Paket Lebaran: Bantuan Sembako Menyambut Hari Nan Fitri

Jurnalis : Suyanti Samad (He Qi Pusat) , Fotografer : Suyanti Samad, Budi Setiawan (HeQi Pusat)

Relawan dan ibu-ibu kader PKK dengan cekatan membantu warga lanjut usia yang tidak mampu membawa paket sembako.

Setiap tahun, selama bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, harga bahan pokok selalu naik. Kenaikan harga ini tentu memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah. Apalagi, kebutuhan menyambut hari raya cenderung meningkat. Karena itu untuk meringankan beban masyarakat, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membagikan bantuan sembako di beberapa tempat. Salah satunya di Kelurahan Cipinang Besar Utara dan Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pada Minggu, 26 Juni 2016.

Bertempat di Sekolah Silaparamita, relawan Tzu Chi menyalurkan 788 paket sembako. Setiap paket sembako berisi 5 kilogram beras, satu kaleng biskuit dan dua botol sirup. Sekolah Silaparamita  dipilih karena lokasinya cukup strategis untuk dijangkau. Selain itu luas lokasi mendukung warga untuk tertib dan tidak berdesakan saat antre mengambil sembako.

Fanny Khemadassi Wong (59), selaku koordinator bakti sosial ini menuturkan, tujuan bakti sosial ini memang untuk membantu warga yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan agar dapat merayakan Lebaran dengan suka cita. Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat mempererat jalinan tali silatulami dengan para ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) serta para ketua RT dan RW setempat agar bisa bekerja sama pada kegiatan-kegiatan mendatang.

Pembagian sembako ini berlangsung di Sekolah Silaparamita dan berhasil menyalurkan 788 paket sembako.

Bakti sosial berjalan lancar dengan bantuan relawan, juga sukarelawan dari kader PKK, pengurus RT maupun RW setempat.

“Bantuan sembako ini diberikan kepada warga yang pernah mendapat bantuan pengobatan penyakit degeneratif, dan warga prasejahtera. Merangkul wilayah Cipinang Besar Utara dan Cipinang Besar Selatan agar menjadi daerah binaan He Qi Pusat nantinya, “ jelasnya.

Menurut Fanny, Bakti sosial ini juga mengajak masyarakat luas memberikan cinta kasih dan rasa peduli antar sesama tanpa memandang suku, agama, dan ras.

Warga begitu sangat senang dengan bantuan ini. Asram (71 tahun) juga mengaku terharu dengan apa yang dilakukan para relawan.“Sangat senang dan terima kasih bisa mendapat sembako ini. Sangat bahagia, beras ini bisa makan bersama keluarga di hari raya Idul Fitri nanti.” ujar Asram.

Warga lainnya, Asli (60 tahun) mengungkapkan, bantuan ini diberikan pada saat yang tepat, yakni saat dirinya memang membutuhkan.“Alhamdullilah dan bersyukur disaat saya sedang dalam kesusahan” ucapnya sambil berterima kasih.

Melihat kesungguhan para relawan, timbul keinginan di hati Maimunah (63 tahun) untuk menjadi relawan Tzu Chi agar dapat membantu orang lain yang membutuhkan. “Kemarin saya cerita kepada tetangga saya bahwa masih ada badan sosial yang peduli pada warga disini. Senang, bahagia dikasih sembako buat buka puasa nanti,” ujar Maimunah.

Dengan sabar, relawan membantu membawakan paket sembako bagi ibu-ibu lanjut usia

Warga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang sangat membantu mereka di tengah kenaikan harga bahan pokok.

Bersemangat Bersumbangsih

Bakti sosial pembagian sembako yang berjalan lancar ini tak lepas dari bantuan 17 orang sukarelawan dari kader PKK dan pengurus RT maupun RW setempat. Meski beberapa dari mereka tengah berpuasa, namun tetap semangat melaksanakan tugasnya masing-masing hingga selesai acara.

Salah seorang kader PKK RW 009, juga koordinator jumantik RW 009, Idah Inayah (41 tahun) mengatakan bantuan ini sangat membantu warga di saat hampir semua barang kebutuhan pokok melambung tinggi. “Bantuan paket sembako ini sangat membantu dan bermanfaat bagi warga kami yang tidak mampu. Apalagi mau menjelang lebaran, kami sangat membutuhkan sekali sembako ini untuk kebutuhan dalam menghadapi bulan suci Ramadhan, juga hari raya Idul Fitri” ujarnya.

Ketua RW 010, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Ali Rachman (56 tahun) adalah salah satu pihak yang sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, bantuan yang telah disalurkan sudah tepat sasaran, yaitu kepada warga yang tidak mampu dan para janda. “Bantuan sembako ini baru pertama kali diberikan kepada warga kami oleh Tzu Chi. Menjelang hari raya Idul Fitri, sebagian warga kami belum mempunyai apa-apa. Adanya bantuan sembako Tzu Chi ini sangatlah membantu.” jelasnya, berharap bantuan ini terus berkelanjutan.

Bagi Tzu Chi, butiran beras memang akan habis dimakan, tapi jejak cinta kasih dan rasa syukur akan terkenang sepanjang masa. Insan Tzu Chi berharap, bakti sosial pembagian sembako ini juga mampu menggalang hati warga setempat untuk bergabung dalam barisan Tzu Chi sehingga dapat bersama-sama melakukan kegiatan yang dapat meringankan beban orang lain.


Artikel Terkait

5.000 Paket Sembako Tzu Chi Kembali Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

5.000 Paket Sembako Tzu Chi Kembali Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

30 September 2020

Sebanyak 5.000 paket sembako Tzu Chi kembali disalurkan kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Penyaluran bantuan ini melalui bakti sosial yang digelar di Markas Komando Resor Militer (Korem) 052/Wijayakrama, di Kelurahan Semanan, Kalideres Jakarta Barat, hari ini Rabu 30 September 2020.

Kado Istimewa Bagi Warga Desa Cilangari di Bulan Ramadan

Kado Istimewa Bagi Warga Desa Cilangari di Bulan Ramadan

12 Juni 2019

“Kami tinggal di rumah yang tidak nyaman, plafonnya bolong, kalau hujan pasti bocor, lalu bau tak sedap dari kasur, kayu, dan bilik yang basah. Belum lagi kondisi rumah yang minim penerangan, terasa pengap di dada,” ucap Irma, penerima bantuan bedah rumah. Kini situasi tersebut sudah tidak akan ia rasakan lagi karena sejak 1 Juni 2019 lalu, mereka telah menempati rumah baru, bantuan dari Tzu Chi.

Paket Sembako untuk Warga Trijaya

Paket Sembako untuk Warga Trijaya

16 November 2017 Tzu Chi Bandung mengadakan kegiatan Bakti Sosial Pembagian Sembako di Kuningan, Jawa Barat. Sebanyak 400 paket sembako dibagikan kepada warga berisi: beras, minyak goreng, dan paket mi instan.
Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -