Ketua Hu Ai Angke, Rusni bersama Kepala Sekolah SDN Pejagalan 01, Ike Septya Lestari, M.Pd menyampaikan sambutan kepada para siswa sebelum kegiatan pelestarian lingkungan dimulai.
Pada Minggu, 17 Mei 2026, dengan semangat menjaga bumi dan menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini, Hu Ai Angke membuka titik baru kegiatan pelestarian lingkungan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pejagalan 01 dengan harapan dapat mengajak para murid serta warga sekitar untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh 17 relawan, kepala sekolah, 5 wali guru, serta 39 murid sekolah.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SDN Penjagalan 01, Ike Septya Lestari, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan pelestarian lingkungan. “Kegiatan ini sejalan dengan program pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang tengah diterapkan di sekolah. Para murid-murid yang ikut berkegiatan merupakan perwakilan terpilih dari setiap kelas, yang diharapkan dapat menjadi teladan dan menyebarkan semangat cinta lingkungan kepada teman-teman lainnya,” ungkap Ike Septya Lestari, M.Pd.
Po Kim San Shixiong dengan penuh kesabaran mendampingi para murid belajar memilah sampah dan memasukkannya ke dalam keranjang sesuai jenisnya.
Mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Rusni selaku Ketua Hu Ai Teluk Gong menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dengan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa dengan sampah daur ulang bisa membantu orang yang membutuhkan. “Sampah yang sudah didaur ulang bisa diubah menjadi emas lho. Hasil dari daur ulang ini dapat dijual kembali dan hasilnya bisa digunakan untuk menolong orang yang membutuhkan,” kata Rusni.
Pada sesi praktik, William Shixiong memandu murid-murid cara memilah dan mendaur ulang sampah dengan benar. Ia juga mengajak para murid untuk mengajak orang tua di rumah ikut mengumpulkan dan memilah barang-barang bekas. Beliau juga menambahkan bahwa hasil penjualan barang daur ulang akan disalurkan kembali untuk membantu masyarakat.
Para relawan yang hadir dengan penuh cinta kasih mendampingi murid-murid selama kegiatan berlangsung. Mereka memberikan arahan mengenai cara memilah sampah sesuai jenisnya ke dalam keranjang yang telah disediakan. Dengan semangat belajar yang tinggi, para murid tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.
Nelley Shijie juga mensosialisasikan celengan bambu kepada para murid, mengajak mereka menumbuhkan kasih sayang dan semangat berbagi melalui kebiasaan menyisihkan sebagian uang jajan untuk membantu sesama.
Selain edukasi lingkungan, Nelley Shijie selaku pembawa acara, juga mengajak murid-murid menumbuhkan hati welas asih melalui celengan bambu. “Yuk, adik-adik semua sisihkan uang jajan setiap hari dengan berdana di celengan bambu. Ini dapat membantu orang yang membutuhkan lho,” ajak Nelley. Ia juga menyampaikan bahwa berdana bukanlah tentang banyak atau sedikit, melainkan tentang ketulusan hati untuk membantu sesama. Pada kesempatan ini, sebanyak 37 celengan bambu juga dibagikan kepada para murid.
Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari wali guru SDN Pejagalan 01 kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia atas pendampingan dan kerja sama yang terjalin. Kedepannya kegiatan positif ini diharapkan dapat terus berlanjut, termasuk pembelajaran pembuatan eco enzyme, sehingga benih-benih cinta lingkungan dapat terus tumbuh dalam diri generasi penerus bangsa.
Editor: Arimami Suryo A.