Sebanyak 504 Warga Rasakan Manfaat Bakti Sosial Perdana Relawan Xie Li Sidoarjo 1

Jurnalis : Widodo (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : M. Rizki, Thoe Yulius, Andi (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)
Penyerahan bingkisan untuk warya yang memeriksakan kesehatan sebagai simbolis pembukaan bakti sosial.

”Dalam perjalanan hidup ini, kita harus dapat memanfaatkan setiap detik yang kita miliki, menjalaninya dengan langkah mantap dan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, tidak ada hal yang patut disesalkan dalam hidup ini”
-Kata Perenungan Master Cheng Yen-

Menyambut HUT ke-53 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia yang jatuh pada 2 Oktober 2025, relawan Xie Li Sidoarjo 1 menggelar bakti sosial kesehatan umum dan gigi pada Sabtu (13/9/25). Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini berhasil melayani 504 pasien, terdiri dari 397 pasien umum dan 107 pasien gigi.

Gijan Ongkoredjo, Pembina Xie Li Sidoarjo 1 menyampaikan jika kegiatan ini sebagai rangkaian dari HUT ke-53 Tjiwi Kimia juga mempererat kebersamaan dengan warga sekitar operasional pabrik kertas ini. “Jadi ada macam-macam, ada bakti sosial, donor darah dan lain sebagainya sekalian kita bisa bersatu dengan masyarakat sekitar juga dengan karyawan serta Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur,” terangnya.

Relawan mencatat data warga yang datang memeriksakan kesehatannya.

Relawan dari Bank Sinarmas Surabaya membantu penimbangan badan dan pengukuran tinggi badan.

Bakti sosial ini merupakan kegiatan besar perdana yang dilakukan relawan Xie Li Sidoarjo 1. Jauh hari, koordinasi dijalankan. Bukan hanya dengan perangkat pemerintahan, tetapi juga dengan relawan dan Tzu Chi Surabaya. Berkat gotong royong semua pihak, kegiatan ini berjalan lancar. Beberapa hari sebelum pelaksanaan bakti sosial, relawan berbagi tugas menyalurkan kupon.

“Tentu tantangannya adalah dari segi jumlah pasien. Jumlah pasien 500 bukan jumlah yang kecil dan kita mau selesaikan dalam waktu 1 hari sehingga kita perlu mempersiapkan khususnya tenaga medis yang cukup, para dokter, perawat dan juga apoteker peralatan dan obat-obatan yang diperlukan oleh pasien. Tentu ini menjadi tantangan dan bagaimana kita mengoordinasikan dengan semua pihak supaya bisa menyukseskan acara ini,” imbuh Landreas Lie, Ketua Xie Li Sidoarjo 1.

Relawan memapah seorang warga yang kesulitan berjalan.

Ambulance Desa Kebungbocok yang digunakan untuk membantu mobilitas warga.

Lurah Kedungbocok Hj. Khairun Nisak mengapresiasi bakti sosial kesehatan yang ditujukan untuk warganya ini. “Terima kasih atas kepedulian dari relawan Tjiwi Kimia untuk warga kami di sini, apalagi saya dengar relawannya ini ada yang dari Jakarta dan juga Surabaya. Terima kasih semuanya, semoga kegiatan ini berlangsung lancar, warga bisa memanfaatkan baksos ini dengan baik. Semoga kerjasama ini mendukung kesehatan semua warga dan kita semua,” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan gratis ini dimanfaatkan Muhammad Sobir (54). Sehari-hari ia berdagang kecil-kecilan. Ia mengeluhkan badannya deman dan pegal. Juga sariawan. Bakti sosial ini disyukuri olehnya. “Saya bersyukur kalau bisa ya tiap tahun atau enam bulan sekali diadakan seperti ini. Sangat membantu pada masyarakat wong gak nduwe, wong ngisoran (orang tidak mampu, orang kecil-red) seperti saya ini pedagang biasa. Semua berobat kan sekarang butuh uang, sekarang daya beli juga turun ekonominya sulit ini sangat membantu. Alhamdulilah sangat membantu,” ucapnya.

Dokter melakukan pemeriksaan awal kesehatan gigi salah satu siswa.

Proses pemeriksaan kesehatan gigi siswa SDN Kedungbocok dan SMPN 2 Kedungbocok.

Selain Muhammad Sobir, Nuril Masriyah (54), seorang guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) juga bahagia mendapat pemeriksaan kesehatan gratis ini. Ia mengeluhkan kolesterol yang beberapa waktu terakhir mengganggu aktivitasnya. “Ya senang gratis, berobat gratis ya senang cek darah kolesterol. Harapannya saya sehat terus. Terima kasih kepada dokter-dokter, relawan-relawan mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat sini. Mudah-mudahan masyarakat sini sehat-sehat semua,” ujarnya.

Selain masyarakat umum, bakti sosial ini juga dimanfaatkan siswa SDN Kedungbocok dan SMPN 2 Kedungbocok memeriksakan kesehatannya. Salah satunya Nuri Maulidasari, siswa kelas 7 SMPN 2 Kedungbocok. Ia menambalkan 2 giginya yang berlubang. “Senang bisa dibantu menambal gigi saya yang berlubang,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi koki ini.

Siswa lain yang bahagia mendapat pemeriksaan gigi adalah Priska Dinar Noviza Hartono. Sama seperti Nuri Maulidasari, ia juga ditambal giginya yang berlubang. “Senang tadi dapat pemeriksaan gigi secara gratis. Terima kasih sudah membantu saya dan juga masyarakat di sini,” ucap siswi yang ingin menjadi dokter ini.

drg. David, Sp.KGA memberikan penyuluhan pentingnya menjaga kesehatan gigi.

drg. Laksmi Widyastuti menyampaikan materi bagaimana cara mencegah gigi berlubang.

Di sela menunggu pemeriksaan dokter, warga dan siswa sekolah mengikuti penyuluhan kesehatan gigi. Penyuluhan ini dilakukan drg. Laksmi Widyastuti dari TIMA Jakarta dan drg. David, Sp.KGA dari TIMA Surabaya secara bergantian.

Kelancaran bakti sosial ini tak lepas peran dari relawan TIMA dari Jakarta dan Surabaya, juga relawan Tzu Chi Surabaya, Sindopex Perotama, Univenus, RS Citra Medika, CSR, Kopkar, SPSI Tjiwi Kimia, Bank Sinarmas Surabaya dan Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Tzu Chi Makassar Siap Melayani Pasien Baksos Kesehatan

Tzu Chi Makassar Siap Melayani Pasien Baksos Kesehatan

20 Oktober 2023

Tzu Chi Makassar tidak hentinya memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat pra-sejahtera hingga dalam waktu dekat ini mereka menggelar Bakti Sosial Kesehatan ke-141 yang screeningnya dilakukan mulai hari Jumat 14 Oktober 2023 di RS Pelamonia Makassar. 

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-142 di Lampung: Turut Bantu Pemerintah dalam Bidang Kesehatan

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-142 di Lampung: Turut Bantu Pemerintah dalam Bidang Kesehatan

13 Desember 2023

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-142 yang digelar di Lampung pada 1-2 Desember 2023 sangat membantu warga yang selama ini belum berkesempatan berobat karena kesulitan biaya.

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Perjuangan yang Tak Sia-sia

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Perjuangan yang Tak Sia-sia

23 Maret 2016

Para pendamping pasien pun sepenuh hati mendampingi kerabat mereka. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terus mengupayakan agar pasien berhasil menjalani operasi. Salah satunya Frisca Novita (48). Sejak awal pemeriksaan screening hingga baksos, ia terus meluangkan waktu untuk kerabatnya, Kiat Amie (77) yang menderita katarak pada kedua matanya selama 10 tahun.

Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -