Menghimpun Doa Jutaan Insan

Jurnalis : Kho Kiho, Meiliana(Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Christian, Edy Kurniawan (Tzu Ching), Irwan(Tzu Chi Pekanbaru)

Sekira 1280 orang  turut memeriahkan acara Waisak Tzu Chi.

Hujan deras yang mengguyur Pekanbaru empat jam sebelum Perayaan Hari Raya Waisak, tak menyurutkan langkah kaki relawan Tzu Chi dan tamu undangan untuk hadir ke lokasi. Tahun ini Yayasan Buddha Tzu Chi Pekanbaru menggelar perayaan di kompleks pertokoan di Jalan Pemuda, Kompleks Pemuda City Walk Pekanbaru.

Pada Perayaan Hari Raya Waisak tahun ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Pekanbaru bertekad mengajak lebih banyak masyarakat untuk turut serta menghimpun doa bersama. Karena itulah tema yang diambil adalah “Doa Jutaan Insan”. Untuk menyukseskan tekad tersebut, relawan Tzu Chi terjun langsung dari pintu ke pintu untuk mengajak masyarakat sekitar berpartisipasi.

Selain acara doa bersama, Perayaan Waisak juga diisi dengan acara basuh kaki orang tua sebagai ungkapan rasa bakti dan sayang terhadap orang tua dan memperingati Hari Ibu internasional.

Sebanyak 7 anggota Sangha dan 35 orang pemuka agama dan tokoh masyarakat memimpin prosesi pemandian rupang Buddha


Relawan Tzu Chi Pekanbaru membentuk formasi barisan yang bertuliskan “TC 50” sebagai simbolis Tzu Chi yang telah berusia setengah abad.

Upacara Waisak pun dimulai tepat pukul 18.15 WIB. Barisan persembahan dengan diiringi Gatha Pendupaan berjalan rapi dan anggun mempersembahkan Pelita, Air Wangi, dan Bunga di hadapan altar sang Buddha. Pelita sebagai simbol ajaran Buddha yang dapat menerangi kebijaksanan kita. Air wangi sebagai Dharma yang bisa membersihkan kekotoran batin, dan bunga sebagai simbol harum semerbaknya keluhuran ajaran Buddha yang membangkitkan keyakinan dan ketulusan.

Sebanyak 7 anggota Sangha dan 35 orang pemuka agama dan tokoh masyarakat memimpin prosesi pemandian rupang Buddha. Acara Waisak kali ini terasa semakin agung dan sempurna dengan terlibatnya sekitar 1280 orang hadirin termasuk dari umat non Buddhis.  

Dalam perayaan ini, digelar pula peringatan Tzu Chi yang menginjak usia ke 50 tahun dengan menampilkan formasi membentuk tulisan TC50 (Tzu Chi 50 tahun).


Artikel Terkait

Waisak 2016: Mengingat Jasa Orang Tua

Waisak 2016: Mengingat Jasa Orang Tua

09 Mei 2016

Hari ini diperingati juga sebagai Hari Ibu. Saya sangat berterima kasih pada Mama yang telah mempertaruhkan jiwa raganya untuk melahirkan dan bekerja keras membesarkan kami,” kata bungsu dari tiga bersaudara ini. Mama Violin adalah Nia, seorang relawan Komite Tzu Chi.

Waisak 2016: Semangat Cinta Kasih Universal

Waisak 2016: Semangat Cinta Kasih Universal

08 Mei 2016

Setengah abad sudah Tzu Chi berdiri pada bulan Mei 2016 ini, dan sepanjang perjalanan 50 tahun itu pula insan Tzu Chi selalu konsisten merayakan Tiga Hari Besar: Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia di setiap bulan Mei (minggu kedua) yang selalu diikuti oleh para relawan, tokoh agama, pejabat pemerintah, dan juga masyarakat umum lainnya.

Mengenal Tiga Hari Besar Tzu Chi

Mengenal Tiga Hari Besar Tzu Chi

11 Mei 2016
Di dalam kelas kami juga mengajarkan makna Waisak dan toleransi antar-agama. Kami mengajarkan kepada siswa yang berbeda-beda agama untuk menghormati agama lainnya,” tambahnya.
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -