Pembagian Beras di TPA Muara Fajar Pekanbaru

Jurnalis : Kho Ki Ho (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Kho Ki Ho (Tzu Chi Pekanbaru)

Para penerima bantuan beras berbaris rapih dengan menjaga jarak dan memakai masker ketika akan mengambil beras dengan menukarkan kupon beras yang sudah dibagikan sebelumnya. Relawan Tzu Chi Pekanbaru menyerahkan bantuan 218 paket beras (10 kg beras) untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kota Pekanbaru.


Tzu Chi Pekanbaru pada Kamis 16 September 2021 membagikan 218 karung beras kepada para pemulung dan pekerja TPA Muara Fajar. Relawan Tzu Chi berharap dengan dibagikannya beras ini bisa sedikit meringankan beban ekonomi keluarga para pekerja TPA dan pemulung yang sangat terdampak akibat pandemi Covid 19.

Pembagian beras ini disambut baik dengan sukacita para pemulung dan pekerja. Relawan dalam pembagian beras ini menjalankan protocol kesehatan agar pembagian beras ini tidak terjadi kerumunan dan berdesak-desakan.

Relawan Tzu Chi mensosialisasikan misi-misi Tzu Chi dalam kegiatan kemanusiaannya. Pada kesempatan ini relawan juga memberi arahan dalam pembagian beras agar tidak terjadi kerumunan.

Para penerima beras langsung mininggalkan lokasi pembagian beras agar tidak terjadi kerumunan warga di lokasi pembagian beras.


Relawan mengatur para penerima beras dengan berbaris berjarak satu setengah meter dengan rapi dan maju satu persatu dengan menyerahkan kupon yang sudah dibagikan sebelumnya untuk ditukarkan dengan 10 Kg beras.

Nurinda Simamora (48) salah satu penerima beras mengatakan merasa senang dan bersyukur mendapatkan beras dari Yayasan Tzu Chi Pekanbaru. “Senang, mulai dari diberitahukan ada bantuan, merasa senang, ditunggu-tunggu, terima kasih buat Yayasan Buddha Tzu Chi, semoga cepat berlalu covid-19”.

Para penerima beras mengambil sendiri beras yang sudah disiapkan relawan di atas kursi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak langsung antara relawan dan warga yang menerima paket beras.

Nurinda Simamora (48) dengan sukacita membawa 10 Kg beras melewati TPA Muara Fajar.


Kegiatan pembagian bantuan beras ini sangat di apresiasi oleh Sing Sia, Penanggung Jawab Kegiatan ini. “Melihat banyak yang terbantu, kami merasa bahagia”, ujar Sing Sia. Bantuan beras ini sangat diharapkan bagi wargaTPA Muara Fajar dan para pemulung ditengah pandemi Covid-19 yang kian hari semakin menyulitkan mereka terutama untuk kebutuhan pangan.

Pembagian beras ditengah PPKM Darurat ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban masayarkat di masa pandemi Covid-19 khususnya di Kota Pekanbaru. Walaupun beras ini akan habis pada waktunya namun cinta kasih yang disebarkan oleh relawan Tzu Chi Pekanbaru akan terus tumbuh dan menjadi benih kebajikan antar manusia.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Bantuan 50 Ton Beras untuk Warga Pati

Bantuan 50 Ton Beras untuk Warga Pati

22 September 2021

Masyarakat Pati, Jawa Tengah yang terdampak pandemi Covid-19 mendapatkan bantuan beras PPKM Darurat sebanyak 50 ton dari Tzu Chi Indonesia dan Pengusaha Peduli NKRI.

Jalinan Kasih Penuh Suka Cita di Tanjung Priok

Jalinan Kasih Penuh Suka Cita di Tanjung Priok

26 April 2017

Senin 24 April 2017 bertepatan dengan hari libur nasional Isra Mi’raj. Pagi itu, sekitar 60 insan Tzu Chi dan tujuh muda-mudi Tzu Chi komunitas He Qi Timur, Hu Ai Kelapa Gading sudah berkumpul di pelataran parkir Gereja Katolik Fransiskus Xaverius, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka bersiap membagikan 1.193 paket beras 10 kg kepada warga lingkungan paroki gereja dan wilayah di sekitarnya.

Tzu Chi bersama Agung Sedayu Group, Sinar Mas Group dan Salim Group Siap Bagikan Beras 5.000 Ton untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Tzu Chi bersama Agung Sedayu Group, Sinar Mas Group dan Salim Group Siap Bagikan Beras 5.000 Ton untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

25 November 2020
Dalam upaya meringankan kesulitan masyarakat, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, bersama dengan Agung Sedayu Group, Sinar Mas Group dan Salim Group bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia berkomitmen dalam penyaluran 5.000 ton beras cinta kasih kepada masyarakat terdampak covid-19.  
Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -