Meniti Jalan Bodhisatwa dalam Keindahan Budaya Humanis

Jurnalis : Vincent Salimputra (He Qi Pluit), Dewi Yanti, Tjong Dina (He Qi Angke), Fotografer : Bachtiar Loka, Joe Suati, Dewi Yanti (He Qi Angke), Vincent Salimputra (He Qi Pluit)

Dalam seremoni penuh makna, Pelantikan Relawan Abu Putih: seragam abu putih diserahkan kepada relawan kembang, menandai langkah baru di jalan kebajikan.

Sebanyak 72 peserta dari komunitas He Qi Pluit dan He Qi Angke mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih ke-2 pada Minggu, 16 Maret 2025. Bertempat di Galery DAAI, Tzu Chi Center PIK, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya humanis dalam perjalanan kerelawanan.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB diawali dengan penghormatan kepada Master Cheng Yen serta perenungan Sepuluh Sila Tzu Chi. Dalam suasana yang khidmat, peserta diajak menggali makna menjadi relawan melalui sesi diskusi dan pemaparan nilai-nilai kebajikan. Salah satu pembicara, Lie Na, menekankan pentingnya pelatihan ini untuk menyelaraskan langkah dan pemahaman dalam menjalankan misi kemanusiaan. “Kita tidak hanya membantu, tetapi juga melatih diri agar setiap langkah yang diambil membawa manfaat bagi sesama,” ujar Lie Na.

Tim relawan dengan penuh semangat mengekspresikan kebersamaan melalui lagu isyarat tangan Wo Men Dou Shi Yi Jia Ren (Kita adalah Satu Keluarga)

Dengan seragam abu putih yang kini dikenakan, pasangan suami istri Noldy S. Jacobs (kanan) dan Jayne C. Kindangen (kiri) bertekad melangkah di jalan kebajikan.

Ada pula kisah inspiratif dari Martha yang mengisahkan bagaimana satu tekad murni Master Cheng Yen melahirkan gerakan cinta kasih yang kini tersebar di berbagai belahan dunia. Bachtiar Loka, dalam paparannya mengenai Misi Kesehatan Tzu Chi, menuturkan bahwa pelayanan kesehatan yang dilakukan relawan bukan hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga menenangkan hati mereka yang membutuhkan.

“Sejak 1972, layanan kesehatan Tzu Chi hadir bagi mereka yang kurang mampu. Ini adalah wujud cinta kasih tanpa batas,” kata Bachtiar.

Setelah sesi diskusi dan refleksi, para peserta diajak mengekspresikan kebersamaan melalui lagu isyarat tangan “Wo Men Dou Shi Yi Jia Ren” (Kita adalah Satu Keluarga). Suasana semakin hangat ketika Aris Widjaja mengingatkan bahwa kebaikan harus disebarluaskan agar menginspirasi lebih banyak orang.

Pelantikan Relawan Abu Putih
Puncak acara berlangsung pada pukul 11.45 WIB dengan seremoni pelantikan relawan kembang menjadi relawan Abu Putih. Seragam yang kini mereka kenakan menjadi simbol komitmen dalam menapaki jalan kebajikan. Noldy S. Jacobs (65) dan istrinya, Jayne C. Kindangen (64), yang turut dilantik, mengungkapkan rasa syukur mereka.

“Hidup ini harus dimanfaatkan untuk membantu lebih banyak orang karena masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Jayne.

Ustaz Syahlani (berbaju biru) menyaksikan dengan penuh syukur, mengenang bagaimana madrasah yang dulu nyaris roboh kini berdiri kokoh berkat uluran tangan Tzu Chi. "Alhamdulillah, anak-anak kini bisa belajar dengan lebih baik," tuturnya

Para relawan tekun mencatat setiap penjelasan yang disampaikan oleh para pembawa materi.

Selain pelantikan, peserta juga mendapat wawasan mengenai program amal yang tengah dijalankan Tzu Chi, seperti renovasi Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam di Kamal Muara dan Program Bebenah Kampung yang telah membangun 38 rumah serta dua masjid di wilayah tersebut. Ustaz Syahlani, Ketua Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam, turut mengapresiasi program ini.

“Alhamdulillah, dengan bantuan Tzu Chi, kini anak-anak bisa belajar dengan lebih baik,” katanya. “Saya banyak belajar dari cara relawan bekerja. Tidak hanya membantu, tetapi juga mendengar dan memahami,” imbuh Ustaz Syahlani.

Menjelang akhir acara, peserta mendengarkan ceramah Master Cheng Yen yang menekankan pentingnya rasa cukup, syukur, dan memupuk berkah. Pesan ini memperkuat tekad mereka untuk terus melangkah di jalan kebajikan.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Tumbuhnya Barisan Relawan Tzu Chi di Takengon

Tumbuhnya Barisan Relawan Tzu Chi di Takengon

26 Mei 2026

Sebanyak 21 relawan Tzu Chi dari Takengon mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih yang diadakan di Wihara Buddha Takengon dengan pendalaman materi mulai dari sejarah, nilai kemanusiaan, dan Misi Tzu Chi.

Sosialisasi Relawan Baru di Tzu Chi Batam

Sosialisasi Relawan Baru di Tzu Chi Batam

01 April 2022

Untuk pertama kalinya di tahun 2022, Tzu Chi Batam mengadakan sosialisasi relawan baru secara offline pada Minggu, 27 Maret 2022 di Aula Jing Si Batam. Kegiatan ini diikuti oleh 104 peserta dan relawan.

Benih Awal Tzu Chi Dari Kota Dumai Dan Pulau Rupat

Benih Awal Tzu Chi Dari Kota Dumai Dan Pulau Rupat

26 April 2021

Sebanyak 24 orang mengikuti pelatihan Relawan Abu Putih di Kantor Tzu Chi Pekanbaru, Minggu 18 April 2021. Tujuan pelatihan ini adalah agar para relawan lebih memahami filosofi dan semangat cinta kasih universal Tzu Chi.

Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -