Model Rambut untuk Opa Cecep
Jurnalis : Sinta Febriyani (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Hendra Gusnadhy (Tzu Chi Bandung)
|
| |
Eko, relawan Tzu Chi yang bertugas menggunting rambut dengan cepat memenuhi permintaan Opa Cecep. Eko lalu bertanya pada Opa Cecep, “Opa mau dicukur model apa? Apa mau dibotakin aja,” tanya Eko dengan sedikit bergurau. Mendengar pertanyaan Eko, opa kelahiran enam puluh delapan tahun yang lalu itu menggelengkan kepalanya, “Gak mau. Jangan dibotakin, yang penting rapi aja,” jawab Opa Cecep dengan malu-malu.
Ket : - Kegiatan menyanyi bersama pada saat kunjungan kasih merupakan salah satu kegiatan yang dinantikan oleh opa dan oma di Panti Wreda Senjarawi ini. Selain pertunjukkan isyarat tangan dari relawan Tzu Chi, para penghuni Panti Wreda Senjarawi ini tidak mau ketinggalan untuk bernyanyi dan bergembira bersama dengan menampilkan bakat-bakatnya seperti bermain gitar dan harmonika. (kiri) Ketika relawan Tzu Chi bertanya kenapa opa tidak mau dibotakin, Opa Cecep menjawab dengan tertawa. Katanya, jika kepalanya botak, nanti banyak penghuni panti yang menggoda dirinya. Mendengar pengakuan Opa Cecep, relawan pun ikut tertawa. Setelah rambutnya dirapikan, dengan perasaan bahagia Opa Cecep berkata, ”Sudah beres ya, terimakasih udah rapihin rambut saya.” Hari itu, Kamis, 10 Desember 2009, 17 relawan Tzu Chi mengunjungi Panti Wreda Senjarawi yang terletak di Jalan Jeruk no.7, Bandung. Selain menghibur oma-opa yang tinggal di panti, relawan pun mengadakan berbagai kegiatan yang disukai oleh oma-opa, yakni bernyanyi bersama, gunting rambut dan jenggot, serta memijat. Relawan pun membagikan makanan dan perlengkapan mandi kepada para lansia tersebut. “Kalau ada Tzu Chi ke sini suasananya jadi ramai. Kami merasa terhibur. Sayang kali ini saya nggak ikut acara di aula, karena tadi sedang tidur. Pesan saya, sering-sering ya, Tzu Chi datang kesini. Lain kali saya mau ikut nyanyi ke depan.” Ujar Opa Cecep. | ||
Artikel Terkait
Sembako Cinta Kasih Bagi Warga Dayeuhkolot
26 Mei 201618 Mei 2016, Tzu Chi Bandung membagikan kebutuhan berupa 1000 paket sembako (beras, minyak goreng, gula dan mie instan) bagi warga Dayeuhkolot dan sekitarnya yang mengikuti karya bhakti dengan membersihkan anak sungai Citarum dari sampah
Gempa Palu: Ikut Merasakan Duka Warga Palu
08 Oktober 2018Musibah gempa dan tsunami di Palu dan Donggala menimbulkan dukacita mendalam. Berbagai dukungan dilakukan berbagai pihak untuk membantu para korban gempa ini, seperti yang dilakukan oleh karyawan dari Agung Sedayu Group pada Jumat, 5 Oktober 2018.








Sitemap