Program Pertanian Amal, Menuju Pertanian Berkelanjutan (Bag 2)
Jurnalis : Bambang (Tzu Chi Singkawang), Fotografer : Bambang (Tzu Chi Singkawang)|
|
| ||
Demikian pula negara-negara surplus beras seperti Taiwan. Sangat sulit sekarang untuk membeli beras sebagai bantuan reguler, kecuali ada bencana besar yang melanda sebuah negara. Oleh karenanya, bantuan beras dari Tzu Chi Taiwan yang secara berkala dikirim ke sejumlah negara semakin berkurang, kecuali berupa tanggap darurat bagi korban bencana alam di mana pun berada. Bantuan beras cinta kasih dari Tzu Chi dialihkan dalam dukungan pertanian berkelanjutan, yang dalam pelaksanaannya seperti program pertanian amal ini. “Kami memberi pinjaman tanpa bunga untuk sarana produksi pertanian, bimbingan dan pendampingan gratis, serta jaminan pasar untuk hasil panennya. Pilihan kami mendukung pertanian padi dan jagung, karena kedua komoditi ini masih menjadi sumber pangan strategis,” tutur Tetiono, Ketua Tzu Chi Singkawang. Salah Satu Misi Amal Tzu Chi
Keterangan :
“Program pertanian amal ini sebelum kami gulirkan kepada petani, kami presentasikan terlebih dahulu kepada pemerintah di Kabupaten dan Kota. Mereka sangat mendukung karena program ini membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambah Ketua Tzu Chi Singkawan ini. Kebun Percontohan (Selesai) | |||
Artikel Terkait
Paket Lebaran: Sembako untuk Warga Desa Jagabita
27 Juni 2016Pembagian sembako di Desa Jagabita Parung Panjang Bogor, Minggu (26/6/2016) berlangsung lancar. Sekitar 1.000 warga yang mengantre, dengan tertib mengikuti arahan para relawan.
Membantu Untuk Dua Puluh Hari Kedepan
26 Februari 2014 Melihat kondisi demikian, Yayasan Buddha Tzu Chi merasa tersentuh atas kehidupan para warga. Pasca banjir, pada tanggal 22 Februari 2014, Tzu Chi hadir untuk memberikan perhatian kepada warga di Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah.
Sukacita yang Mendalam di Perayaan Hari Ibu
23 Mei 2025Relawan Tzu Chi Aceh mengadakan perayaan Hari Ibu pada Minggu, 18 Mei 2025 di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh. Kegiatan ini pun diikuti 80 peserta yang terdiri dari relawan dan undangan.








Sitemap