Pemberkahan Akhir Tahun 2025: Ruang Syukur, Doa, dan Kepedulian

Jurnalis : Calvin (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Abdul Rahim, Purwanto (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)

Pemberkahan Akhir Tahun 2025 ini dihadiri 401 dermawan, yang bersama-sama menyaksikan berbagai misi kemanusiaan Tzu Chi sepanjang tahun 2025, di mana para dermawan turut bersumbangsih di dalamnya melalui dukungan donasi yang telah diberikan.

Jelang Pemberkahan Akhir Tahun (PAT) 2025 pada 25 Januari 2026, relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengundang masyarakat di sejumlah wilayah. Dimulai pada 10 Januari 2026 bersama guru dan murid SMP Swasta Vidya Sasana dengan menyusuri rumah dan pertokoan warga di Kota Tanjung Balai Karimun.

Esoknya di kawasan Baran bersama siswa kelas Budi Pekerti, kemudian pada 16 Januari 2026 di Pulau Buru, dan ditutup pada 17 Januari 2026 di wilayah Meral. Sepanjang kegiatan, kehadiran Dewa Rezeki, iringan musik Imlek, serta pembagian chun lian menghadirkan suasana semarak dan hangat sebagai simbol doa dan harapan akan keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan di tahun mendatang.

Jurman yang sejak awal persiapan hingga hari pelaksanaan mengemban berbagai tanggung jawab berbeda dan selalu menjalankannya dengan baik serta teliti.

Menambah kemeriahan acara sekaligus menyambut Imlek yang semakin dekat, pertunjukan barongsai turut dihadirkan, menciptakan suasana penuh sukacita dan kebahagiaan.

Para relawan juga melakukan gladi kotor guna memastikan seluruh rangkaian Pemberkahan Akhir Tahun berjalan tertib dan khidmat. Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan para relawan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Jurman, salah satu relawan, menyebut Pemberkahan Akhir Tahun memiliki makna khusus baginya.

“Pemberkahan Akhir Tahun hanya berlangsung setahun sekali dan selalu menghadirkan kebahagiaan. Meski persiapannya tidak mudah, saya berusaha selalu siap berkontribusi agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kekhidmatan dan kekhusyukan acara makin terasa dengan kehadiran tiga Bhikkhu Sangha.

Ruang Syukur Relawan dan Dermawan
Hari yang dinanti pun tiba, pemberkahan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Masyarakat umum, penerima bantuan, serta para dermawan hadir dan larut dalam kebersamaan.

Tahun ini, Master Cheng Yen menyampaikan pesan, “Jangan Lupakan Tekad Awal Masa Celengan Bambu; Selamanya Mengingat Ikrar Agung Silsilah dan Mazhab Tzu Chi.” Master Cheng Yen senantiasa mengingatkan agar tidak melupakan niat awal, para inspirator, serta peristiwa yang menuntun langkah di jalan Bodhisatwa.

Setiap tahunnya, Pemberkahan Akhir Tahun di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun diselenggarakan dalam dua sesi. Hal ini memberikan kesempatan bagi para dermawan untuk mengikuti acara serta mengetahui secara langsung berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dijalankan sepanjang tahun. Pelaksanaan dua sesi ini juga menjadi wujud pertanggungjawaban atas kepercayaan yang telah diberikan.

Para relawan Tzu Chi memperagakan isyarat tangan berjudul Zhi Cheng Fa Yuan, yang sarat makna dan Dharma, sebagai pengingat untuk menyalakan kembali cahaya tekad dalam diri agar pikiran Bodhi senantiasa berkesinambungan tanpa terputus.

Anak-anak kelas Budi Pekerti turut mempersembahkan isyarat tangan berjudul Ai Xin Wa Wa.

Kedua sesi acara diawali dengan pertunjukan barongsai dari Satria Nusa Dharma Kundur dan Barongsai Citia Vidya Sasana. Nuansa jelang Imlek menghadirkan suasana meriah, penuh keceriaan, serta harapan baik bagi tahun yang akan datang.

Setelah itu, para Bhikkhu Sangha memimpin penghormatan kepada Buddha dan Master Cheng Yen, dilanjutkan dengan pelantunan gatha pembukaan sutra. Para relawan Tzu Chi kemudian mempersembahkan isyarat tangan Zhi Cheng Fa Yuan, yang sarat makna Dharma untuk menyalakan kembali cahaya tekad agar pikiran Bodhi senantiasa berkesinambungan.

Anak-anak kelas Budi Pekerti turut mempersembahkan isyarat tangan Ai Xin Wa Wa. Gerakan sederhana ini menghadirkan keceriaan sekaligus menyampaikan pesan cinta kasih yang mendalam, menambah kebahagiaan seluruh hadirin.

Paulina, koordinator kegiatan, menegaskan bahwa seluruh aktivitas dilandasi prinsip nirlaba dan dijalankan secara transparan, di mana seluruh donasi disalurkan dari masyarakat untuk masyarakat serta dilaporkan secara terbuka kepada para dermawan.

Rangkaian acara dilengkapi dengan kilas balik perjalanan Tzu Chi yang menampilkan kisah-kisah inspiratif dan menyentuh hati. Tayangan ini menjadi sarana refleksi sekaligus ajakan untuk terus menanam berkah demi dunia yang lebih damai dan bebas dari penderitaan.

Kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pelayanan kemanusiaan Tzu Chi. Paulina, koordinator kegiatan, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dijalankan berdasarkan prinsip nirlaba dan transparansi.

“Semua kegiatan Tzu Chi berasal dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat. Melalui keterbukaan laporan dan penggunaan dana, kami membangun kepercayaan agar masyarakat dapat melihat langsung bantuan apa saja yang telah Tzu Chi lakukan,” ungkapnya.

Vio Dwi Pramudita menilai bahwa rangkaian kegiatan ini memberikan pembelajaran penting tentang makna kepedulian yang bersifat universal dan berlandaskan nilai kemanusiaan.

Salah satu tamu undangan, Vio Dwi Pramudita menilai bahwa kegiatan Tzu Chi memberikan pembelajaran penting tentang makna kepedulian yang bersifat universal.

“Jadi karena program ini itu banyak mengajarkan kita itu bahwa kepedulian itu harus bersifat universal. Kepedulian itu tidak bisa berlandaskan subjektifitas saja,” ungkapnya.

Dari 50 Sen Menjadi Gerakan Dunia
Kisah awal perjalanan Tzu Chi yang sederhana namun penuh makna turut meninggalkan kesan mendalam. Rosni (48), salah satu tamu undangan, mengaku terharu menyaksikan bagaimana gerakan kemanusiaan ini bermula dari langkah kecil yang dilandasi cinta kasih.

“Saya sangat terkesan bagaimana Tzu Chi berawal dari 50 sen. 50 sen itu sampai berkembang ke seluruh dunia. Master Chen Yen yang dengan hati penuh cinta kasih menggerakkan semua orang untuk ikut beramal,” ungkapnya.

Kisah awal perjalanan Tzu Chi yang sederhana namun sarat makna meninggalkan kesan mendalam bagi Rosni.

Dalam sambutannya, Sukmawati menegaskan bahwa keberlangsungan dan perkembangan Tzu Chi hingga saat ini tidak terlepas dari peran serta para dermawan yang senantiasa berjalan bersama di jalan Bodhisatwa dengan tekad yang tak berubah.

Menjelang akhir acara, sambutan disampaikan oleh Ketua Harian Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, Sukmawati, dan Wakil Pimpinan Tzu Chi, Ah Kiong. Sukmawati menegaskan bahwa berdirinya dan berkembangnya Tzu Chi hingga kini tidak terlepas dari peran para dermawan.

“Berdirinya Tzu Chi ini karena anda semua. Andalah yang membuat Tzu Chi dapat terus menjalankan misi kemanusiaan di pulau penuh berkah ini. Semoga kita senantiasa berjalan bersama di jalan Bodhisatwa dengan tekad yang tidak berubah, yang berubah hanyalah rambut kita yang semakin memutih,” tuturnya.

Sebagai penutup acara, para relawan membagikan angpao kebijaksanaan dari Master Cheng Yen kepada para dermawan yang hadir sebagai simbol rasa terima kasih dan pemberkatan.

Sebagai penutup, para relawan membagikan angpao kebijaksanaan dari Master kepada 401 dermawan yang hadir. Angpao ini menjadi simbol rasa terima kasih dan pemberkatan. Semoga cinta kasih terus tersebar luas, sehingga jalan kebajikan ini dapat terus tumbuh dan bertahan sepanjang masa.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Sucita Pemberkahan Awal Tahun 2025 di Lampung

Sucita Pemberkahan Awal Tahun 2025 di Lampung

13 Februari 2025

Pemberkahan Awal Tahun 2025 Tzu Chi di Lampung berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan yang di selenggarakan pada Sabtu, 8 Februari 2025 ini dihadiri 155 tamu undangan dan kurang lebih 60 relawan.

Perjalanan Berbagi dan Berbuat Baik di Pemberkahan Awal Tahun 2025 He Qi Tangerang

Perjalanan Berbagi dan Berbuat Baik di Pemberkahan Awal Tahun 2025 He Qi Tangerang

25 Februari 2025

Pemberkahan Awal Tahun 2025 di He Qi Tangerang berbagi kebersamaan dan inspirasi dari misi amal Tzu Chi. Kisah Sidarlina, Ahmad Didi, dan Johnny Chandrina menginspirasi dengan bagaimana bantuan Tzu Chi mengubah hidup dan menumbuhkan semangat berbagi.

Pemberkahan Awal Tahun 2025: Menyebarkan Cinta Kasih dan Kebajikan di Tzu Chi Palembang

Pemberkahan Awal Tahun 2025: Menyebarkan Cinta Kasih dan Kebajikan di Tzu Chi Palembang

12 Februari 2025

Pemberkahan Awal Tahun 2025 di Tzu Chi Palembang mengusung semangat kebajikan dan persaudaraan, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan relawan, donatur, dan masyarakat. 

Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -