Merajut Indahnya Kebahagiaan (Bag 1)

Jurnalis : Indri Hendarmin , Stephen Ang (He Qi Utara), Fotografer : Aris Widjaja, Stephen Ang ,Teksan (He Qi Utara)
 
 

foto
Relawan diberikan pengarahan terlebih dahulu bagaimana tata cara budaya humanis ketika akan mengundang penghuni Apartemen Laguna.

Bencana banjir Jakarta yang terjadi pada bulan Januari 2013 lalu, masih menyimpan kesan yang mendalam di dalam hati setiap orang. Untuk mempererat jalinan cinta kasih ini, sejak hari Senin, 15 Juli 2013 di Jing Si Books & Café Pluit, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara mengadakan rapat untuk membahas persiapan Ai Sa (menyebar cinta kasih) yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Juli di Apartemen Laguna.

 

Setelah dirundingkan dengan pihak pengelola apartemen yang dibantu oleh Anton Shixiong (relawan Tzu Chi yang juga merupakan penghuni Apartemen Laguna), maka pada hari Kamis, 18 Juli 2013 diadakan pembagian undangan Ai Sa kepada penghuni. Sejak pukul 17.00 WIB relawan Hu Ai Pluit yang menjadi koordinator acara kali ini sudah berkumpul di lantai 29 Apartemen Laguna. Karim Shixiong dan Melliza Shijie bergegas mempersiapkan undangan dan form pengisian yang akan digunakan relawan dalam bertugas. Tidak lama kemudian bersama relawan dari Hu Ai PIK, Angke dan Jelambar kami pun bergabung dalam barisan kelompok yang telah diatur sebelumnya. Sebanyak 105 relawan diberikan pengarahan terlebih dahulu bagaimana tata cara budaya humanis ketika akan mengundang penghuni apartemen.

Tepat pukul 19.00 WIB kami mulai membagikan undangan, yaitu satu lantai terdiri dari tiga tim dimana setiap tim terdiri dari dua atau tiga orang. Dengan sopan santun dan wajah senyum kami menelurusi setiap lantai dan tower dari satu pintu ke pintu berikutnya. Banyak hal menarik dan manfaat yang kami dapatkan ketika membagikan undangan. Walaupun kelihatan sederhana ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena banyak kamar yang kosong dan sudah lama tidak dihuni. Ada juga warga negara asing yang tinggal di sini menjadi tantangan bagi setiap relawan untuk dapat berkomunikasi dalam bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin. Ada beberapa penghuni yang sebelumnya kurang mengenal Tzu Chi, namun dengan hati yang tulus mereka diberikan penjelasan bahwa melalui jalinan jodoh ketika banjir Januari 2013 lalu, relawan ingin mengadakan acara ramah tamah bersama penghuni Apartemen Laguna. Tetapi ada juga yang sudah mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi dan sering menonton siaran DAAI TV menyambut kedatangan kami dengan ramah dan antusias.

foto   foto

Keterangan :

  • Relawan dengan hati yang tulus mengundang para penghuni Apartemen Laguna untuk mempererat jalinan cinta kasih yang sudah terbentuk sejak banjir Januari 2013 lalu (kiri).
  • Di tengah kesibukan karir mereka, Kitty, Fiona dan Yancu menyempatkan waktu untuk dapat bersumbangsih dalam kegiatan Tzu Chi (tengah) (kanan).

Kami juga berjumpa dengan tiga orang yang datang ikut membagikan undangan. Mereka bernama Kitty, Fiona, dan Yancu yang mendapatkan info dari Hong Tjhin Shixiong CEO DAAI TV. Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan pertama Tzu Chi yang mereka ikuti, karena sebelumnya pernah membagikan beras ketika pasca banjir beberapa waktu lalu di Al Mutaqin, Kapuk Muara. “Kita belum pulang ke rumah, dari tempat kerja langsung menuju ke Apartemen Laguna,” ungkap mereka dengan penuh semangat. Mereka terlihat sangat senang dan bahagia bisa mengikuti kegiatan ini. Bahkan mereka sudah mendapatkan info bahwa RSKB Tzu Chi akan mengadakan Baksos Kesehatan dalam waktu dekat nanti dan mereka sangat antusias untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut. Sebersit niat baik dalam diri mereka sudah merupakan langkah awal positif. Semoga jodoh yang baik ini terus terjalin agar mereka dapat bergabung bersama barisan insan Tzu Chi suatu saat nantinya. 

Sebanyak kurang lebih 500 undangan telah dibagikan ke penghuni Apartemen Laguna. Melalui kegiatan ini, relawan belajar untuk dapat saling bekerja sama dan berinteraksi dengan setiap orang yang mempunyai latar belakang berbeda. Senyum dan tawa bahagia dari relawan telah memberikan kehangatan kepada para penghuni. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen, “Hilangkan sifat ego pada diri kita, selain itu hendaknya juga bisa saling menghargai dan saling mendukung antar sesama.”

  
 

Artikel Terkait

Secercah Cahaya yang Memberi Harapan

Secercah Cahaya yang Memberi Harapan

16 Januari 2019

Pagi yang cerah di hari Senin, 7 Januari 2019, ayunan puluhan sekop pasir menandai dimulainya pembangunan Cetiya Dharma Agung di Lembaga Pemasyarakatan  Kelas IIB Tebing Tinggi. Peletakan batu pertama yang diiringi doa banyak orang khususnya warga binaan  umat Buddha di Lapas Kelas IIB dilakukan dengan khidmat.

Karena di Mana Ada Kesulitan, di Situ Ada Pertolongan

Karena di Mana Ada Kesulitan, di Situ Ada Pertolongan

17 Maret 2021

Sudah dua tahun Pak Rahmat (68) tak bisa melihat karena glaukoma. Meski demikian, semangat hidupnya tak luntur. Selain itu, Pak Rahmat selalu berpikir positif dan selalu mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. 

Pemberkahan Akhir Tahun di Medan

Pemberkahan Akhir Tahun di Medan

30 Januari 2012 Dalam rangka pergantian akhir tahun, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Medan mengadakan acara pemberkahan akhir tahun yang diselenggarkan pada tanggal 15 Januari 2012 di Yang Lim Plaza Lantai 5, Jalan Emas Medan.
Kerisauan dalam kehidupan manusia disebabkan dan bersumber pada tiga racun dunia, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -