Menyatukan Keluarga

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya
 
 

fotoTerharu.Suryani mama Fernando terharu saat Fernando (10) membasuh tangannya, kegiatan pelajaran budi pekerti ini langsung di praktekkan terhadap orang tua murid sekolah minggu dalam acara perayaan hari ibu Daai mama yang berlangsung 16 Mei 2010.

Kegiatan perayaan Hari Ibu dan Waisak oleh DAAI Mama dilaksanakan pada Minggu pagi, 16 Mei 2010. Acara ini diadakan untuk menyatukan antara orang tua, siswa, guru pendamping, dan sekaligus merayakan Waisak 2554/2010. Acara berlangsung di  lantai 3 gedung Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Merangkai Kata Perenungan
Acara diisi dengan permainan dan nyayian yang melibatkan orang tua siswa dengan menggunakan Kata Perenungan Master Cheng Yen. Permainan dilakukan dengan menyusun kata-kata bijak Master Cheng Yen yang diacak dan disusun menjadi kalimat-kalimat bijak seperti: “Orang yang paling berbahagia adalah orang yang penuh cinta kasih”. Kalimat ini diacak dan dilemparkan kepada para peserta yang hadir. Erika, salah satu peserta yang datang bersama orang tuanya menjawab dengan tegas, membuat Rosvita Shigu yang membawa acara permainan ini langsung memberi applaus untuk Erika.

Tujuan dari permainan ini adalah untuk selalu menjalankan kata-kata perenungan Master Cheng Yen dalam kehidupan keluarga sehari-hari. “Permainan ini untuk mengingatkan kembali kepada siswa makna dari Kata Perenungan Master Cheng Yen dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana anak berbakti kepada orang tuanya dan selalu berbuat kebajikan,” ungkap Rosvita, salah satu pengajar Da Ai Mama yang memandu acara.

Selain itu peserta juga diajak untuk bernyanyi sambil bermain games yang dipandu oleh Erni Lindawati, salah satu guru Da Ai Mama. Dengan lagu “Satu-satu Aku Sayang Ibu” Erni mengajak peserta yang hadir berdiri dari kursi. Tangan kiri anak mengacungkan telunjuknya ke atas dan tangan kanan mamanya dengan posisi tertelungkup, saat lagu jatuh pada “Aku sayang Ibu”, tangan ibu dengan cepat menangkap jari telunjuk kiri anak, sedangkan si anak harus berusaha agar jari telunjuknya tidak tertangkap oleh tangan mamanya. Permainan ini tanpa disadari menyegarkan suasana dan menambah kedekatan anak dengan orang tuanya.

foto  foto

Ket : - Mencium Mama. Fernando tanpa ragu-ragu mencium pipi mamanya dengan penuh kasih sayang.               (kiri)
          - Menyatukan Keluarga. Salah satu peserta dengan suka cita bernyanyi "Satu-satu Aku Sayang Ibu"             dengan permainan yang menambah kedekatan batin antara orang tua dengan anak agar lebih             harmonis. kanan)

Acara perayaan Hari Ibu oleh Da Ai Mama ini juga menampilkan drama dengan tema “Segelas Susu Hangat”. Drama ini menceritakan seorang anak yang sangat menyesal karena menunda baktinya terhadap orang tua. Drama ini mengajak para siswa untuk jangan menunda untuk berbakti kepada orang tua karena menyesal di kemudian hari tidak akan ada gunanya. Acara ini juga memperkenalkan guru-guru Da Ai Mama yang akan mengajarkan pendidikan budi pekerti dengan kata-kata perenungan Master Cheng Yen di daerahnya masing-masing. Para guru ini nantinya akan membuka kelas pendidikan budi pekerti di Bogor, Tangerang, Bekasi, dan daerah lainnya.

foto  foto

Ket : - Menangis saat sharing. A Siong salah satu peserta yang ikut dalam perayaan hari ibu Daai mama ini             menangis terharu dengan kata-kata perenungan Master Cheng Yen yang sangat menyentuh hatinya.             (kiri).
         - Drama Segelas susu Hangat. Acara Hari ibu Daai Mama ini juga dipertunjukkan drama baru dari Daai             mama dengan tema segelas susu hangat yang di mainkan oleh guru-guru Daai mama yang sangat             menyentuh para orang tua dan murid sekolah Daai mama. (kanan)

Teringat Sang Mama
Penampilan drama “Segelas Susu Hangat” ini membuat terharu Fernando (10) dan mamanya, Suryani, yang hadir dalam acara itu. Fernando sudah satu tahun ikut dalam sekolah minggu, dan baru ini kali Fernando menangis menyaksikan drama ini. “Terharu, sedih,“ ungkapnya singkat dengan sedikit malu. “Iya, dia sedih karena ingat Mamanya,” ungkap Suryani Mama baru Fernando.

Fernando adalah salah satu anak yang ditinggal mama kandungnya wafat saat ia masih berumur 5 tahun. Ia merasa sedih ketika teringat betapa sang mama sangat menyayanginya saat ia kecil. Bagi Fernando, kehadiran Mama Suryani menjadi pengobat kerinduannya. Apalagi Mama Suryani juga sangat sayang padanya. Untuk itu, Fernando tanpa ragu-ragu mencium pipi Mama Suryani sambil menangis. Mama Suryani pun menangis saat Fernando mencium pipi dan membasuh kedua tangannya. Dari kegiatan ini Fernando mendapat satu pelajaran yang sangat berarti bagi dirinya, betapa kasih sayang orang tua itu tak ternilai harganya dan jangan pernah menunda untuk berbakti pada orang tua dan berbuat kebajikan.

  
 
 

Artikel Terkait

Bedah  Buku Komunitas Di Tangerang

Bedah Buku Komunitas Di Tangerang

12 November 2012 Lokasi rumah yang strategis, mempermudah para peserta bedah buku Tzu Chi Tangerang untuk berkumpul. Transportasi ke rumah Yeni mudah di jangkau dan ada beberapa teman juga yang rumahnya berdekatan sehingga dengan berjalan kaki sudah bisa sampai.
Satu Saudara, Satu Keluarga

Satu Saudara, Satu Keluarga

05 April 2011
Begitu tulus kasih sayang yang diberikan oleh para insan Tzu Chi, pada 25 Maret 2011 relawan Tzu Chi mencurahkan kasih sayangnya pada anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Rumah Kasih Karunia di daerah Lembur Tengah, Bandung Barat.
Cinta Kasih Membawa Perubahan

Cinta Kasih Membawa Perubahan

25 Februari 2011 Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi yang berupa rumah susun (rusun) adalah bukti nyata bahwa dengan cinta kasih bisa mengubah kehidupan di sekitar kita menjadi lebih baik. Hal ini dikukuhkan oleh Ir. Setia Damayanti, M.Si (yang bisa dipanggil Maya) dalam sidangnya untuk mendapatkan gelar Doktor, 19 Februari 2011.
Gunakanlah waktu dengan baik, karena ia terus berlalu tanpa kita sadari.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -