Simbolis penyerahan paket cinta kasih kepada para umat Vihara Manggala.
Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Komunitas relawan Tzu Chi di He Qi Cikarang menjalin jodoh dengan umat Vihara Manggala melalui pembagian paket cinta kasih. Pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026, sebanyak 35 relawan Tzu Chi telah berkumpul sejak pukul 07.00 WIB untuk membagikan 245 paket cinta kasih kepada umat Vihara Manggala yang berada di pesisir Laut Jawa.
“Namo Buddhaya, banyak terima kasih, senang ya namanya kita uda dikasi,” tutur Pak Santo dengan beranjali dibarengi dengan senyuman saat mengungkapkan rasa senangnya menerima paket cinta kasih dari Yayasan Buddha Tzu Chi.
Pria berumur 67 tahun tersebut merupakan warga asli Cemara, Karawang yang awalnya memiliki sebuah rumah di pinggir laut, namun rumahnya hilang karena dampak abrasi.
“Ini punya ngkoh saya,” ujar Pak Santo sambil menunjuk rumah di belakangnya. “tunggu saja di sana, di rumah kalau punya kamu abis kenak laut,” Pak Santo meniru ucapan kemurahan hati saudaranya memberikannya tumpangan tempat tinggal.
“Jadi pindah ke sini, sudah berjalan, eh ke-bakar lagi,” suara Pak Santo memelan, disusul kemudian ia menarik celana panjangnya ke atas menunjukan bekas luka bakar pada betis kanannya.
Para relawan mengajak para penerima paket untuk ikut melakukan isyarat tangan dengan lagu satu keluarga.
Saat ini Pak Santo menghuni sebuah gubuk sekitar 3x3m2 yang dibangun seadanya saat rumah tumpangan sebelumnya terbakar. Tempat tinggal minim tersebut nyaris tidak memiliki apapun, hanya berpondasi bambu dengan dinding dari terpal, tempat tidur beralas tikar dan berlantai tanah, yang terlihat hanya bentangan tali dengan baju-baju bergelantungan dan sebuah galon air minum serta rice-cooker didalamnya. Untuk mandi pun, Pak Santo harus bergantung pada kemurahan hati para tetangganya.
Dari pengalaman bekerja di bengkel saat masih muda, kini kehidupan Pak Santo bertumpu pada penghasilan memperbaiki ban kendaraan roda dua di depan tempat tinggalnya.
“Sekitar 70% dari jumlah umat kami hidup di bawah garis sejahtera,” tutur Bu Anih selaku Ketua Pengurus Vihara Manggala Cemara di Karawang.
Ibu muda yang memiliki dua anak ini mengikuti kegiatan Tzu Chi untuk pertama kalinya saat pembagian kupon door to door ke rumah umat pada 16 Januari yang lalu dan hari ini hadir lebih awal di wihara mempersiapkan pembagian paket kepada warga.
Rudy sebagai koordinator pembagian paket cinta kasih di Vihara Manggala menggalang hati para penerima paket untuk berdana kembali melalui celengan bambu.
Perjalanan menuju ke rumah Bu Se Kiaw, salah satu penerima paket cinta kasih lainnya, sekitar 3 KM dari Vihara Manggala, ditempuh dengan kendaraan roda dua menyisiri pantai Laut Jawa. Rumah ibu berusia 70 tahun ini terletak sangat dekat dengan bibir pantai.
“Dapat beras,” desah Bu Se Kiaw dengan nada panjang serius dan mata membelalak. “10 kilo, perasaan senang, hati senang banget, ah kita makan, banyak terima kasih, Amitofo” tambahnya dengan selingan tawa dan tangan beranjali.
“Bu Se Kiaw kerja kalau ada kematian (di rumah duka), bikin kembang, bantu bantu kalo dipanggil,” ujar ibu berperawakan mungil dan ceria ini dengan meletakan telapak tangan kanan di depan dadanya. Ibu Se Kiaw tinggal bersama dan bergantung kepada adik bungsunya yang berpenghasilan tidak menentu dari mata pencaharian menjala.
“Setiap harinya kami masak seliter buat berdua,” ujar Bu Se Kiaw saat berada didapurnya.
Dari rumah Bu Se Kiaw kembali ke Vihara, penulis singgah menyambangi Bu Wilian yang juga ikut menerima paket cinta kasih Tzu Chi. Wanita kelahiran 1968 ini kehilangan penglihatannya sejak 2021 karena glaukoma.
“Semoga cinta kasih yang kita tanamkan bisa menumbuhkan bibit-bibit cinta kasih baru di Cemara, sehingga berkembang relawan-relawan baru yang bisa membantu lebih banyak lagi,” ungkap Rudy sebagai Koordinator kegiatan pembagian paket cinta kasi di Vihara Manggala. Relawan yang bergabung sejak 2025 ini menyatakan kebahagiaannya saat bisa membantu lebih banyak kepada mereka yang kehidupannya lebih sulit.
Kegiatan pembagian paket cinta kasih di Vihara Manggala selesai dalam kurun waktu dua jam dan ditutup dengan foto bersama para relawan. Semua relawan tampak bersuka cita atas kebajikan yang telah dilakukan dalam kegiatan kali ini.
Editor: Khusnul Khotimah