Menumbuhkan Relawan Dokumentasi Berjiwa Zhen Shan Mei di Kota Singkawang dan Pontianak

Jurnalis : Merry Oktavia (Tzu Chi Singkawang), Fotografer : Joni Willianto (Tzu Chi Singkawang)

Merry menyampaikan materi Menulis Itu Mudah dalam sesi workshop pada Pelatihan Zhen Shan Mei yang berlangsung di VIP Room Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang dan diikuti oleh 45 peserta.

Sabtu, 24 Januari 2026, Relawan Zhen Shan Mei (ZSM) KP Singkawang menyelenggarakan Pelatihan Zhen Shan Mei yang pertama di Kota Singkawang. Pelatihan ini dihadiri oleh 45 orang peserta yang datang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Mereka dari murid-murid Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang, guru, staf Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang, relawan komunitas Xie li, tim medis TIMA, dan relawan dari Desa Binaan KP Singkawang.

Pelatihan ini berawal dari semangat berbagi ilmu para relawan senior Zhen Shan Mei, Bambang dan Jakpo, yang sebelumnya telah mengikuti Training Zhen Shan Mei di Jing Si PIK Jakarta pada Oktober 2025. Ilmu, pengalaman, dan nilai yang mereka peroleh dari pelatihan tersebut kemudian dibawa pulang ke Singkawang, dengan satu tekad: mewariskan semangat Zhen, Shan, dan Mei (ZSM) kepada para relawan di Singkawang, dengan harapan kebaikan dapat terus berlanjut dan berkembang.

Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Semangat belajar para peserta tidak surut para peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai, mencerminkan kerinduan untuk terus belajar dan memperdalam peran sebagai mata dan telinga Master Cheng Yen.

Astuti (tengah), anggota TIMA KP Singkawang, mengungkapkan bahwa Pelatihan Zhen Shan Mei tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan kebenaran secara jujur, menebarkan kebajikan, serta menangkap keindahan dari ketulusan hati para relawan.

Dewi, relawan Kembang sekaligus relawan Abu Putih KP Pontianak, menyampaikan kesan positif setelah mengikuti pelatihan. Ia merasa terkesan dengan materi yang disampaikan secara hangat dan menyenangkan sepanjang kegiatan.

Peserta dibekali berbagai materi tentang dokumentasi foto dan video serta penulisan yang selaras dengan nilai-nilai budaya humanis Tzu Chi. Materi yang diberikan pendokumentasian foto yang baik sesuai etika Tzu Chi, teknik pengambilan video dari berbagai sudut pandang, serta cara menulis artikel sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang singkat, jelas, dan mudah dipahami. Peserta juga diberikan etika dalam melakukan wawancara.

Pelatihan ini dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, kerja sama tim, serta pembagian tugas yang menciptakan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan. Sebagai penerapan dari materi yang diberikan, peserta menjalani sesi praktik lapangan dengan tema liputan SMAT Semangat Celengan Bambu (Sosialisasi Misi Amal Tzu Chi).

Pada sesi ini, peserta ditugaskan untuk mewawancarai narasumber di Singkawang Grand Mall sebagai bahan penulisan artikel. Melalui kegiatan praktik tersebut, peserta belajar menggali informasi, melakukan wawancara, serta menyusun artikel berdasarkan hasil liputan. Sesi praktik ini turut mendapat dukungan dari sejumlah tenant di Singkawang Grand Mall, sehingga pelatihan dapat berlangsung dengan lancar dan penuh makna.

Para peserta mengikuti sesi praktik lapangan dengan mewawancarai narasumber dari salah satu gerai di Singkawang Grand Mall. Dalam kegiatan ini, relawan diajak mengedepankan nilai Zhen (Kebenaran), Shan (Kebajikan), dan Mei (Keindahan) dalam setiap peliputan dan pendokumentasian.

Wilhelmus Willy, salah satu peserta dari Desa Binaan KP Singkawang, menyampaikan kesan mendalam setelah mengikuti pelatihan ini. “Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat, bukan hanya secara teknis, tetapi juga dalam menanamkan nilai kebenaran, kebajikan, dan keindahan saat meliput berita. Materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dimengerti,” ucap Willy.

“Pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi Tzu Chi Desa Binaan, khususnya dalam menambah wawasan untuk menyampaikan berita yang baik dan benar melalui tulisan yang membangun dan menginspirasi, serta siap diimplementasikan dalam kegiatan pelayanan,” sambung Willy.

Willy berharap nilai kebaikan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat terus diterapkan dalam setiap langkah kehidupan, di mana pun ia berada, sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang.

Hal senada disampaikan Wara Mitha Nabela, guru di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang. “Sb Bambang sangat menginspirasi dan menumbuhkan semangat untuk berkarya melalui tulisan sebagai sarana menyampaikan pesan kasih. Melalui pelatihan ini, peserta juga menjadi lebih memahami cara menulis artikel yang tidak bertele-tele, namun singkat, jelas, dan mudah dipahami. Selain itu, pemahaman mengenai tata cara pendokumentasian pun semakin bertambah, termasuk teknik pengambilan foto dan video yang benar,” jelas Mitha.

Tim Cocomelon menerima apresiasi atas keberhasilan menyusun artikel dengan baik meskipun menghadapi keterbatasan narasumber. Kekompakan tim mendapat apresiasi dari Susiana Bonardy, Ketua Harian Yayasan Tzu Chi Singkawang.

Pelatihan Zhen Shan Mei ini menjadi langkah awal yang bermakna bagi relawan di Kota Singkawang dalam menumbuhkan relawan dokumentasi yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga matang secara batin.

Melalui lensa kamera dan rangkaian kata, para relawan diajak untuk selalu mengedepankan Zhen (Kebenaran), Shan (Kebajikan), dan Mei (Keindahan) dalam setiap peliputan dan pendokumentasian.

Harapannya, dari pelatihan ZSM pertama ini akan lahir semakin banyak berita baik yang disampaikan dengan menarik, momen-momen kebaikan yang diabadikan dengan penuh makna, serta kisah-kisah yang menginspirasi dan menanamkan nilai kebaikan bagi banyak orang. Seperti perenungan Master Cheng Yen, “Jika kebaikan diwariskan dengan tulus, maka benihnya akan tumbuh tanpa henti.”

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Saling Berbagi dan Berkembang

Saling Berbagi dan Berkembang

07 Juli 2025

Komunitas relawan Tzu Chi di He Qi Barat 1 dan Barat 2 mengadakan kelas Belajar Bersama dengan tema Meliput Jejak Bodhisatwa di Ruang Budaya Humanis Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu, 29 Juni 2025. Kegiatan dihadiri 26 peserta.

Sejuta Kasih untuk Sebuah Gambar

Sejuta Kasih untuk Sebuah Gambar

27 November 2018

Sebanyak 25 relawan Tzu Chi dari berbagai komunitas mengikuti kegiatan sharing liputan bencana yang dibawakan oleh Arimami Suryo A (Ari) dan Khusnul Khotimah (Nungky), Minggu, 18 November 2018. Keduanya merupakan staf redaksi divisi Zhen Shan Mei Tzu Chi Indonesia.

Belajar Merekam Kebaikan, Mewarisi Semangat Cinta Kasih

Belajar Merekam Kebaikan, Mewarisi Semangat Cinta Kasih

09 Juni 2025

Pada Minggu, 25 Mei 2025, sebanyak 55 peserta dari komunitas He Qi Angke dan Pluit mengikuti Workshop Dasar Zhen Shan Mei di Galeri DAAI, Tzu Chi Center, Jakarta bertema “Merekam Momen, Menyebarkan Cinta Kasih.”

Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -