Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Depok: Berkah Ramadan, 44 Rumah di Harjamukti Selesai Direnovasi

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya

Kondisi rumah Namin kini tampak terang dan bersih setelah di renovasi. Rumah Namin tinggal terdiri dari teras, ruang tamu, satu kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.

Senyum haru dan rasa syukur menyelimuti wajah-wajah warga yang datang ke Kantor Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, pada hari Rabu, 4 Maret 2026. Di Aula Kelurahan Harjamukti, sebanyak 44 keluarga duduk dengan penuh harap. Hari itu, mereka menerima kunci rumah secara simbolis tanda dimulainya kehidupan yang lebih layak.

Serah terima kunci tersebut merupakan bagian dari Program Renovasi 5000 Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Permukiman RI, dimana salah satunya adalah di Kota Depok. Di Kota Depok sendiri rencananya akan ada 500 unit rumah yang akan direnovasi, dan 44 rumah ini merupakan tahap kedua rumah yang selesai direnovasi. Sebelumnya 14 rumah juga telah direnovasi sehingga di Kota Depok total sudah ada 58 rumah yang kini menjadi lebih baik, sehat, dan tentunya aman bagi penghuninya.

Namin yang sudah 6 tahun mengalami stroke bersyukur rumahnya kini tampak bersih, atap sudah tidak ada yang bocor dan rasa khawatir plafon rumah ambruk sudah hilang. Namin tinggal bersama istri dan dua orang cucu.

Rudi Suryana, relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Pusat menyampaikan pesan dari Master Cheng Yen bahwa dengan kesatuan hati dan keharmonisan maka kekuatan yang terbentuk akan sangat besar dalam membantu sesama.

Salah satu penerima manfaat adalah Maryani, warga RT 01 RW 08. Ia tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya ketika namanya disebut sebagai penerima kunci.

“Saya mewakili keluarga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Dulu rumah kami sangat tidak layak. Kalau hujan, atap bocor, dinding banyak yang mengelupas. Saya sering khawatir, apalagi saat hujan deras di malam hari,” ungkapnya.

Kini, rasa cemas itu berganti kelegaan. Rumahnya telah diperbaiki, sirkulasi udara lebih baik, dan ruang-ruang di dalamnya terasa lebih sehat bagi anak-anaknya.

Alhamdulillah sekarang rumah kami jauh lebih aman dan nyaman. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Supian Suri dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kisah serupa datang dari Namin (64), warga Kampung Pedurenan RT 05 RW 08. Selama enam tahun terakhir, ia berjuang melawan stroke. Dahulu bekerja serabutan, kini sang istri yang mencari nafkah dengan berjualan nasi uduk di depan rumah. Dua anak mereka telah berkeluarga dan tinggal terpisah.

Dengan suara pelan, Namin mengenang kondisi rumahnya sebelum direnovasi.

“Dulu genteng bocor, plafon ambruk, kayu-kayu sudah lapuk. Rumah terakhir direnovasi tahun 1981. Alhamdulillah sekarang temboknya bersih, plafonnya lebih tinggi, jadi di dalam rumah terasa lebih sejuk,” tuturnya sambil duduk di teras rumahnya yang kini tampak rapi.

Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada warganya. Ia menegaskan bahwa rumah yang layak merupakan fondasi lahirnya generasi yang sehat dan tangguh.

Wali Kota Depok Supian Suri mendatangi rumah Dimah, salah satu penerima warga yang rumahnya selesai direnovasi.

Acara serah terima kunci turut dihadiri Wali Kota Depok Supian Suri, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok, Lurah Harjamukti Vika Kusuma Sari, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Rudi Suryana, bersama relawan komunitas He Qi Pusat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang memberi perhatian penuh kepada masyarakat Depok. “Semua didasarkan rasa cinta, rasa kasih sayang. Ini yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, menyayangi sesama, salah satunya menyayangi warga masyarakat Depok,” ujar Supian Suri.

Ia menegaskan bahwa rumah yang layak merupakan fondasi lahirnya generasi yang sehat dan tangguh. “Hari ini kita di Harjamukti meresmikan atau menyerahkan secara simbolis 44 rumah yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak kuni. Kita punya tanggung jawab melahirkan generasi-generasi hebat. Dan salah satunya wujud generasi hebat harus lahir dari rumah-rumah yang sehat,” lanjut supian.

Bagi Pemerintah Kota Depok, program ini bukan sekadar membangun fisik rumah, melainkan juga memulihkan martabat keluarga. Rumah yang sehat dan aman menghadirkan rasa percaya diri, ketenangan, serta harapan baru bagi penghuninya.

Wali Kota Depok Supian Suri juga mengunjungi rumah penerima bantuan lainnya, dan tentunya bisa mendengar langsung kebahagiaan warganya.

Rudi Suryana yang mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengajak masyarakat Kota Depok untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong. “Guru kami Master Cheng Yen berpesan bahwa dengan kesatuan hati dan keharmonisan kita bergotong royong serta mengasihi dan melindungi manusia. Dengan adanya kerja sama yang harmonis maka kekuatan yang terbentuk akan sangat besar,” jelas Rudi.

Dari Harjamukti, semangat itu menyebar menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat bergandengan tangan, perubahan nyata dapat terwujud. Rumah-rumah kini berdiri lebih kokoh. Namun lebih dari itu, di dalamnya tumbuh rasa aman, kepercayaan diri, cinta, dan masa depan yang perlahan kembali disusun dengan penuh harapan.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel Terkait

Sebuah Ikhtiar Menghadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Prasejahtera

Sebuah Ikhtiar Menghadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Prasejahtera

01 September 2022

Darwis (57) diliputi haru ketika tim relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Utara 1 pagi itu tiba di rumahnya, Selasa 30 Agustus 2022 untuk menyurvei kondisi rumah juga kehidupannya sehari-hari.

Mengukur Bentala Warga Bedah Rumah

Mengukur Bentala Warga Bedah Rumah

18 April 2016

Turut merasakan penderitaan yang dialami warga Desa Jagabita , Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membantu membedah rumah mereka yang tidak layak huni.

 Memberi Asa Warga Kamal Muara

Memberi Asa Warga Kamal Muara

19 Juni 2019

Relawan Tzu Chi bersama pihak Pemkot Jakarta Utara (Kecamatan Penjaringan) menghadirkan 10 keluarga penerima bantuan bedah rumah ini untuk menandatangani kesepakatan pembangunan rumah pada Selasa, 18 Juni 2019 di Kantor Lurah Kamal Muara, Jakarta Utara.

Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -