Mengobati Kesedihan Opa Oma
Jurnalis : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung)|
|
| ||
| Tanpa rasa malu, oma Mulyati pun mengungkapkan isi hatinya kepada Pepeng. “Kangen. Relawan (Tzu Chi-red) semuanya orang baik. Makanya oma kangen,” ungkap oma Mulyati dengan air matanya yang berlinang.
Keterangan :
“Relawan Tzu Chi menempati ruang khusus di hati oma. Oma merasa dekat sekali dengan relawan Tzu Chi,” kata Pepeng menirukan ucapan oma Mulyati.
Keterangan :
Ternyata hati para opa dan oma ini sedang berkabung. Opa dan oma masih merasakan duka yang mendalam atas kepergian ketiga temannya dengan jarak yang berdekatan. Menyadari Hidup Dalam kunjungan kasih ini terdapat peringatan bahwa hidup ini tidaklah kekal. Harus disadari, karena selama ini kita sedang menjalani waktu yang dimana jiwa dan raga kita yang kuat selama ini pada akhirnya akan hilang. “Setiap kunjungan ke Panti Wreda membuat hati saya terenyuh, karena seolah mengingatkan kita semua, bahwa hidup ini tidak kekal. Semua harus menjalani proses untuk menjadi tua dan akhirnya tak berdaya,” tegas Pepeng. | |||
Artikel Terkait
Membangkitkan Empati dari Kunjungan Kasih
08 Maret 2023Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas Xie Li Downstream Lampung memberikn perhatian khusus kepada 50 orang lansia prasejahtera di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan pada 22 Februari 2023.
Suara Kasih: Bekerja Demi Ajaran Buddha Demi Semua Makhluk
17 Mei 2013 Setiap kali melafalkan nama Buddha, hati kita harus sangat dekat dengan hati Buddha. Di dalam setiap langkah, mereka menampilkan semangat Dharma. Ini karena mereka memiliki Buddha di dalam hati dan Dharma di dalam tindakan.










Sitemap