Pelukan Hangat untuk Keluarga Aldo

Jurnalis : Indah Puspita Sari (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : DS Lampung

Kebahagiaan berbagi di bulan Ramadan menjadi penghangat bagi Aldo dan keluarganya.

“Bersumbangsih tanpa pamrih yang membangkitkan rasa terima kasih dalam diri orang yang dibantu adalah menjalin jodoh baik”
-Kata Perenungan Master Cheng Yen-

Ada binar bahagia dari kedua matanya saat ia membukakan pintu rumahnya. Ia tersenyum malu sambil menyalami relawan dari komunitas Xie Li Downstream Lampung satu per satu. Aldo (14) saat ini bersekolah di SMP PGRI Sebalang, di desa sebelah.

Aldo tinggal di Dusun Rangai Utara, Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, bersama Pabo (78) kakek, Beda (71) nenek, dan kedua adiknya. Rumah yang dihuni Aldo berukuran sekitar 7 x 12 meter persegi. Lantainya sebagian sudah dilapisi semen, tetapi beberapa bagian tampak retak dan berlubang dimakan usia.

Sebagian ruang lainnya masih berupa tanah. Dinding rumahnya terbuat dari papan kayu yang juga sudah berlubang di banyak bagian. Keluarga Aldo menutupinya dengan triplek seadanya, yang penting dapat melindungi dari angin.

Relawan Tzu Chi Sinar Mas menyemangati Aldo untuk tegar dan kuat menjalani peran sebagai kakak dan orang tua pengganti bagi adik-adiknya.

Kunjungan relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas dari komunitas Xie Li Downstream Lampung membuat hati para relawan merasa miris. Mereka berusaha menahan haru, apalagi saat itu sedang menjalani ibadah puasa. Senja itu, Aldo yang didampingi neneknya menerima bantuan sembako yang dibawa relawan.

“Terima kasih atas bantuan sembakonya,” ucap Aldo dengan suara terbata.

Saat relawan berkunjung, kakek Aldo  terlihat sedang tertidur di sudut ruangan dengan alas tikar lusuh. Kakek Aldo Pabo merupakan seorang lansia tunanetra yang juga mengalami demensia. Karena keterbatasan tersebut, Pabo tidak banyak melakukan aktivitas. Sementara itu, kedua adik Aldo, yaitu Dea (10) dan Debi (8), masih duduk di bangku sekolah dasar.

Semntara Beda (Nenek Aldo) menjadi tulang punggung keluarga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Nenek Beda mencari nafkah di pasar lelang ikan Desa Rangai Tritunggal. Sejak subuh, sang nenek sudah mulai bekerja di tempat pelelangan ikan, membantu nelayan memilih ikan yang segar dan layak dijual. Selain itu, Nenek Beda  juga membantu membersihkan ikan dengan upah sekitar Rp30.000–Rp40.000 per hari. Dari pendapatan itulah seluruh kebutuhan keluarga dipenuhi, termasuk biaya sekolah Aldo dan adik-adiknya.

Relawan foto bersama dengan Nenek Beda, Aldo, dan Pabo Kakek Aldo di rumah sederhananya.

Ayah Aldo telah meninggal dunia ketika Debi, adiknya, masih berusia satu tahun. Sementara ibunya menikah lagi dan meninggalkan keluarga ini tanpa kabar. Aldo bercerita sambil sesekali mengusap air matanya. Kesedihan tampak ia pendam dalam diam, tetapi terlihat pula keteguhan seorang kakak.

“Saya bertekad harus kuat demi adik-adik. Saya ingin menjadi contoh yang baik, sekaligus menggantikan peran orang tua bagi mereka,” janji Aldo kepada para relawan.

Master Cheng Yen pernah berkata, “Seandainya kita dibutuhkan dan dapat menyumbangkan sesuatu bagi orang lain, itulah kehidupan yang paling berbahagia.” Melihat kondisi Aldo dan keluarganya, hati para relawan tentu terasa sedih. Bantuan yang diberikan berupa beras 5 kg, dan sembako. Bantuan ini memiliki arti besar bagi Aldo dan keluarganya.

Kunjungan ke rumah keluarga Aldo yang bertepatan dengan bulan Ramadhan ini menjadi pengingat bahwa berbagi bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memastikan tidak ada yang merasa menghadapi kesulitan seorang diri. Pelukan hangat yang diberikan para relawan kepada Aldo dan keluarganya menjadi penguat hati di tengah ibadah puasa tahun 2026.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Mengingat Nama Oma dan Opa

Mengingat Nama Oma dan Opa

23 Juli 2018
Sebanyak 22 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 2 mengunjungi panti Wisma Sahabat Baru, Jakarta Barat untuk memberikan perhatian serta menghibur penghuni panti tersebut.
Kasih Sayang dan Kesabaran Watisih Merawat Suaminya yang Stroke

Kasih Sayang dan Kesabaran Watisih Merawat Suaminya yang Stroke

04 Desember 2023

Awalnya Watisih sulit menerima cobaan ini, namun karena kasih sayang dan cinta kasihnya terhadap suami, Watisih dengan penuh kesabaran merawat suaminya yang stroke.

Dari Cemas Menjadi Syukur, Perjalanan Slamet Pulih dari Katarak

Dari Cemas Menjadi Syukur, Perjalanan Slamet Pulih dari Katarak

20 Agustus 2025

Relawan Tzu Chi Surabaya melakukan kunjungan kasih ke rumah Slamet Budiono, salah satu pasien operasi katarak pada Baksos Kesehatan Tzu Chi Ke-149 Juli lalu. Kunjungan ini sebagai bentuk pendampingan kepada pasien pascaoperasi.

Jangan takut terlambat, yang seharusnya ditakuti adalah hanya diam di tempat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -