Peresmian Dua Titik Green Point di Kota Medan

Jurnalis : Vinson Theodoric (Tzu Chi Medan), Elsa Fany Luluk (DAAI TV Medan), Fotografer : Lukman (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi Medan menjelaskan kepada pegawai dan staf Skyview Setiabudi Apartment bahwa botol plastik kita temukan dimana saja bisa dimasukkan ke titik green point karena dapat di daur ulang.

Manusia mempunyai tanggung jawab besar terhadap kelestarian lingkunganya. Hal ini dikarenakan manusia dan lingkungan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Banyak dampak negatif yang telah dirasakan oleh manusia akibat dari lingkungan yang tidak terjaga, misalnya perubahan iklim dan banjir yang merupakan akibat dari perilaku manusia itu sendiri. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah sampah.

Merespon hal tersebut, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Petisah kembali meresmikan dan mensosialisasikan Green Point (titik pemilahan barang daur ulang) di dua lokasi yaitu Skyview Setiabudi Apartment dan Grand Central Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara pada Rabu, 29 Desember 2021 yang dihadiri oleh 10 relawan.

Sebelum keranjang green point diresmikandi lokasi pertama yaitu Skyview Setiabudi Apartment, Shu Tjeng relawan Tzu Chi Medan juga turut menjelaskan tentang kegiatan daur ulang yang selama ini dikerjakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Ia juga menjelaskan barang apa saja yang bisa di daur ulang, dengan megambil contoh seperti botol kosong yang selama ini banyak ditemukan di pinggir jalan.

Diansyah Yusuf, Manager Marketing Property Group Imperium yang menaungi Skyview Setiabudi Apartment mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi atas pembukaan titik green point.

“Saya sangat mengapresiasi warga disini karena sampah organik sudah terkelola dengan baik, akan tetapi sampah non-organik belum dikelola. Nah, kita hadir sebagai solusi untuk pengelolaan sampah non-organik, sehingga dapat menciptakan sebuah lingkungan yang bersih dan rapi,” ujar Shu Tjeng.

Dengan adanya green point ini para relawan berharap penghuni apartemen dapat membentuk sebuah kebiasaan akan mencintai dan memerhatikan lingkungan sekitar mereka untuk memilah sampah non-organik. Setelah selesai sosialisasi, relawan Tzu Chi Medan bersama dengan pegawai dan staf Skyview Setiabudi Apartment bersama-sama meresmikan titik green point tersebut dengan meletakan sampah non-organik ke dalam keranjang.

“Adanya green point ini tentunya membuat kita, khusus karyawan disini bersama penghuni, lebih menyadari tentang makna kebersihan. Kemudian dengan adanya green point ini sampah non-organik ini bisa dikelola dengan baik,” tutur Diansyah Yusuf selaku Manager Marketing Property Group Imperium yang menaungi Skyview Setiabudi Apartment.

Hotel Dengan Titik Green Point Pertama

Grace Fifien, Manajer Operasional Grand Central Hotel memasukkan kardus bekas yang tidak terpakai ke dalam keranjang green point.

Lokasi yang kedua peresmian titik green point terletak di Grand Central Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara. Beberapa tahun terakhir, Tzu Chi Medan berhasil menggandeng berbagai instansi perbankan, sekolah, perusahaan dan lainnya untuk pengadaan titik green point. Dan di Grand Central Hotel ini merupakan hotel pertama yang mempunyai titik green point di Kota Medan.

Tony Honkley, relawan Tzu Chi Medan dalam kesempatan ini menjelaskan tentang daur ulang yang dikerjakan oleh Tzu Chi. Ia pun mengimbau agar para pegawai dan staf Grand Central Hotel memilah dan meletakkan sampah non organik di keranjang green point supaya mengurangi penumpukan sampah.

Foto bersama relawan Tzu Chi Medan dengan pihak Grand Central Hotel saat meresmikan titik green point.

Setelah selesai mendengar apa yang di jelaskan Tony Honkley, relawan Tzu Chi bersama pegawai yang bekerja di Grand Central Hotel meresmikan titik green point tersebut. Grace Fifien, Manajer Operasional Grand Central Hotel yang ikut meresmikan keranjang green point tersebut secara simbolis juga memasukkan kardus bekas yang tidak terpakai ke dalam keranjang.

“Sejujurnya sampah di hotel ini cukup banyak seperti kardus, botol plastik, dan lainnya itu ternyata masih bisa diolah. Dengan adanya titik green point ini menurut saya cukup unik ya, bisa membuat kita menyumbang tiap hari barang-barang yang sudah tidak terpakai sekaligus bisa menjaga alam dan lingkungan,” tutur Grace Fifien.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Semangat Pelestarian Lingkungan di Clean-Up Day Waduk Pluit

Semangat Pelestarian Lingkungan di Clean-Up Day Waduk Pluit

08 April 2019
Para relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Thamrin mengajak karyawan beserta keluarganya bahu-membahu membersihkan Taman Wisata Waduk Pluit di daerah Penjaringan, Jakarta Utara.
Rekreasi dan Pelestarian Lingkungan Tzu Ching

Rekreasi dan Pelestarian Lingkungan Tzu Ching

22 September 2015
Mereka dengan sigap menyisir seluruh penjuru pantai dan mengambil sampah yang merusak pemandangan pasir putih Pulau Gusung. Sampah demi sampah dikumpulkan di dalam kantongan plastik, hanya dengan waktu satu jam hingga matahari terbenam.
Sepasang Tangan untuk Melestarikan Lingkungan

Sepasang Tangan untuk Melestarikan Lingkungan

06 Mei 2015 Setelah Tzu Ching UNPRI diresmikan oleh Pihak Universitas Prima Indonesia, maka Tzu Ching UNPRI pun memulai program kerjanya dengan melakukan kegiatan pelestarian lingkungan.
Keindahan sifat manusia terletak pada ketulusan hatinya; kemuliaan sifat manusia terletak pada kejujurannya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -