Menumbuhkan Kesadaran Mencintai Bumi dan Melestarikan Lingkungan

Jurnalis : Robby Mulia Halim (Tzu Chi Medan), Fotografer : Metta Puspa Sari, Starla (Tzu Chi Medan)

Relawan melakukan senam pagi sebelum memulai kegiatan memilah barang-barang daur ulang. Kegiatan pemilahan ini diadakan pada pekan ketiga setiap bulan yang berlangsung di Kompleks Asia Mega Mas, Medan.

Pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan krusial di Kota Medan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya berpotensi mengganggu kesehatan, tetapi juga merusak keindahan dan kelestarian lingkungan. Menyadari pentingnya menjaga bumi, Master Cheng Yen menetapkan pelestarian lingkungan sebagai salah satu Misi Tzu Chi, melengkapi Misi Amal, Misi Pendidikan, dan Misi Kesehatan.

Master Cheng Yen senantiasa mengimbau insan Tzu Chi untuk konsisten menjalankan Misi Pelestarian Lingkungan. Kondisi bumi yang kian memprihatinkan dari tahun ke tahun menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Kepedulian tersebut diwujudkan oleh relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Mandala melalui kegiatan pemilahan barang daur ulang yang dilaksanakan setiap pekan ketiga setiap bulan. Pada Minggu, 18 Oktober 2026, kegiatan ini berlangsung di Kompleks Asia Mega Mas, Medan.

Sebelum memulai kegiatan, relawan berdoa bersama agar terwujud masyarakat yang aman dan damai serta dunia terbebas dari bencana.

Relawan memilah barang-barang yang bisa di daur ulang. Barang-barang ini hasil donasi dari masyarakat sekitar kompleks ditambah dengan yang dari Depo Mandala. Warga yang datang membawa barang daur ulang diajak ikut melakukan pemilahan dengan arahan relawan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini melibatkan 33 relawan, dua anggota TIMA (Tzu Chi International Medical Association) dan 32 warga yang ikut berpartisipasi. Dari partisipasi masyarakat dan Depo Mandala, terkumpul 80 kilogram barang daur ulang berupa botol plastik, plastik, karton, kertas, besi, dan pakaian layak pakai.

Selain mengajak masyarakat memilah barang daur ulang, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri.

“Selain itu, juga mengembangkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap alam dan menjalin kebersamaan antara relawan dan masyarakat,” ungkap koordinator kegiatan, Efenddy.

Sekitar pukul 07.30 WIB, para relawan telah berkumpul di lokasi untuk mempersiapkan kegiatan. Mereka mendirikan tenda, menyusun meja dan kursi, serta mengatur tempat untuk memilah barang daur ulang berdasarkan jenisnya, seperti botol plastik, kertas, karton, dan kardus.

Sebelum kegiatan dimulai, para relawan melakukan senam pagi untuk membangkitkan semangat, kemudian berdoa bersama dan berfoto bersama. Meski cuaca mendung sejak pagi, semangat mereka untuk menjaga lingkungan tidak surut.

Selain botol plastik, relawan juga memilah kertas, karton dan kardus.

Warga yang datang membawa barang daur ulang mendapat kesempatan untuk memeriksakan kondisi Kesehatan dan konsultasi secara gratis oleh dokter TIMA. Pemeriksaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang sudah berperan dalam menjaga bumi dan melestarikan lingkungan.

Barang-barang daur ulang yang dikumpulkan berasal dari masyarakat sekitar kompleks dan Depo Mandala. Warga yang datang tidak hanya menyerahkan barang daur ulang, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam proses pemilahan dengan arahan para relawan.

Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian warga terhadap lingkungan, relawan juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilayani dokter TIMA. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Warga pun berkesempatan berkonsultasi mengenai masalah kesehatan yang mereka hadapi.

Tidak hanya masyarakat umum, Gan En Hu atau penerima bantuan Tzu Chi juga dilibatkan dalam kegiatan pemilahan. Keterlibatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal lebih dekat misi dan visi Tzu Chi, sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagian relawan bersama warga dan Gan En Hu memisahkan tutup serta label dari botol minuman plastik. Sementara itu, peserta lainnya memilah kertas, kardus, dan karton. Meskipun harus bersentuhan dengan sampah dan kotoran, mereka bekerja dengan cekatan dan penuh semangat. Barang-barang yang telah dipilah kemudian dimasukkan ke dalam karung-karung besar secara terpisah berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dikelola untuk proses daur ulang.

Dalam kesempatan yang sama, relawan juga mengadakan penjualan barang-barang donasi masyarakat yang masih layak pakai melalui kegiatan Xi Fu Qi. Barang yang ditawarkan antara lain pakaian, tas wanita, dan aksesori dengan harga terjangkau.

Relawan melakukan penjualan barang-barang hasil donasi dari masyarakat yang masih layak pakai (Xi Fu Qi) berupa pakaian layak pakai, tas wanita dan aksesoris lainnya  dengan harga terjangkau.

Kepedulian Menumbuhkan Kesadaran
Antusiasme masyarakat terlihat dari kesediaan mereka datang membawa barang-barang daur ulang dari rumah, meskipun cuaca kurang mendukung. Mereka juga memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter.

Salah seorang peserta, Haw Lui How (78), mengaku sangat terkesan dengan kegiatan Tzu Chi. Meski telah lanjut usia dan tinggal seorang diri, semangatnya untuk menjaga kesehatan dan menjalin hubungan dengan sesama tetap tinggi. Ini merupakan kali kedua ia datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus, menunjukkan bahwa Yayasan Tzu Chi peduli akan masyarakat. Relawan dan dokter sangat ramah dan tulus melayani. Saya mengetahui dari relawan, Yayasan Tzu Chi juga membantu biaya pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu. Semoga relawan dan dokter Tzu Chi selalu diberkahi kesehatan dan kekuatan, Yayasan Tzu Chi terus membantu orang yang membutuhkan,” ungkap Haw Lui How dengan antusias.

Haw Lui How (kiri) sangat terkesan dengan kegiatan Tzu Chi dan keramahan serta ketulusan relawan dan dokter TIMA. Ia berharap Yayasan Tzu Chi terus membantu orang yang membutuhkan.

Pengalaman serupa dirasakan Sridevi (38), ibu dari salah seorang anak asuh yang menerima bantuan pendidikan dari Tzu Chi. Ia telah dua kali mengikuti kegiatan pemilahan barang daur ulang. Baginya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam memahami bahwa barang yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih dapat dimanfaatkan.

“Pengalaman yang cukup menarik ikut memilah sampah seperti botol plastik bersama relawan dan penerima bantuan yang lain. Selama ini tahunya langsung dibuang saja,” ungkap Sridevi.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai alam dan berperan aktif dalam melestarikan lingkungan. Ia juga merasakan bahwa kepedulian terhadap bumi dapat berjalan seiring dengan rasa syukur atas bantuan yang telah diterima keluarganya.

“Yayasan Tzu Chi telah membantu biaya sekolah anak saya selama ini. Selain menjaga lingkungan, saya ikut memilah sebagai bentuk balas budi terhadap kebaikan Tzu Chi karena dari daur ulang inilah bantuan untuk anak saya. Saya berharap kegiatan seperti ini rutin diadakan supaya masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya pelestarian lingkungan,” pungkas Sridevi.

Sridevi (ketiga dari kanan) merasakan pengalaman yang menarik saat ikut memilah botol plastik bersama relawan dan penerima bantuan Tzu Chi yang lain. Kegiatan memilah barang yang bisa di daur ulang ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan alam.

Kegiatan pemilahan barang daur ulang di ruang terbuka menjadi ruang bagi relawan dan masyarakat untuk belajar, bekerja sama, serta menumbuhkan kepedulian terhadap bumi. Dari kegiatan sederhana ini, setiap orang diajak menyadari bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang mengelola sampah, melainkan juga membangun kebiasaan baik yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Pesan tersebut sejalan dengan kata perenungan Master Cheng Yen: “Mengubah sampah menjadi emas, emas menjadi cinta kasih, cinta kasih menjadi aliran jernih yang mengaliri dunia.”

Kata perenungan ini mengingatkan bahwa sampah yang semula dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Nilai tersebut kemudian menjadi sumber cinta kasih yang terus mengalir dan membawa manfaat bagi sesama. Dengan kepedulian yang dilakukan secara konsisten, langkah kecil dalam memilah sampah dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan bumi yang lebih bersih dan kehidupan yang lebih baik.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Saya Bisa Melakukan Pelestarian Lingkungan

Saya Bisa Melakukan Pelestarian Lingkungan

24 Februari 2023

Berbekal anjuran Master Cheng Yen untuk selalu melakukan pelestarian lingkungan, para  relawan komunitas di Xie Li JB3 melakukan daur ulang sampah. 

Setitik Harapan untuk Pelestarian Lingkungan di Bireuen, Aceh

Setitik Harapan untuk Pelestarian Lingkungan di Bireuen, Aceh

03 Juni 2026
Relawan Tzu Chi Bireuen bersukacita dengan diresmikannya Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi di Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh. Depo ini menjadi rumah bagi insan Tzu Chi untuk menjalankan kegiatan sekaligus membina diri.
WAVES di Car Free Day

WAVES di Car Free Day

06 Oktober 2016
Tzu Ching (muda-mudi Tzu Chi) Jakarta mengadakan kegiatan WAVES (We Are Vegetarians and Earth Saviors) di kawasan bundaran HI saat acara Car Free Day (CFD) pada hari Minggu, 2 Oktober 2016, dengan tema “Take Action, Show Love for the Earth.”    
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -