Perayaan HUT ke-15 Tzu Chi Tanjung Balai Karimun berlangsung dengan penuh makna, sukacita, dan rasa syukur. Ong Lie Fong dan Sukmawati (tengah) yang menjadi bibit pertama Tzu Chi Tanjung Balai Karimun juga ikut bersukacita dalam perayaan ini.
Perayaan HUT ke-15 Tzu Chi Tanjung Balai Karimun berlangsung dengan penuh makna, sukacita, dan rasa syukur. Berbagai rangkaian kegiatan juga diselenggarakan pada Minggu, 7 Juni 2026, sebagai wujud penghargaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui dalam menebarkan cinta kasih dan kebajikan kepada masyarakat.
Kegiatan diawali pada pukul 07.30 WIB dengan Kebaktian Sutra Teratai. Dengan hati yang penuh rasa syukur, para relawan bersama-sama melantunkan Sutra Teratai, memanjatkan doa serta harapan agar semangat kebajikan senantiasa tumbuh dan berkembang.
Setelah kebaktian selesai, para relawan bergotong royong mempersiapkan tempat kegiatan donor darah sekaligus menyambut kedatangan para Gan En Hu yang hadir untuk merayakan hari jadi ke-15 serta menerima santunan bulanan.
Dalam rangka memperingati HUT ke-15, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun juga mengadakan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Sebelum acara utama dimulai, relawan membagikan kartu harapan kepada para peserta dan mengajak mereka menuliskan doa serta harapan untuk masa depan. Tepat pukul 09.20 WIB, kegiatan resmi dimulai dengan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen. Seluruh peserta kemudian diajak menyaksikan tayangan Lentera Kehidupan Master Cheng Yen dengan hati yang tenang dan penuh perenungan.
Dalam Lentera Kehidupan yang bertajuk “Mewariskan Permata Berupa Kebajikan dan Cinta Kasih”, Master Cheng Yen menyampaikan pesan agar relawan Tzu Chi terus mewariskan nilai-nilai kebajikan dan cinta kasih kepada generasi berikutnya. Relawan senior maupun relawan muda diharapkan dapat saling bergandeng tangan dalam menapaki Jalan Bodhisatwa dan melanjutkan Misi Kemanusiaan Tzu Chi.
Sejalan dengan pesan tersebut, relawan juga menampilkan isyarat tangan berjudul “就是現在” (Jiu Shi Xian Zai atau Saat Ini Juga), yang dibawakan oleh relawan senior hingga anak-anak kelas budi pekerti. Melalui isyarat tangan ini, seluruh peserta diajak untuk segera bertindak dalam menebarkan cinta kasih dan kebajikan, tanpa menunda waktu yang ada.
Para relawan bersama siswa-siswi kelas Budi Pekerti menampilkan isyarat tangan berjudul “就是現在” (Jiu Shi Xian Zai) yang berarti “Saat Ini Juga”.
Suasana haru dan penuh kenangan kemudian hadir melalui pemutaran video Kilas Balik Perjalanan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Tayangan tersebut memperlihatkan perjalanan panjang para relawan sejak masa awal pembentukan, ketika sebagian besar masih mengenakan rompi relawan hingga beberapa di antaranya kini telah menjadi relawan Komite Tzu Chi. Video tersebut juga menampilkan pesan dan dukungan dari relawan luar kota maupun Taiwan yang selama ini senantiasa mendukung perkembangan Tzu Chi di Tanjung Balai Karimun.
Sebagai bibit pertama Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, Ong Lie Fong dan Sukmawati mengenang kembali masa-masa awal perjalanan Tzu Chi di Karimun. Berbagai tantangan dan pengalaman menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berharga.
“Pada awalnya kami belum memahami prosedur survei kasus. Kami mengunjungi pemohon bantuan, melakukan wawancara dan mengambil foto. Setelah meminta bimbingan dari Budi shixiong di Batam, kami mendapat masukan bahwa foto yang diambil belum cukup jelas untuk penilaian. Akhirnya kami kembali mendatangi pemohon bantuan untuk memperoleh informasi dan dokumentasi yang lebih lengkap. Pengalaman itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami,” kenang Sukmawati.
Untuk menambah sukacita dalam perayaan, relawan menyiapkan undian hadiah bagi sepuluh Gan En Hu yang beruntung. Hadiah yang diberikan berupa kebutuhan pokok sehari-hari, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.
Mengenang perjalanan selama 15 tahun yang penuh perjuangan, Ong Lie Fong juga turut menyampaikan harapannya agar semakin banyak orang yang bergabung dalam barisan relawan dan turut menggalang berkah bagi masyarakat.
“Semoga ke depannya semakin banyak relawan yang bergabung untuk menggalang berkah. Bagi relawan yang telah menapaki Jalan Bodhisatwa, semoga terus melangkah maju dan tidak melupakan niat awal saat bergabung,” ungkap Ong Lie Fong.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa dalam bahasa Pali yang dipimpin oleh Romo Pandita. Setelah itu, para peserta bersama-sama menggantungkan kartu harapan yang telah dituliskan pada pohon harapan sebagai simbol doa dan cita-cita yang ingin diwujudkan.
Memasuki acara inti, seluruh relawan maju ke depan ruang kegiatan untuk bernyanyi dan bersukacita merayakan hari jadi ke-15 Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Suasana semakin meriah saat dilakukan pemotongan kue ulang tahun sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui bersama.
Kemeriahan berlanjut dengan pengundian hadiah bagi para Gan En Hu. Dengan penuh antusias, pembawa acara membacakan nomor undian dan mengumumkan sepuluh peserta yang beruntung menerima hadiah.
Jonri Pasaribu juga turut bersukacita dalam perayaan HUT ke-15 Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Ia menyampaikan apresiasinya atas perkembangan Tzu Chi yang semakin dikenal masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
Salah seorang Gan En Hu, Jonri Pasaribu (56), yang telah mengenal Tzu Chi sejak tahun 2021, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Tzu Chi di Kabupaten Karimun. “Saat ini sudah banyak masyarakat yang mengenal Tzu Chi karena sering memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga merangkul dan memberikan perhatian kepada para penerima bantuan,” ujarnya.
Fitri yang bertugas sebagai pembawa acara pada hari itu juga membagikan pengalamannya selama menjadi relawan sejak tahun 2015. “Menjadi relawan Tzu Chi memberikan banyak manfaat. Kita diajak untuk mempraktikkan dana. Dalam ajaran Buddha, dana tidak hanya berupa materi, tetapi juga dapat berupa waktu, tenaga, dan perhatian. Tzu Chi menjadi wadah bagi kita untuk mempraktikkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung penuh sukacita ini ditutup dengan doa bersama. Melalui perjalanan selama 15 tahun ini, diharapkan semakin banyak insan yang tergerak untuk turut bergabung dalam barisan Tzu Chi khususnya di Tanjung Balai Karimun untuk menebarkan cinta kasih, menggalang berkah, serta bersama-sama menciptakan masyarakat yang harmonis dan penuh kepedulian.
Editor: Arimami Suryo A