Merangkul Generasi Muda untuk Cinta Lingkungan

Jurnalis : Albert Indrawan Ho (Tzu Ching Jakarta), Fotografer : Franciska (Tzu Ching Jakarta)

 

Untuk pertama kalinya para mahasiswa/i STIK Saint Carolus bersama-sama berkumpul untuk memilah sampah yang masih dapat didaur ulang.

Tangan yang paling indah adalah tangan yang melakukan pelestarian lingkungan, ini adalah salah satu kata perenungan Master Cheng Yen yang menghimbau kita untuk meneruskan tongkat estafet pelestarian lingkungan. Hal inilah yang memotivasi muda-mudi Tzu Chi atau yang biasa dikenal dengan Tzu Ching untuk mengajak lebih banyak Bodhisatwa baru dalam mencintai lingkungan.

Seperti yang terlihat di Asrama Putri Saint Carolus, di jalan Salemba Bluntas, Jakarta Timur. Tzu Ching wilayah Kelapa Gading mencoba menggalang hati mahasiswa/i dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Saint Carolus, Jakarta. Walau langit tidak memancarkan kehangatannya seperti biasa, namun sebanyak 30 orang calon penerus bangsa di bidang kesehatan ini tampak antusias mengkuti serangkaian acara yang telah disiapkan.

 

Botol-botol plastik yang dikumpulkan dibentuk menjadi sebuah tempat sampah agar lebih memicu semangat setiap orang untuk menggunakan kembali barang yang masih dapat di pakai.

Jam menunjukkan pukul 4 sore, acara pun diawali dengan games keakraban antar sesama penghuni asrama. Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan secara singkat megenai pemilahan sampah oleh Tzu Ching. Tanpa membuang waktu, generasi muda ini langsung melakukan pemilahan sampah sesuai dengan arahan yang telah diberikan. Sampah yang dipilah adalah sampah tidak terpakai yang sudah mereka kumpulkan sebelumnya. Tidak ada rasa jijik ataupun canggung dikala tangan kecil mereka memilah sampah sesuai jenisnya. “Saya seneng sekali melihat antusias mereka (mahaiswa carolus) diluar ekspetasi saya ternyata sangat baik dalam melakukan pelestarian lingkungan,” papar Putri selaku ketua acara sekaligus mahasiswi di STIK Saint Carolus.

Ada yang berbeda pada kegiatan pelestarian lingkungan kali ini, para Tzu Ching tidak hanya menjelaskan tentang pelestarian lingkungan saja, melainkan juga mengajari penghuni kos untuk mengolah kembali sampah yang telah mereka hasilkan.

Botol air mineral dipilih untuk kegiatan daur ulang kali ini. Barang tersebut akan disulap menjadi tong sampah untuk memotivasi mereka melakukan daur ulang. Satu persatu botol plastik tersebut dipisahkan sesuai ukurannya. Dengan cekatan para mahasiswa/i yang mayoritas berasal dari Indonesia bagian timur ini membuat lubang kecil di bagian bawah dan tutup botol untuk memudahkan membuat kerangka tong sampah.

Putri (seragam biru) merupakan salah satu Tzu Ching yang juga mahasiswi STIK Saint Carolus berinisiatif untuk mengajak teman-temannya mengumpulkan barang daur ulang

Adzan Magrib disore itu menjadi penghujung rangkaian acara pelestarian lingkungan bersama mahasiswa/i Saint Carolus. Setelah melewati serangkaian proses, dasar tong sampah daur ulang kreasi mereka pun sudah selesai dibuat. Senyum bahagia tergambar dari mahasiswi semester dua jurusan kebidanan ini. “Semoga ini menjadi awal dan bukanlah menjadi akhir dari rangkaian kegiatan pelestarian lingkungan disini. Mungkin kedepannya yang tinggal disini akan terus berganti tapi semangat yang sudah ditularkan ini dapat terus berlanjut walaupun mereka sudah keluar dari asrama ini,” tutur Putri.

Diharapkan setelah mengikuti kegiatan kali ini, semakin banyak generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan sehingga bumi yang sedang sakit ini dapat kembali sehat seperti sedia kala.


Artikel Terkait

Meski sebutir tetesan air nampak tidak berarti, lambat laun akan memenuhi tempat penampungan besar.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -