Perayaan Hari Ibu yang Menyentuh di Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Medan
Jurnalis : Tio Fanny Angele (Tzu Chi Medan), Fotografer : Dinarwaty (Tzu Chi Medan)
Cleora bersama adiknya menyanyikan lagi You Nin Jiu Xing Fu (Kehadiran Anda Membawa Kebahagiaan).
Suasana haru dan penuh cinta mewarnai ruang belajar Kelas Budi Pekerti Qin Zi Ban (setingkat sekolah dasar) pada Minggu, 4 Mei 2025. Anak-anak dengan antusias menyambut serangkaian kegiatan istimewa yang sudah disiapkan untuk memperingati Hari Ibu. Acara Hari Ibu ini dihadiri sekitar 160 peserta, terdiri dari para orang tua, anak-anak, panitia, dan para relawan. Kegiatan ini menjadi sebuah momen yang didedikasikan untuk menghormati dan mengapresiasi peran mulia seorang ibu. Sejak pagi hari, keceriaan sudah terpancar dari wajah anak-anak. Mereka tampak sibuk mempersiapkan kejutan-kejutan kecil namun penuh makna bagi ibu tercinta. Acara berjalan dengan sangat lancar dan penuh haru. Acara dimulai dengan lalu diisi dengan pembawaan lagu oleh Cleora, bersama adiknya dengan judul You Nin Jiu XIng Fu (Kehadiran Anda Membawa Kebahagiaan).
Penampilan Shou Yu (isyarat tangan) oleh anak-anak kelas budi pekerti Tzu Chi juga tak terlewatkan dalam acara ini. Lagu Mama serta Zui Liang de Xing Xing (Bintang Yang Bersinar Paling Terang) menyiratkan bagaimana dedikasi seorang ibu dan rasa syukur seorang anak kepada ibunya dicurahkan disini.

Performa isyarat tangan (Shou Yu) anak-anak Kelas Budi Pekerti Tzu Chi untuk para Mama.

Memberikan teh untuk mama tercinta.
Acara puncak diisi dengan prosesi basuh tangan dan kaki Ibu, seduh teh, pemberian setangkai bunga Carnation lambang ikatan kasih sayang, kesehatan dan kebaikan. Dilanjutkan dengan pemberian sepotong kue keladi serta memijat bahu dan lengan Ibu.. Pelukan hangat dan bisikan terima kasih terdengar di seluruh ruangan, menciptakan suasana yang hikmah. Beberapa ibu tampak berkaca-kaca, terharu dengan ungkapan cinta tulus dari buah hati mereka.
Tak hanya itu, acara dilanjutkan dengan performa sesi isyarat tangan dari ibu-ibu orang tua murid Kelas Budi Pekerti Tzu Chi untuk ditampilkan kepada buah hati mereka. Rasa syukur tanpa pamrih mereka sampaikan lewat Lagu Gei Ni (Kuberikan Untukmu), penampilan ini juga mengundang decak kagum dari para hadirin. Performa yang spektakuler dari kekuatan para ibu bersatu untuk memberikan suara kasih mereka kepada buah hati.

Pelukan hangat seorang anak untuk mama tercinta.

Acara puncak diisi dengan prosesi basuh tangan dan kaki Ibu, menyeduh teh, pemberian setangkai bunga Carnation lambang ikatan kasih sayang, kesehatan dan kebaikan.
Herni, salah satu orang tua murid kelas budi pekerti mengungkapkan rasa syukurnya, “Acara tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini para Mama diajak berpartisipasi mengisi acara dan permainan juga. Biasanya anak yang mengenali Mama, kali ini Mama yg harus mengenali anaknya.” Herni juga mengatakan jika acara Hari Ibu ini mengingatkan kita kembali akan pengorbanan dari orang tua. “Dan anak-anak diingatkan untuk membalas budi orang tua. Terima kasih buat semua relawan yang telah bersungguh hati dalam menyiapkan serangkaian acara yang begitu hikmah dan bagus buat kita,” katanya.
Kelly, salah satu murid kelas budi pekerti juga membawakan sebuah lagu berjudul Shi Jian Dou Qi Na Er la (Kemana Perginya Waktu Itu). Sepanjang hidup Papa Mama, mereka berjuang dan membanting tulang demi anak anaknya. Sekejap mata waktu berlalu dan mereka juga sudah menua. Mengingatkan kita untuk tidak membuang-buang waktu serta menghargai setiap hal yang dimiliki bersama orang tua kita. Sebelumnya, Max Sean bersama dengan kakaknyamemainkan gitar dengan judul lagu Dang Ni Lao Le (Ketika Papa Mama Telah Menua).

Acara permainan ibu mencari anak sangat seru. Para Ibu hanya bisa mengenali anaknya masing masing dengan cara meraba lengan mereka.

Rasa syukur tanpa pamrih disampaikan para ibu lewat Lagu Gei Ni (Kuberikan Untukmu) kepada buah hati mereka.
Dalam acara Hari Ibu juga diputar Video Master Bercerita tentang Kisah Keranjang Besar, mengingatkan kita untuk tahu bersyukur dan membalas budi orang tua sehingga membuat kehidupan kita menjadi lebih bermakna.
“Budi seorang Ibu tidak hanya diingat di Minggu kedua bulan Mei setiap tahunnya, tetapi setiap hari adalah Hari Ibu dan Hari Berbakti kepada Orang Tua. Berbakti adalah akar dari segala kebajikan,” kata Suriwati, relawan yang menjadi koordinator acara Hari Ibu ini.
Editor: Hadi Pranoto
Artikel Terkait
Peringatan Waisak: Doa Jutaan Insan
10 Mei 2015“Semua agama mengajarkan kebaikan, dan saya senang relawan Tzu Chi
juga terdiri dari berbagai agama. Jika kita bersatu dan harmonis maka negara
kita akan makmur,” kata Ahok.
Menumbuhkan Karakter Pada Anak
30 Desember 2015Pertemuan kelas budi
pekerti pada hari itu adalah kelas penutupan di tahun 2015. Waktu begitu cepat bergulir,
masih terbayang jelas dalam ingatan saya di awal tahun 2015, anak-anak yang
baru akan bergabung masih bersikap malu-malu dan menggayut manja di lengan mama-papa
mereka. Tapi kini, celotehan mereka sudah terasa tak asing lagi.
Menjadi Orang Tua Teladan yang Berbakti Pada Orang Tua
18 Desember 2017Orang tua selalu
berharap anaknya bisa menjadi anak yang baik, berbakti, pintar, dan bijaksana. Lalu apakah sebagai seorang anak, apakah orang tua sudah
menjadi anak yang berbakti dan anak yang baik untuk ayah dan ibu masing-masing?
Perayaan Hari Ibu di TK Cinta Kasih Tzu Chi pada Jumat, 15 Desember 2017 mengingatkan setiap anak untuk
berbakti pada orang tua.







Sitemap