Pemberkahan Awal Tahun Tzu Chi Medan

Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan, Lukman (Tzu Chi Medan)


Meski digelar secara daring, para peserta Pemberkahan Awal Tahun mengikuti rangkaian acara dengan rasa haru dan bahagia. 

Setiap tahun, baik menjelang tahun baru Imlek maupun awal tahun, Tzu Chi Medan selalu mengundang para donatur maupun masyarakat umum dan relawan hadir dalam acara Pemberkahan Awal/Akhir Tahun. Namun tahun ini karena masih pandemi Covid-19, Pemberkahan Awal Tahun Tzu Chi Medan pun digelar secara daring, Minggu 28 Februari 2021.

Temanya Pemberkahan adalah “Memetik Pelajaran Besar Demi Manfaat Semua Makhluk, Mempraktikkan Kebajikan di Dunia Demi Tercapainya Keharmonisan”. Yang hadir secara offline adalah para pengurus Tzu Chi Medan dan beberapa panitia yang berjumlah 24 orang. Sementara yang hadir secara virtual berjumlah 360 orang. Total yang ikut Pemberkahan Awal Tahun sebanyak 384 orang.

Perberkahan Awal Tahun dimulai pukul 10.00 WIB. Merry Sudilan mengawali dengan menyapa para hadirin dengan begitu semangat. Dan sebagai pembuka acara, suara dari gendang dan genderang membahana dengan lagu “Kehidupan Sang Buddha Memutar Roda Dharma” yang dibawakan oleh tim Zhong Gu Tzu Chi Medan. Walaupun masing-masing anggota tim harus latihan sendiri di rumah, namun berkat kesungguhan hati, semua gerakan di tampilkan dengan begitu rapi.

“Karena masa pandemi, kita harus social distancing, maka tim Zhong Gu juga tidak bisa berkumpul semuanya, baik saat latihan maupun rekaman. Untuk itu kami berharap agar pandemi ini dapat segera berlalu dan team Zhong Gu dapat berkumpul kembali utk latihan bersama dan belajar Dharma Master,” kata Yenni Wanjaya dari tim Zhong Gu.

Kilas Balik Tzu Chi di Sumatera Utara

 

Relawan yang mengikuti acara secara offline di Kantor Tzu Chi Medan hanyalah para pengurus struktur 4 in 1 Tzu Chi Medan.

Dalam kesempatan ini para peserta diajak untuk melihat jejak langkah relawan Tzu Chi seluruh Indonesia dalam Kilas Balik Tzu Chi Indonesia tahun 2020. Tzu Chi Medan sendiri berkat para relawan dan para donatur tetap menjalankan visi dan misinya dalam memberikan semangat dan cinta kasih kepada mereka yang membutuhkan. Karena sumbangsih relawan mencakup Tzu Chi Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Binjai, kisaran dan bahkan sampai ke Aceh dan Lhokseumawe, maka peserta juga diajak untuk menyaksikan Kilas Balik Tzu Chi Sumatera Utara.

Laporan jumlah bantuan yang telah diberikan selama tahun 2020 pun ditampilkan dalam layar sebagai pertanggungjawaban Tzu Chi kepada para donatur dan masyarakat. Rincian untuk bantuan terdiri dari bantuan biaya pengobatan kepada 156 orang, pendidikan untuk 376 anak asuh yang tersebar di sekolah swasta maupun negeri di Kota Medan dan sekitarnya. Lalu santunan biaya hidup ke 1.338 keluarga, bantuan 11.655 kg beras untuk 819 keluarga, bedah/renovasi 5 rumah, serta bantuan tanggap darurat kebakaran untuk 136 keluarga.


Merry Sudilan selaku MC, membawakan acara dengan begitu semangat.

Adapun bantuan untuk banjir diberikan kepada 106 keluarga, bantuan untuk korban angin puting beliung sebanyak 88 keluarga.  Selain itu karena masa pandemi, maka Tzu Chi Medan hanya melakukan satu kali kegiatan donor darah dengan perolehan 115 kantong darah.

Kemudian bakti sosial kesehatan umum, kulit, THT, gigi, dan mulut oleh TIMA ke 250 pasien dan bakti sosial pembagian sembako kepada 332 keluarga. Selama tahun 2020 tercatat 16.163 donatur tetap dan barang daur ulang yang berhasil dipilah sebanyak 901.675 satuan.

Pendampingan kepada Gan En Hu
Di antara begitu banyak kisah penerima bantuan Tzu Chi atau Gan En Hu, kali ini ada dua Gan En Hu Tzu Chi Medan yang mengutarakan isi hatinya yaitu Ilhamsyah dan Susanna. Ilhamsyah buta sejak kecil karena penyakit campak. Mata pencahariannya sebagai tukang kusuk. Di masa pandemi, jarang ada yang datang untuk dikusuk, Ilhamsyah pun meminta bantuan beras ke Tzu Chi.

Bukan hanya memberikan bantuan beras, relawan pun memberikan pendampingan dan semangat kepada Ilhamsyah sehingga tergerak hatinya untuk ikut berdonasi. “Selagi kita bisa berusaha, apa yang ada, itulah yang kita beri,” kata Ilhamsyah.


Sharing relawan (Yulfitrie) tentang pola hidup vegetarian yang memberi manfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain.

Memberi sesuatu yang berlimpah itu sudah biasa. Namun memberi di tengah keterbatasan adalah berkah yang luar biasa, sebab donasi bukan dinilai berdasarkan apa yang diberi melainkan dari hati yang memberi.

Sedangkan Susanna yang menderita kanker nasopharynx stadium 2 yaitu jenis kanker yang tumbuh di belakang rongga hidung dan langit-langit rongga mulut sehingga tumbuh benjolan dalam tenggorokan, penglihatan Susana pun kabur dan kesulitan membuka mulut. Sejak Susanna meminta bantuan ke Tzu Chi, ia pun mendapat pendampingan dan penguatan batin dari relawan Tzu Chi dalam menjalani pengobatan. Sehingga bukan hanya kesembuhan fisik tetapi juga kesembuhan batin yang membuat Susanna merasa bersyukur masih mempunyai kesempatan untuk hidup. Kini ia bertekad menjadi relawan untuk meneruskan rantai kebaikan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan juga kepada Master Cheng Yen. Saya bertekad ingin seperti para relawan yang bisa memberikan cinta kasih kepada orang lain,” tutur Susanna.

Berdampingan Dengan Alam dan Makhluk Hidup Lain

 

Ketua Tzu Chi Medan, Su Pun Wui membagikan angpao berkah dan kebijaksanaan dari Master dan juga souvenir untuk semua yang ikut acara Pemberkahan Awal Tahun secara offline.

Di masa pandemi, Master Cheng Yen setiap hari mengimbau agar kita hidup berdampingan dengan alam dan makhluk hidup lain. Salah satu obat paling mujarab dalam melawan virus covid-19 adalah dengan mengubah pola makan dengan tulus bervegetaris. Banyak relawan Tzu Chi yang sudah bertekad untuk bervegetaris Salah satunya Yulfitri.

“Sejak bervegetaris, saya merasakan manfaatnya, salah satunya emosi saya lebih stabil, terutama dalam menghadapi anak-anak. Dari segi kesehatan, saya merasa lebih baik, mungkin efek dari hati yang lebih bahagia karena hati saya sudah merasa tidak bersalah lagi, tidak lagi demi memenuhi nafsu makan hewani yang secara tidak langsung kita telah membunuh mahkluk hidup lain. Untuk itu saya berharap semoga lebih banyak lagi teman-teman untuk bervegetaris dan ikut merasakan manfaatnya,”tutur Yulfitri.


Ketua Tzu Chi Medan, Su Pun Wui menyampaikan terima kasih kepada donatur dan relawan yang telah mendukung Tzu Chi dalam menyebarkan cinta kasih di masyarakat.

Dalam Pemberkahan Awal Tahun secara virtual ini, relawan juga menyampaikan ucapan selamat dari Master Cheng Yen dan kepada seluruh peserta acara baik online maupun yang hadir di Kantor Tzu Chi Medan. Su Pun Wui, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Medan membagikan angpao berkah dan kebijaksanaan dari Master Cheng Yen kepada para relawan yang hadir secara offline, sedangkan yang ikut online, angpao berkah akan tetap dibagikan nantinya.

“Tzu Chi di tahun 2020 telah semaksimal mungkin mendistribusikan bantuan ke masyarakat, ini semua berkat dukungan para donatur dan juga para relawan. Untuk itu dalam kesempatan ini, saya mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi mengucapkan Gan En dan terima kasih kepada para donatur yang tidak berhenti berdonasi ke Tzu Chi sehingga roda kebajikan tidak pernah berhenti. Juga Gan En kepada semua relawan yang selalu antusias di dalam menjalankan kebajikan walaupun masa pandemi Covid 19,” ujar Su Pun Wui.

Editor: Khusnul Khotimah


Artikel Terkait

Bantuan Untuk Warga Mekar Jaya, Kabupaten Lampung Timur

Bantuan Untuk Warga Mekar Jaya, Kabupaten Lampung Timur

21 Maret 2018
Banjir yang melanda Desa Mekar Jaya, Kabupaten Lampung Timur menyisakan kepedihan bagi warga. Tidak hanya rumah, sawah warga juga tergenang sehingga menyebabkan gagal panen. Relawan Tzu Chi Lampung terjun ke lokasi banjir dengan membawa bantuan bagi warga.
Mendapat Kebahagiaan Sejati di Tzu Chi

Mendapat Kebahagiaan Sejati di Tzu Chi

03 Agustus 2020

Tzu Chi Talks bertopik “My Tzu Chi Life’s Script” dengan narasumber Liliawati Rahardjo, seorang relawan senior Tzu Chi yang juga Managing Director PT. Summarecon Agung Tbk, berlangsung pada Sabtu 1 Agustus 2020, diikuti oleh 455 partisipan LIVE melalui ZOOM, Youtube, Instagram, dan Facebook Tzu Chi Indonesia.

Apa yang kita lakukan hari ini adalah sejarah untuk hari esok.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -