Sehat Badan dan Membantu Orang

Jurnalis : Sutar Soemithra, Fotografer : Sutar Soemithra
 
foto

Melalui donor darah, bukan hanya membuat warga Pademangan Barat makin sehat namun juga memiliki kesempatan untuk membantu sesama.

Suyati Koriah (35) atau yang akrab dipanggil Kori, telah lama ingin mendonorkan darahnya. “Pengin cari, (tapi) kesempatan seperti itu gak ada,” kata Kori. Tapi siapa nyana, justru tanggal 6 Juni 2009 tidak jauh dari rumahnya di Pademangan Barat, Jakarta Utara, diadakan donor darah. Tepatnya di Puskesmas Pademangan Barat.

Setelah petugas dari PMI memeriksa tekanan darahnya, Kori menunggu antrian sebentar sebelum akhirnya menuju ranjang lipat siap untuk diambil darahnya. Jarum disuntikkan di lipatan siku bagian dalam, maka darah Kori pun mulai berpindah dari tubuh ke kantong darah transparan. Kori menuju sebuah meja yang ditunggui oleh relawan setelah proses transfusi darah selesai. Relawan memberinya jus campuran kacang hijau dan susu, serta satu susu kotak kemasan dan telur ayam rebus. “Ini mah enak deket, ga perlu jauh-jauh buat donor,” ujarnya tentang donor darah kali ini sambil menikmati menu pemulih energi yang baru saja ia terima.

Kori beranggapan, mendonorkan darah bisa membuatnya makin sehat. “Kalo rutin 3 bulan (kesehatan) terkontrol terus, daripada ke rumah sakit. Ikut donor darah jadi terkontrol punya penyakit apa aja,” jelasnya. Donor darah tersebut baru pertama kali diadakan Tzu Chi di Pademangan, namun menurut relawan Tzu Chi, Chandra Kirana, donor akan diadakan secara rutin tiap 3 bulan. Donor darah berikutnya akan diadakan kembali tanggal 5 September dan 5 Desember 2009.

foto  foto

Ket : - Ini adalah pertama kalinya Tzu Chi mengadakan donor darah bagi warga Pademangan. Ternyata responnya
           bagus sehingga akan dijalankan secara rutin tiap 3 bulan. (kiri)
         - Koriyah (paling kanan) telah menunggu kesempatan untuk mendonorkan darah cukup lama. Ia pun merasa
           senang karena tidak harus bepergian jauh untuk bisa melakukannya. (kanan)

Membantu Semampunya
Ketika antrian terakhir warga Pademangan Barat yang mendonorkan darah telah mendapat giliran, 2 perempuan muda yang berpakaian dinas Puskesmas menghampiri meja pendaftaran. Mereka adalah Afilia Kusuma dan Cita Anandita. Mereka ikut mendaftarkan diri untuk menjadi donor. Ternyata mereka bukan pegawai Puskesmas, mereka sedang melakukan praktik kerja untuk tugas dari tempat kuliahnya, Akademi Kebidanan Kartika Mitra Husada.

Afilia menuturkan sebenarnya bulan ini di kampusnya juga ada donor darah, namun ia tidak bisa mengikutinya karena sedang praktik kerja. Mahasiswi semester akhir ini sedang menyusun tugas akhir dan jika semua berjalan lancar Juli 2009 ini ia akan lulus. “Kita membantu sesama manusia kan ga harus dengan materi, dengan ini (donor –red) sedikit mungkin bisa,” ia menjelaskan alasannya kenapa mau mendonorkan darahnya. “Jujur, saya (baru) pertama (donor). Sempet takut tapi ga papa,” tambahnya terkekeh.

Uniknya, meskipun kuliah bidang kebidanan dan sangat akrab dengan jarum suntik, tapi baru kali ini ia merasakan jarum suntik. “Selama ini saya masukin jarum ke pasien, sekarang rasain sendiri,” kata Afilia kali ini tertawa lebih keras. Hari itu hari terakhir ia bertugas di Puskesmas Pademangan Barat, minggu depan ia pindah lokasi praktik lagi. Tiap 2 minggu ia berpindah lokasi praktik.

foto  foto

Ket : - Selama ini Afilia (paling kanan) yang sedang menempuh studi menjadi bidan, terbiasa menyuntikkan jarum
           ke pasien, namun kali ini gantian dia yang merasakan ditusuk jarum suntik. (kiri)
         - Chandra Kirana yang mengoordinir donor darah kali ini juga tidak mau ketinggalan ikut mendonorkan
           darahnya. (kanan)

Agar Warga Pademangan Belajar Menolong Sesama
Ada 34 orang yang mendonorkan darahnya. Bukan hanya warga Pademangan Barat, relawan Tzu Chi pun ikut serta mendonorkan darahnya. Calon pendonor yang batal di antaranya karena tekanan darahnya melebihi normal, kadar hemoglobin darah yang terlalu tinggi, dan ada juga yang karena usianya terlalu tua.

Menurut Chandra Kirana yang merupakan koordinator relawan Xie Li Sunter dan Pademangan, donor darah diadakan sebagai bentuk lain sumbangsih Tzu Chi terhadap Pademangan. Selama ini Tzu Chi telah menjalankan program Bebenah Kampung, baksos kesehatan, dan bantuan pengobatan khusus. Kali ini justru warga Pademangan yang diberi kesempatan untuk membantu sesama. “Agar mendorong masyarakat Pademangan berbuat baik menolong sesama,” jelas Chandra. Dan ternyata respon warga Pademangan cukup baik. “Mereka senang karena tempat (donor)nya dekat,” ujar Chandra.

Lurah Pademangan Barat pun, Purnomo, tidak mau ketinggalan mendonorkan darahnya. Ia bahkan menjadi orang pertama yang diambil darahnya. “Donor darah selain untuk meregenerasi darah agar lebih sehat, namun juga untuk menolong orang lain,” ungkap Purnomo.

 

Artikel Terkait

Perubahan-Perubahan Positif Lewat Pembelajaran Kata Perenungan

Perubahan-Perubahan Positif Lewat Pembelajaran Kata Perenungan

13 Februari 2020

Penutupan Kelas Kata Perenungan Master Cheng Yen Tzu Chi Medan diadakan pada 24 November 2019.  Acara ini diikuti oleh 91 orang peserta, diantaranya 39 relawan, 30 murid dan 23 orang tua murid. Banyak perubahan-perubahan positif yang terjadi dalam diri anak-anak ini.

Pendidikan Budi Pekerti yang Didasari Cinta Kasih

Pendidikan Budi Pekerti yang Didasari Cinta Kasih

01 April 2015 Hari itu, 1 Maret 2015 dipilih untuk menjadi momen perkenalan perdana kelas Qin Zi Ban di tahun ajaran 2015 sekaligus melakukan ramah tamah perayaan imlek karena suasana hari raya imlek masih terasa hangat.
Menikmati Berkah Imlek Dengan Rasa Syukur

Menikmati Berkah Imlek Dengan Rasa Syukur

28 Februari 2013 Acara syukuran dimulai pukul 19.00 WIB dimulai dengan doa, kilas balik relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun dan hiburan yang diisi oleh relawan Tzu Chi beserta semua yang hadir.  Harapan di tahun 2013 ini semoga negara aman dan damai sehingga mendatangkan kebahagiaan, kesejahteraan dan kesehatan bagi semua makhluk.
Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -