Peletakan Batu Pertama Depo Daur Ulang

Jurnalis : Chensuning (Tzu Chi Batam), Fotografer : Akhong, Aliman, Chensuning (Tzu Chi Batam)

Prosesi penyekopan sebagai tanda peletakan batu pertama Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Batam, 21 Desember 2014.

Pada Agustus 1990, Master Cheng Yen mengimbau para relawan untuk melestarikan lingkungan, menggalakkan pemilahan sampah, daur ulang dan pemanfaatan limbah, serta menghargai energi. Pada akhir ceramahnya, ketika para hadirin bertepuk tangan, beliau berkata, “gunakanlah kedua tangan kalian yang sedang bertepuk itu untuk melestarikan lingkungan.” Sejak saat itu, Tzu Chi mulai menggalakkan program pelestarian lingkungan.

Sesuai dengan imbauan dari Master Cheng Yen, relawan Tzu Chi di seluruh dunia mulai menggalakkan pelestarian lingkungan, termasuk Tzu Chi Indonesia di Jakarta dan seluruh kantor penghubung di luar Pulau Jawa. Seperti Tzu Chi Batam yang melakukan peletakan batu pertama depo daur ulang pada 21 Desember 2014 lalu. Depo daur ulang yang baru ini merupakan relokasi dari posko daur ulang yang lama. “Tanah depo daur ulang sebelumnya akan digunakan untuk pembangunan Aula Jing Si, makanya kita pindahkan deponya,” ujar Djaya Iskandar shixiong menjelaskan latar belakang pemindahan depo. Depo yang baru nantinya akan mempunyai fasilitas yang lebih lengkap dari depo sebelumnya. “Depo daur ulang ini akan lebih sempurna karena memiliki ruang tamu juga tempat untuk ditinggali karyawan,” tambahnya.

Dengan langkah tegap dan teratur, sebanyak 12 orang relawan Tzu Chi membawakan sekop dalam kegiatan peletakan batu pertama.


Seluruh relawan dan warga yang hadir memanjatkan doa untuk kelangsungan pembangunan posko daur ulang ini dan juga mendoakan agar dunia terhindar dari segala bencana.

Peletakan batu pertama secara simbolis ditandai dengan penyekopan pasir sebanyak 3 kali. Setiap sekopan memiliki makna menyucikan hati manusia, masyarakat damai sejahtera, dan dunia terhindar dari bencana. Tanggapan positif juga datang dari warga, salah satunya Widodo. “Kami dari RW blok 3 ini, terutama warga blok 3 sangat mendukung dan antusias dengan adanya pembangunan daur ulang ini. Semoga dapat berkelanjutan sampai di akhir nanti dan dapat berjaya untuk membantu masyarakat di sekitar batam ini,” ujar Widodo. “Saya tiap hari minggu mengikuti senam pagi di tempat daur ulang ini dan juga dari ibu-ibu kita juga membantu untuk daur ulang,” tambahnya.

Sambutan positif dari warga membuat relawan semakin bersemangat untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah. Semua dilakukan demi satu hal, membantu melindungi bumi yang sedang sakit. “Master pernah mengatakan kita harus mengerti makna melakukan daur ulang terhadap bumi. Setiap orang menginginkan kebahagiaan, akan tetapi jika bumi sakit maka kita tidak akan bahagia. Oleh karena itu, kita ingin mengimbau setiap orang untuk melakukan daur ulang,” ucap Diana Loe, Ketua Tzu Chi Batam berpesan pada relawan.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Batam, Diana Loe mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Batam memberikan sambutan dalam kegiatan peletakan batu pertama.


Para relawan Tzu Chi dan warga memperagakan bahasa isyarat tangan dengan tema "Satu Keluarga" dalam acara peletakan batu pertama.


Artikel Terkait

Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -