Menjadi Keluarga Baru di Tzu Chi Makassar

Jurnalis : Rince Tengku (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Robin Johan (Tzu Chi Makassar)

doc tzu chi

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan Training Relawan Abu Putih yang diadakan oleh Tzu Chi Makassar, Minggu, 30 Juli 2017.

Tzu Chi Makassar mengadakan Training Relawan Abu Putih, Minggu, 30 Juli 2017. Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 10.00 – 16.25 sore di Kantor Perwakilan Tzu Chi Makassar ini diikuti oleh 40 orang peserta. Di mana ada 5 orang relawan baru yang dilantik, 2 pria dan 3 wanita. Meskipun relawan yang ikut tidak terlalu banyak tetapi mereka sangat antusias mengikuti setiap acara yang berlangsung. Para relawan mencatat setiap bagian penting yang dapat mengugah hati sehingga bisa selalu diingat.

Henny Laurance, pembawa acara dalam training ini menjelasakan bahwa setiap pelatihan yang diberikan kepada relawan selalu mempunyai tujuan. Dalam hal ini tujuannya untuk membantu individu mengenal jati diri dan bisa memanfaatkan kemampuannya sehingga bisa berguna bagi orang lain. “Kita pasti mempunyai tekad yang sama, melatih diri dan bersumbangsih,” ucapnya.

Henny pun melanjutkan bahwa sejak pertama ingin bergabung dengan Tzu Chi, relawan baru, selalu mendapatkan bimbingan tentang apa sebenarnya visi, misi, maupun sila Tzu Chi. Mereka juga akan dikenalkan dengan budaya humanis yang menjadi landasan kegiatan Tzu Chi dan tentunya untuk pengembangan pribadi masing-masing ke arah positif. Maka tidak perlu heran apabila dalam pelatihan, relawan baru, akan diajarkan mengenai bagaimana tata cara berjalan, duduk, makan, dan lainnya. “Dan pada jam makan siang, relawan akan bersama mempraktikkannya,” imbuh Henny Laurence.

Lenny Pupela, salah satu relawan komite di Tzu Chi Makassar juga membagikan sharing dan mengajak para relawan untuk terus bersemangat mengikuti kegiatan-kegiatan Tzu Chi dan menyebarkan kebajikan.

Henny Laurance, pembawa acara dalam training ini menjelasakan tujuan pelaksanaan Training Relawan Abu Putih.

Para relawan baru, dikenalkan dengan budaya humanis yang menjadi landasan kegiatan Tzu Chi dan tentunya untuk pengembangan pribadi masing-masing ke arah positif. Contohnya seperti bagaimana tata cara berjalan, duduk, makan, dan lainnya.

Kebahagiaan yang Tak Terbayangkan

Kehangatan yang timbul dari training tersebut berlanjut hingga kegiatan usai. Walau para peserta harus menyimak semua hal selama 7 jam, namun sesi sharing dan games membuat mereka merasakan kebersamaan serta kebahagiaan.

Linda Sasmita (56 tahun), peserta pelatihan, mengaku senang dengan seragam barunya. Ia juga senang karena tekadnya menjadi relawan Tzu Chi dapat terlaksana. “Hari ini rasanya bahagia yang tak terbayangkan,” tutur Linda seraya berharap dapat terus melakukan kebajikan di usia yang tak lagi muda.

Linda sudah mengenal Tzu Chi sebelumnya, ia juga sempat mengikuti Baksos Kesehatan dan Pembagian Beras yang diselenggarakan oleh Tzu Chi. “Pokoknya sangat bergembira mengenakan seragam (relawan) abu putih,” tambahnya lagi.

Relawan lain bernama Muhammad Yunus juga tak kalah senang. Ia telah mengikuti pelatihan selama 2 kali namun baru kali ini ia mengenakan seragam abu putih. Baginya, hal sederhana seperti kebersamaan dan tidak pernah membeda-bedakan apapun dan dimana pun merupakan nilai yang sangat baik yang terus dipraktikkan oleh Tzu Chi. “Saya berharap bisa tetap berada di lingkungan Tzu Chi,” ucapnya.

Pesan Master setelah mengembangkan welas asih masih harus dengan bijaksana menganaisa bagaimana cara memberi kebahagiaan kepada orang lain. Diakhir acara,  Selain itu, para peserta dan relawan di berikan pelatihan cara penghormatan kepada Master Cheng Yen dan ditutup dengan pembagian bingkisan.

Editor: Metta Wulandari


Artikel Terkait

Tanpa Langkah Pertama, Tidak Akan Ada Langkah Selanjutnya

Tanpa Langkah Pertama, Tidak Akan Ada Langkah Selanjutnya

30 April 2019

Training kedua bagi relawan berseragam Abu Putih di komunitas He Qi Barat 2 dilakukan di Tzu Chi Center pada 28 April 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 71 relawan.

Menyadari, Menghargai, dan Menciptakan Berkah

Menyadari, Menghargai, dan Menciptakan Berkah

21 Mei 2014 Kemudian para peserta diajak untuk menghargai berkah, misalnya tidak menyisakan makanan, peserta diingatkan lagi bahwa di afrika masih banyak orang yang kelaparan.
Menebar Benih Cinta Kasih di Kota Jambi

Menebar Benih Cinta Kasih di Kota Jambi

20 Juni 2014 Lilin yang tidak akan pernah padam di dalam diri kita, lilin yang terus menyala dan terus memberikan cahaya kepada lilin-lilin lainnya. Begitu banyak dharma yang telah didapat pada hari ini, dan merupakan berkah luar biasa.
Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -