Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu melakukan audiensi terkait percepatan pembangunan Huntap bagi korban banjir.
Pasca banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama pemerintah terkait bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat secara masif. Upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, sekaligus mendukung warga terdampak agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi yang serba terbatas.
Selain itu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama sejumlah instansi kementerian dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (Huntap). Pembangunan ini menjadi bagian dari langkah pemulihan jangka panjang, dengan tujuan menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga terdampak bencana.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu berharap pembangunan hunian tetap dapat diselesaikan secepat mungkin agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat terdampak. Percepatan pembangunan dinilai penting, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, sehingga warga tidak lagi harus merayakan hari besar keagamaan di hunian darurat.
“Semakin cepat tentu semakin baik. Harapannya, masyarakat bisa merayakan Lebaran tidak lagi di hunian darurat, tetapi sudah berada di hunian tetap. Ini bisa menjadi kado Idul Fitri bagi masyarakat Tapanuli Tengah, di mana mereka dapat merayakannya di rumah yang telah dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia,” ujarnya.
Penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) yang dilakukan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto untuk percepatan pembangunan Huntap di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Pada hari yang sama yakni Senin, 5 Januari 2026, langkah percepatan pembangunan juga dilakukan melalui penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) yang juga dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak banjir besar di daerah aliran Sungai Batangtoru. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam penanganan pascabencana di wilayah tersebut.
Di atas lahan seluas sekitar 5 hektare, sebanyak 227 unit hunian tetap direncanakan dibangun di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru. Pembangunan ini diharapkan dapat menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak, sekaligus mendukung pemulihan kehidupan warga secara bertahap pascabencana.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi kesungguhan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia beserta seluruh personel yang terlibat dalam pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana. Menurutnya, komitmen dan semangat yang ditunjukkan para relawan patut dihargai dan diimbangi dengan kerja yang sama seriusnya dari seluruh pihak.
“Ini merupakan kesungguhan yang luar biasa dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dari personel seperti Pak Mujianto, Pak Andre, dan seluruh kawan-kawan Tzu Chi Indonesia. Semangat mereka menurut saya sangat luar biasa. Karena itu, semangat tersebut harus kita imbangi bersama. Jangan sampai terbalik, yang dibantu justru lebih bersemangat dibandingkan yang membantu,” ujarnya.
Bersama dengan Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia meninjau lahan yang akan dijadikan lokasi Huntap bagi korban banjir.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pembangunan hunian tetap telah dilakukan sejak awal. Ia menjelaskan, proses di lapangan membutuhkan waktu, terutama untuk pembersihan area, namun seluruh tahapan tersebut telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait di daerah.
“Kami sudah mempersiapkan semuanya sejak awal. Lokasi sudah disediakan dan kami siap melaksanakan pembangunan. Memang dibutuhkan waktu untuk pembersihan lahan, namun hal ini tidak kami anggap sebagai keterlambatan karena sudah dikoordinasikan dengan warga setempat serta Muspida, yaitu unsur pimpinan daerah seperti pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI,” ujarnya.
Editor: Arimami Suryo A