Perayaan Empat Belas Tahun Depo Daur Ulang Mandala yang Meriah

Jurnalis : Robby Mulia Halim (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan, Leo Rianto (Tzu Chi Medan)

Para relawan Tzu Chi Hu Ai Mandala bersama-sama melakukan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun dengan diiringi lagu ulang tahun dan tepukan tangan meriah hadirin.

Tak terasa Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan (PL) Tzu Chi Mandala, Medan telah memasuki tahun ke-14. Depo PL Mandala menjadi saksi perayaan 14 tahun yang digelar oleh relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Mandala pada hari Rabu, 8 April 2026.

Acara yang dihadiri oleh 85 relawan dan beberapa tamu undangan dari warga sekitar ini menjadi bentuk syukuran atas depo yang telah berjalan selama 14 tahun, yang tentu saja berkat dukungan semua relawan dan masyarakat, sekaligus mempererat jalinan jodoh antar relawan dan masyarakat.

“Selain sebagai tempat pemilahan (daur ulang) dan berkegiatan, depo sudah seperti rumah bagi relawan. Semua yang hadir di acara ini sangat bersukacita, suasananya lebih seperti reuni keluarga besar,” ungkap Nicholas Leonardi, koordinator kegiatan.

“Malam ini bukan hanya tentang merayakan, tetapi juga tentang mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama, mengenang setiap langkah kecil yang telah membawa kita sampai di titik ini. Empat belas tahun bukan waktu yang singkat. Semoga kita semua dapat menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh sukacita,” sambut Yessica, pemandu acara.

Ketua Hu Ai Mandala, Elsa Huang, dalam sambutannya memuji semangat dan kesungguhan hati relawan selama ini sehingga Depo Mandala semakin berkembang dan dikenal masyarakat. “Depo ini tidak hanya untuk menampung dan memilah barang daur ulang, tetapi juga sebagai sarana bagi relawan untuk membina dan melatih diri. Gan en kepada semua relawan yang telah bersungguh hati membuat depo Mandala ini benar-benar menebarkan cinta kasih dan kebajikan,” ucap Elsa.

Kue ulang tahun dan nasi tumpeng ini dipersembahkan dari relawan Tzu Chi Hu Ai Mandala.

Para relawan diajak untuk menyaksikan tayangan kilas balik Depo Mandala, mulai dari tanah kosong penuh semak belukar dan ilalang, relawan saling bahu-membahu membersihkan lahan, hingga peletakan batu pertama sampai berkembang menjadi Depo Pendidikan Daur Ulang seperti sekarang. Para relawan juga diajak untuk menyaksikan tayangan video kegiatan yang telah dilakukan di depo sepanjang tahun 2025–2026.

Melalui tayangan kilas balik, relawan diingatkan kembali bahwa perjalanan ini tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh banyak hati yang tulus. Dalam semangat Tzu Chi, kita percaya bahwa setetes kebaikan, jika dikumpulkan, akan menjadi lautan kebajikan. Setiap langkah kecil, setiap niat baik, dan setiap tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus telah menjadi bagian dari perjalanan indah ini.

Pada acara ini juga ditampilkan gerakan bahasa isyarat tangan lagu Shou Qian Shou (Bergandengan Tangan) yang diperagakan oleh relawan bersama peserta lainnya sehingga suasana bertambah meriah.

Melalui gerakan yang sederhana, tersimpan makna bahwa kebersamaan tidak semata-mata berjalan berdampingan, tetapi juga saling menggenggam, saling menguatkan, dan tidak melepaskan satu sama lain dalam suka maupun duka. Ketika kita saling menggenggam, langkah yang berat terasa ringan dan jalan yang panjang terasa lebih berarti.

Para relawan yang hadir lalu diajak mendengarkan ceramah Master Cheng Yen melalui tayangan Lentera Kehidupan bertema Bersatu Hati dalam Keluarga Besar Tzu Chi. Master Cheng Yen berpesan untuk senantiasa mengembangkan cinta kasih, karena hanya cinta kasih yang dapat melenyapkan bencana dan menyembuhkan luka.

Dalam meredam setiap masalah yang timbul, kita harus memberikan cinta kasih, bersumbangsih dengan tulus, sungguh-sungguh, dan penuh rasa hormat. Beliau juga berpesan agar relawan saling harmonis, saling mengasihi, bersatu hati, dan bergotong royong.

Prosesi yu sheng oleh relawan yang melambangkan harapan akan kemakmuran, kebahagiaan dan keharmonisan.

Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus akan menjadi bagian dari perubahan besar. Ketika berjalan bersama dengan hati yang penuh cinta kasih, tidak ada hal yang tidak mungkin untuk diwujudkan. “Bersumbangsih tanpa kemelekatan, mempraktikkan cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin, serta bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong,” nasihat Master Cheng Yen.

Puncak acara ketika pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun secara bersama-sama oleh relawan, diiringi lagu ulang tahun dan tepuk tangan meriah dari para hadirin, disusul prosesi yu sheng, yaitu menu yang terdiri dari irisan sayuran segar seperti wortel, kol ungu, timun, dan lobak dengan berbagai warna serta buah-buahan yang diaduk bersama saus, kacang, dan wijen, lalu diangkat tinggi-tinggi, melambangkan harapan akan kemakmuran, kebahagiaan, dan keharmonisan.

Acara ditutup dengan doa bersama, foto bersama, dan makan malam bersama menikmati hidangan vegetarian yang disiapkan relawan tim konsumsi dengan kesungguhan hati dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Semua makanan dan minuman merupakan donasi dari relawan dan para donatur.

Empat Belas Tahun Menebarkan Kebajikan
Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Mandala diresmikan pada 8 April 2012 dan didirikan sebagai tempat melakukan daur ulang (pemilahan) barang-barang tak terpakai di lingkungan sekitar.

“Awalnya saya diminta Ketua Yayasan sebagai penanggung jawab depo, tetapi saya tidak berani karena saat itu saya hanya ketua Xie Li (komunitas). Setelah bertemu Master Cheng Yen di Taiwan dan mendapat dukungan serta motivasi dari beliau, barulah timbul keyakinan untuk menerima tanggung jawab itu,” kenang Lim Ik Ju yang saat ini mengemban tanggung jawab sebagai Ketua He Qi Jati.

Ketua Hu Ai Mandala, Elsa Huang, menyampaikan kata sambutan yang memuji semangat dan kesungguhan hati relawan sehingga depo Mandala semakin berkembang dan dikenal masyarakat.

Di masa awal, masyarakat tentu saja belum mengenal Depo Mandala sehingga tidak bisa mengharapkan barang-barang daur ulang dari warga sekitar. Para relawan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mensosialisasikan pelestarian lingkungan sekaligus mengumpulkan barang-barang daur ulang. Untuk menarik minat masyarakat melakukan daur ulang, relawan melakukan pemilahan barang di depo dua kali seminggu.

Dengan semangat dan usaha tanpa kenal lelah dari Lim Ik Ju dan relawan lainnya, Depo Pendidikan Mandala akhirnya dikenal masyarakat dan saat ini telah memiliki sekitar 150 relawan dari yang awalnya hanya 10–20 relawan.

Tidak hanya pemilahan barang daur ulang, berbagai kegiatan juga diadakan di Depo Pendidikan Mandala, seperti gathering, sosialisasi pelestarian lingkungan, rapat kasus amal, gathering penerima bantuan khusus (Gan En Hu), pertemuan anak asuh, buka puasa bersama, bakti sosial kesehatan, hingga tempat berlangsungnya Misi Pendidikan Kelas Kata Perenungan Master Cheng Yen (Jing Si Ban) setiap bulan.

Depo Mandala juga telah menerima kunjungan dari berbagai pihak seperti siswa sekolah, mahasiswa, instansi, dan vihara yang ingin mempelajari pelestarian lingkungan dan daur ulang (pemilahan barang-barang yang bisa di daur ulang.

Ketua He Qi Jati, Lim Ik Ju, sangat mengapresiasi perayaan empat belas tahun depo daur ulang Mandala. Ia berharap depo Mandala tetap menjadi sarana  untuk menjalankan misi Tzu Chi dan senantiasa menebarkan kebaikan bagi sesama.

Ketua He Qi Jati, Lim Ik Ju, dalam pesan cinta kasihnya menyampaikan apresiasi atas perayaan ulang tahun Depo Pendidikan Daur Ulang Mandala yang keempat belas. Ia berpesan kepada semua relawan untuk He He Hu Xie (bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan gotong royong), baik dalam kegiatan Tzu Chi maupun kehidupan sehari-hari.

“Perjalanan Depo Mandala selama 14 tahun tidak selalu mudah. Saya merasa bersukacita melihat para relawan sangat kompak dan saling bergandengan tangan menyebarkan cinta kasih. Semoga Depo Mandala tetap menjadi sarana untuk menjalankan Misi Tzu Chi seperti yang diinginkan Master Cheng Yen, barisan relawan semakin panjang, dan senantiasa menebarkan kebaikan bagi sesama,” pungkas Lim Ik Ju.

Peragaan isyarat tangan lagu Shou Qian Shou (Bergandengan Tangan) oleh relawan.

Peringatan ulang tahun ini tidak sekadar merayakan, tetapi menjadi momen untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui bersama, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap daur ulang dan menjaga lingkungan.

“Sangat bahagia sekaligus terharu melihat perubahan Depo Pendidikan PL Mandala dari yang tidak ada apa-apa hingga seperti sekarang. Para relawan sangat harmonis dan bergotong royong dalam setiap kegiatan di depo. Semoga semua relawan selalu bersatu hati dan bergandengan tangan agar Depo Mandala semakin berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat,” harap Elsa Huang, Ketua Hu Ai Mandala.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Syukuran Tiga Belas Tahun Depo Daur Ulang Titi Kuning

Syukuran Tiga Belas Tahun Depo Daur Ulang Titi Kuning

14 November 2025

Relawan Tzu Chi Medan merayakan ulang tahun Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning ke-13. Perayaan ulang tahun ini menjadi momen untuk merayakan keberhasilan dan kontribusi depo Titi Kuning dalam upaya pelestarian lingkungan.

Perayaan Empat Belas Tahun Depo Daur Ulang Mandala yang Meriah

Perayaan Empat Belas Tahun Depo Daur Ulang Mandala yang Meriah

14 April 2026

Perayaan 14 tahun Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan (PL) Tzu Chi Mandala Medan menjadi momen refleksi perjalanan panjang relawan dalam menebarkan cinta kasih dan kepedulian lingkungan.

Tujuh Tahun Depo Mandala; Mari Bersatu Hati

Tujuh Tahun Depo Mandala; Mari Bersatu Hati

15 April 2019
Tak terasa sudah tujuh tahun diresmikannya Depo Pelestarian Lingkungan Mandala. Pada Senin 8 April 2019, Komunitas Tzu Chi di Hu Ai Medan Timur mengadakan gathering memperingati tujuh tahun Depo Mandala. 
Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -