Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 menyelenggarakan kegiatan Training Relawan Abu Putih ke-3 di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Kemanggisan. Dalam suasana yang tertib dan hangat, para mentor bersama peserta tampak berbaris dengan rapi sebelum memasuki ruangan training.
Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 menyelenggarakan kegiatan Training Relawan Abu Putih ke-3 yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Kemanggisan. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus pendalaman nilai-nilai Tzu Chi bagi para relawan. Hari itu, Minggu 24 Mei 2026, sejak pagi para peserta telah berkumpul dan berbaris dengan rapi didampingi para mentor. Dalam suasana tertib dan hangat, peserta kemudian memasuki ruangan bersama mentor untuk mengikuti rangkaian training yang telah dipersiapkan panitia.
Kegiatan dibuka oleh Adi Shixiong selaku MC Acara dengan penghormatan kepada para Buddha, Bodhisatwa, dan Master Cheng Yen, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Tzu Chi serta pembacaan 10 Sila Tzu Chi. Peserta diajak menenangkan hati sekaligus mengingat kembali nilai-nilai dasar dalam perjalanan melatih diri sebagai relawan Tzu Chi.
Materi pertama adalah 10 Sila Tzu Chi yang disampaikan oleh Alex Shixiong. Dalam materi ini para peserta diajak memahami nilai-nilai kehidupan yang menjadi pedoman relawan Tzu Chi dalam menjaga perilaku, ucapan, dan pikiran dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, Ali Shixiong membawakan materi Pengenalan dan Filosofi Misi Pengobatan. Materi ini menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan yang dilakukan Tzu Chi bukan hanya mengobati penyakit, tetapi juga menghadirkan perhatian dan cinta kasih kepada sesama.
Sesi berikutnya yakni materi Keindahan Budaya Humanis Tzu Chi disampaikan oleh Adi Shixiong. Untuk lebih memahami apa itu budaya humanis di Tzu Chi, para peserta diajarkan cara bersikap he zhang (beranjali) dan fang zhang (samadhi) yang baik dan benar. Selain itu, para peserta juga diperlihatkan bagaimana cara berpakaian yang rapi dan sopan, serta tata cara makan di meja sesuai dengan Budaya Humanis Tzu Chi. Selain itu, peserta juga diajak memahami bahwa budaya humanis dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan tulus dan penuh perhatian terhadap orang lain.
Setelah break, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan dan pembelajaran bahasa isyarat tangan (shou yu) lagu “Wo Ai Tzu Chi Da Jia Ting” yang dipandu oleh Fie Lan Shijie bersama tim relawan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa ketika seluruh peserta mengikuti gerakan demi gerakan dengan penuh semangat.

Seluruh peserta bersama para mentor mengikuti rangkaian materi Training Abu Putih ke-3 dengan sangat antusias. Suasana kebersamaan dan semangat melatih diri terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Dalam sesi talkshow yang dibawakan oleh Intan Shijie sebagai moderator dengan tema “Melihat Penderitaan Menyadari Berkah.” Talkshow ini menghadirkan Risna Shijie sebagai narasumber yang membagikan kisah perjalanan hidupnya ketika harus menghadapi kebangkrutan usaha keluarga hingga kehilangan suami akibat kanker paru-paru. Dalam kondisi tersebut, ia harus berjuang seorang diri membesarkan lima anaknya sambil bekerja demi mempertahankan kehidupan keluarga.
“Waktu itu saya sadar kalau saya tidak boleh menyerah karena masih ada anak-anak yang harus saya perjuangkan. Saya pernah bekerja menjadi ojol perempuan, membantu di rumah makan, sampai menjadi guru honorer,” ungkap Risna Shijie.
Risna Shijie juga menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Tzu Chi menjadi titik balik dalam hidupnya. Menurutnya, perhatian dan pendampingan dari para relawan membuat dirinya kembali memiliki semangat untuk bangkit dan belajar melihat kehidupan dengan penuh rasa syukur. “Saya merasa seperti menemukan cahaya di tengah masa paling sulit. Relawan datang bukan untuk menghakimi, tetapi benar-benar peduli dan memperlakukan kami seperti keluarga sendiri,” katanya.

Dalam sesi talkshow, Agus Shixiong dan Destia Shijie sedang membagikan pengalaman mereka selama mengenal Tzu Chi, didampingi Yenny Shijie sebagai moderator.
Dalam sesi diskusi dan sharing, Agus Shixiong membagikan pengalamannya selama kurang lebih empat tahun menjadi relawan Tzu Chi. Ia mengaku bahwa ajaran Master Cheng Yen perlahan mengubah dirinya menjadi lebih sabar dan lebih baik dalam bertutur kata.
“Dulu anak-anak saya pernah bilang kalau saya adalah papa yang toxic karena sering membawa suasana buruk di rumah. Setelah belajar melatih diri di Tzu Chi, hubungan saya dengan anak-anak perlahan menjadi lebih dekat,” ujar Agus Shixiong.
Sementara itu, Destia Shijie, relawan yang berprofesi sebagai apoteker, menceritakan bahwa dirinya mulai mengenal Tzu Chi melalui tayangan DAAI TV sejak tahun 2020. Setelah pindah ke Jakarta, ia mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan Tzu Chi sejak awal tahun 2026. “Pelayanan kesehatan di Tzu Chi membuat saya tertarik karena menghadirkan cinta kasih dalam melayani pasien dan masyarakat,” kata Destia Shijie.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan relawan Abu Putih oleh Ketua Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 Wylen Shijie bersama dengan Phi Fong Shijie dan Haryogi Shixiong selaku Wakil Ketua Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3. Para peserta yang resmi dilantik sebagai relawan Abu Putih diajak untuk terus menjaga niat awal dalam melayani serta melatih diri di jalan Bodhisatwa.
Prosesi pelantikan dan penyematan nametag bagi peserta wanita oleh Wylen Shi Jie selaku Ketua Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 yang berlangsung dengan hangat dan penuh sukacita.
Setelah pelatikan dan foto bersama, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menonton video Ceramah Master Cheng Yen sebagai penguatan nilai dan spiritualitas, sebelum akhirnya ditutup dengan doa, penyampaian pesan cinta kasih, pengumuman dari Ketua Kelas, dan penghormatan kepada para Buddha, Bodhisatwa, serta Master Cheng Yen.
Training relawan Abu Putih ke-3 ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa syukur, serta memperkuat semangat pelayanan dalam keluarga besar Tzu Chi.
Editor: Arimami Suryo A