untuk menolong sesama, sejauh apapun lokasi bencana, selama bisa dijangkau, jaraknya dapat dilalui dan aman, maka harus dikunjungi. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kita sebagai penghuni bumi untuk terus merawat dan melestarikan alam.  

Yang Menyentuh Hati
Salah satu sesi yang berkesan adalah penampilan Shou Yu Celengan Bambu dari Anak Teratai. Anak Teratai adalah penerima beasiswa pendidikan Tzu Chi. Master Cheng Yen pernah menyampaikan bahwa pendidikan anak sangat penting, jangan sampai terputus. Kehadiran mereka di atas panggung memberikan bukti nyata bagaimana cinta kasih universal dapat mengubah hal-hal kecil menjadi dampak yang besar. Filosofi Celengan Bambu adalah “Dana Kecil, Amal Besar” tujuan utamanya bukan pada jumlah uangnya melainkan untuk membangkitkan niat baik dan cinta kasih setiap hari. 

Anak-anak Teratai (penerima beasiswa Tzu Chi) menampilkan isyarat tangan Celengan Bambu. Melalui penampilan ini, mereka membuktikan bahwa cinta kasih universal mampu mengubah hal kecil menjadi dampak besar.

Dalam kesempatan ini juga terdapat sharing dari relawan, Indah Setiawan, penyintas kanker tulang yang saat ini menjabat sebagai fungsional komunitas (sekretariat) bahwa perjalanan hidup tidak selalu mulus, namun keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus bersemangat menebar kebajikan.

“Selama tubuh ini masih sanggup untuk bangun dan bergerak, maka setiap harinya adalah hari kelahiran dari kehidupan baru, sebagai awal untuk berbuat kebaikan,” ujarnya.

Selain itu, ada juga sharing kasus dari salah satu penerima bantuan (Gan En Hu) yang juga membagikan kisah hidupnya Andi (38). Bermula menjadi korban tabrak lari, kakinya cacat, lalu mendapatkan pendampingan dari relawan Tzu Chi sampai akhirnya bisa bekerja dan merasa dirinya bisa bermanfaat. Kasus ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir untuk tetap teguh di jalan Bodhisatwa. Setiap kesulitan apapun yang terjadi di dalam hidup kita pasti ada hikmahnya.
             
Pesan Cinta Kasih dari Acara dilanjutkan dengan mendengar pesan cinta kasih dari Ketua He Qi Jakarta Barat 2, Johny. Ia berbagi bagaimana kisah hidupnya berubah drastis sejak mengenal Tzu Chi. Dari yang sebelumnya suka berjudi dan tidak hormat kepada orang tua, setelah menyadari bahwa kehidupan tidaklah kekal adanya, ia bertekad menjalin jodoh baik pada siapapun karena dengan membantu orang lain sebenarnya adalah membantu diri kita sendiri.

Hubungannya dengan orang tua juga menjadi baik. Seperti kata Master Cheng Yen, “Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam kehidupan ini yaitu berbakti pada orang tua dan melakukan kebajikan. Jika kita tidak bisa mengubah orang lain maka ubahlah hati kita sendiri.”

Bapak Yupin (kanan) saat menghadiri Pemberkahan Awal Tahun 2026 di Tzu Chi Centre, PIK. Meski telah lama mengenal Tzu Chi, tahun ini menjadi momen pertamanya hadir langsung. Beliau mengapresiasi keramahan para relawan serta keteraturan acara yang membuatnya merasa hangat dan terkesan.

Di sela-sela acara hadir pula Bapak Yupin dan istrinya yang pertama kali menghadiri acara PAT ini. Ia sudah mengetahui Tzu Chi sejak lama, namun baru di tahun ini berkesempatan untuk hadir dan melihat langsung acara yang diadakan oleh Tzu Chi. “Acara ini sangat bagus sekali, terstruktur, panitianya ramah-ramah bahkan saat pertama kali menginjakan kaki di area Tzu Chi PIK, petugas security sangat informatif,” ujarnya.

Hadir pula Bapak Widyatmoko, Ketua RW 06 Taman Aries, yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan Pelestarian Lingkungan Xie Li Kembangan di wilayahnya. Beliau datang didampingi tiga rekannya, salah satunya bahkan langsung tertarik untuk mendaftar sebagai relawan Tzu Chi.

Di antara para tamu, Ibu Rani (63) merasa sangat terkesan. Sebagai sosok yang pernah aktif menjabat Ketua Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kembangan, dunia pelestarian lingkungan bukanlah hal baru baginya. Pada tahun 2016, dedikasinya dalam mengolah limbah koran melalui 'Rani Kreasi' bahkan sempat diulas oleh DAAI TV. Ketertarikannya pada misi Tzu Chi memicu keinginan kuat untuk kembali berkontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menarik tetapi juga penuh pembelajaran tentang bagaimana manusia dapat terus menciptakan berkah melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Ibu Rani (sosok pegiat lingkungan) berbincang hangat dengan Ketua RW 06 Taman Aries, Bapak Widyatmoko, mengenai pemanfaatan Eco Enzym di stan misi Tzu Chi.

Angpau Berkah: Doa dan Harapan dari Master Cheng Yen
Puncak acara yang dinanti adalah pembagian Angpao Berkah dan Kebijaksanaan. Angpao ini merupakan wujud syukur dan cinta kasih dari Master Cheng Yen bagi para donatur serta relawan yang teguh mendukung misi Tzu Chi. 

Melalui pesan video, Master Cheng Yen berpesan agar setiap insan Tzu Chi senantiasa menjaga kejernihan pikiran, mempraktikkan cinta kasih, serta menggenggam waktu untuk berbuat kebajikan. Di dalam setiap angpao, tersemat kata renungan Jing Si dan kutipan Sutera Makna Tanpa Batas. Simbol tiga butir padi pada angpao tersebut melambangkan tiga latihan tanpa cela: Sila, Samadhi, dan Kebijaksanaan. 

Acara ditutup dengan doa bersama (Qi Dao) demi ketenteraman dunia, diikuti penampilan isyarat tangan Gan En de Xin oleh panitia. Sebagai penutup, pembagian suvenir menjadi simbol jalinan jodoh yang baik bagi seluruh peserta. Melalui momentum ini, semangat kebaikan yang telah terhimpun diharapkan terus bertumbuh untuk memperluas misi kemanusiaan di tahun 2026.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Sucita Pemberkahan Awal Tahun 2025 di Lampung

Sucita Pemberkahan Awal Tahun 2025 di Lampung

13 Februari 2025

Pemberkahan Awal Tahun 2025 Tzu Chi di Lampung berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan yang di selenggarakan pada Sabtu, 8 Februari 2025 ini dihadiri 155 tamu undangan dan kurang lebih 60 relawan.

Pemberkahan Akhir Tahun 2024: Menyemai Berkah di Rumah Baru Tzu Chi Tanjung Balai Karimun

Pemberkahan Akhir Tahun 2024: Menyemai Berkah di Rumah Baru Tzu Chi Tanjung Balai Karimun

21 Januari 2025

Pemberkahan Akhir Tahun 2024 di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun menyatukan rasa syukur, cinta kasih, dan harapan baru insan Tzu Chi dan masyarakat di rumah penuh berkah.

Menggugah Hati Masyarakat Untuk Bersatu Membantu Sesama

Menggugah Hati Masyarakat Untuk Bersatu Membantu Sesama

20 Februari 2025

Sebanyak 750 peserta menghadiri Ramah Tamah Imlek dan Pemberkahan Akhir Tahun (PAT) 2024 Tzu Chi Komunitas He Qi Barat 1. Acara ini bertujuan untuk bersyukur atas tahun yang lalu, menyambut tahun baru dengan doa positif.

Orang yang berjiwa besar akan merasakan luasnya dunia dan ia dapat diterima oleh siapa saja!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -