Menyalakan Cahaya Kebajikan melalui Kelas Budi Pekerti

Jurnalis : Jupiter, Suryani Wong (He Qi Jakarta Barat 3), Fotografer : Rony, Sim Budiman Setiawan, Suryani Wong, Tresnawati (He Qi Jakarta Barat 3)

Suryani memberikan contoh tata krama makan kepada salah satu Xiao Pu Sa, Abhi, mengenai cara memegang mangkuk dan sumpit dengan tepat. Pembelajaran ini mengajarkan Xiao Pu Sa bahwa tata krama tidak hanya dipahami melalui teori, tetapi juga perlu dipraktikkan dalam kebiasaan sehari-hari.

Minggu pagi, 9 Agustus 2026, suasana di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tampak semarak. Sejumlah Xiao Pu Sa datang bersama orang tua mereka. Para relawan pendidikan pun telah bersiap menyambut awal perjalanan baru dalam pembelajaran Budi Pekerti tahun ajaran 2026/2027.

Sebanyak 16 Xiao Pu Sa mengikuti pembukaan Kelas Budi Pekerti yang diselenggarakan relawan pendidikan He Qi Jakarta Barat 3. Mereka terdiri atas 9 Xiao Pu Sa Qin Zi Ban Kecil dan 7 Xiao Pu Sa Qin Zi Ban Besar. Kegiatan didampingi oleh 28 relawan pendidikan.

Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Pendidikan karakter tidak berhenti di ruang kelas, tetapi perlu dilanjutkan melalui pendampingan dan keteladanan di rumah. Sejak awal kegiatan, orang tua dilibatkan untuk mendampingi pada setiap tahapan pembelajaran.

Sebelum kelas dimulai, para orang tua menerima seragam dan perlengkapan yang digunakan Xiao Pu Sa selama mengikuti pembelajaran. Para relawan pun membantu memastikan anak-anak siap mengikuti kegiatan.

Dui Fu membawa barisan Xiao Pu Sa memasuki ruang kelas dengan tertib. Melalui kegiatan sederhana ini, Xiao Pu Sa belajar mengikuti arahan, menjaga kerapian, serta membangun kebiasaan disiplin sebelum memulai pembelajaran.

Kegiatan diawali dengan barisan bersama. Xiao Pu Sa harus belajar mengikuti arahan, menjaga kerapian, dan berjalan dengan tertib. Setelah memasuki ruang kelas, mereka memberikan penghormatan kepada Shi Gong Shang Ren (Master Cheng Yen).

Suasana kemudian menjadi lebih tenang saat silent sitting dimulai. Dalam keheningan, anak-anak diajak menenangkan pikiran, memusatkan perhatian, dan mempersiapkan hati sebelum menerima pembelajaran.

Mereka bersama-sama mengucapkan ikrar Xiao Pu Sa. Melalui ikrar tersebut, anak-anak diajak mengenal dan menanamkan nilai-nilai kebajikan, seperti berbakti kepada orang tua, menghormati guru, menyayangi sesama, serta berusaha melakukan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Keceriaan pun kembali hadir ketika para Xiao Pu Sa mengikuti lagu kelas dengan isyarat tangan. Mereka bergerak bersama dengan penuh semangat, sekaligus belajar membangun kebersamaan. Nilai-nilai kebajikan disampaikan melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak-anak.

Hun Hun selaku MC Acara memandu Xiao Pu Sa dalam membacakan ikrar Xiao Pu Sa. Dengan penuh semangat, mereka bersama-sama mengucapkan ikrar sebagai pengingat dalam diri mereka.

Belajar dari Kebiasaan Sederhana
Suryani, Koordinator Bidang Pendidikan He Qi Jakarta Barat 3, mengajak para Xiao Pu Sa dan orang tua untuk bersama-sama mendukung pendidikan yang tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Adi, membagikan celengan bambu kepada para Xiao Pu Sa. Anak-anak menerimanya dengan antusias. Momen sederhana tersebut menjadi salah satu pengalaman menyenangkan dalam pertemuan perdana tahun ajaran baru.

Hun Hun selaku MC Acara memandu Xiao Pu Sa dalam membacakan ikrar Xiao Pu Sa. Dengan penuh semangat, mereka bersama-sama mengucapkan ikrar sebagai pengingat dalam diri mereka.

Pembelajaran berlanjut dengan materi Keindahan Budaya Humanis Tzu Chi dan Tata Krama yang disampaikan Henny. Pada sesi ini, tata krama tidak hanya dijelaskan melalui kata-kata, tetapi juga dipraktikkan.

Xiao Pu Sa harus belajar cara makan dengan baik, termasuk memegang mangkuk dan sumpit dengan benar serta menjaga sikap selama makan. Kebiasaan sederhana ini menjadi bagian dari proses membangun kemandirian, kesopanan, dan penghormatan terhadap budaya.

Sebab budi pekerti bukan sekadar mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari, seperti mengucapkan salam, berterima kasih, meminta maaf, mendengarkan ketika orang lain berbicara, membantu teman, menghormati orang yang lebih tua, hingga menjaga tata krama saat makan.

Tema yang diusung pada tahun ajaran ini adalah “Bersinar”. Melalui tema tersebut, Xiao Pu Sa diajak mengenal berbagai nilai kebajikan dan belajar menjadi pribadi yang mampu “Bersinar” melalui perbuatan baik, cinta kasih, serta sikap yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme juga terlihat dari para orang tua yang menyaksikan pengalaman pertama anak-anak mereka mengikuti Kelas Budi Pekerti.

Sisca, orang tua Ryu, mengaku awalnya masih merasa sedikit bingung karena ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan tersebut. Namun, ia melihat Ryu menikmati seluruh rangkaian kegiatan.

“Kelasnya seru, karena baru perdana buat saya, jadi masih agak bingung. Tapi secara keseluruhan Ryu suka kelasnya. Malah ditanya kapan kelas lagi,” ujar Sisca.

Pengalaman serupa dirasakan Aditia, orang tua Audy. Ia menilai kegiatan berlangsung dengan baik dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anaknya.

“Acara berjalan dengan baik dan menyenangkan buat anak saya. Pembimbing memberikan pengajaran secara baik dan jelas kepada anak-anak, dan anak saya bisa mengikuti apa yang diajarkan,” tutur Aditia.

Kebajikan yang Dipraktikkan
Setelah pembelajaran, Xiao Pu Sa bersama orang tua dan relawan pendidikan menikmati waktu istirahat. Makan bersama menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dan membangun rasa kebersamaan.

Di meja makan, pembelajaran tata krama yang sebelumnya diberikan kembali dipraktikkan. Anak-anak belajar menjaga sikap sekaligus menikmati kebersamaan dengan teman, orang tua, dan para relawan.

Destia memandu permainan Like Challenge yang diikuti dengan penuh semangat oleh para Xiao Pu Sa. Melalui permainan yang menyenangkan, mereka belajar mengikuti instruksi dan menikmati proses pembelajaran bersama.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan permainan dan aktivitas kelompok. Dalam suasana yang lebih santai, Xiao Pu Sa belajar bekerja sama, menunggu giliran, menghargai teman, memperhatikan orang lain, serta menjalankan tanggung jawab bersama.

Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan pesan cinta kasih, doa, dan penghormatan kepada Shi Gong Shang Ren (Master Cheng Yen). Xiao Pu Sa diarahkan keluar dari kelas dengan tertib dan mengumpulkan name tag. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai tanggung jawab dan kerapian.

Benih kebajikan mungkin tidak langsung terlihat hasilnya. Namun, ketika dirawat melalui pendidikan, kasih sayang, dan keteladanan, benih tersebut perlahan dapat tumbuh menjadi karakter yang kuat.

Melalui Tema “Bersinar”, setiap Xiao Pu Sa diharapkan mampu memancarkan cahaya kebaikan dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Cahaya itu kemudian dapat menerangi keluarga dan lingkungan di sekitarnya, menghadirkan kehangatan, cinta kasih, serta nilai kebajikan dalam kehidupan bersama.

Para pemenang Like Challenge dari Qin Zi Ban Besar berfoto bersama setelah menyelesaikan tantangan. Keceriaan yang terpancar menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan, sekaligus memberikan motivasi bagi Xiao Pu Sa untuk berani mencoba dan memberikan yang terbaik.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Membangun Sikap Anak di Kelas Budi Pekerti

Membangun Sikap Anak di Kelas Budi Pekerti

14 Februari 2018
Kegiatan kelas budi pekerti untuk Xiao Pu Sa (Bodhisatwa Kecil) yang berlangsung pada 11 Februari 2018, di Aula Jing Si Tzu Chi Bandung.
Belajar Bertatakrama, Bertumbuh dari Diri Sendiri

Belajar Bertatakrama, Bertumbuh dari Diri Sendiri

14 Agustus 2026

Kelas Budi Pekerti Tzu Shao komunitas He Qi Jakarta Pusat mengajak 17 murid belajar tentang sopan santun, kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui permainan, kegiatan, serta refleksi.

Kelas Budi Pekerti: Mendidik dengan Cinta Kasih

Kelas Budi Pekerti: Mendidik dengan Cinta Kasih

13 Maret 2013 Sekitar jam 7.30 pagi lantai 2 Aula Jing Si PIK, sudah terlihat ramai oleh sekitar 50 orang relawan yang melayani para orang tua dan 270 orang anak, terdiri dari siswa Sekolah Dasar kelas 3 sampai dengan kelas 6 yang akan mengikuti kelas budi pekerti ini.
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -