Semangat Menempa Pendidikan Walau Kurang Pendengaran
Jurnalis : Metta Wulandari, Fotografer : Metta WulandariHidup dengan kekurangan memang tak mudah. Seperti yang dijalani oleh Liani sekeluarga. Liani adalah seorang tunarungu yang menikah dengan suaminya yang juga tunarungu. Dari pasangan ini, lahirlah tiga orang anak yang dua di antaranya menderita kekurangan yang sama, dan hanya satu yang pendengarannya normal. Walaupun dengan keadaan yang tidak sempurna, Liani tetap menjalani kesehariannya dengan maksimal, meski harus berjuang dua kali lebih keras daripada orang lainnya.

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat mengunjungi kontrakkan Liani di daerah Senen, Jakarta Pusat dan memberikan satu paket sembako untuk keluarganya.

Denasari (seragam biru putih) dan Liefa (seragam abu putih) berbincang dengan Liani dan suaminya. Karena tunarungu, Liani dan relawan berbincang dengan masker terbuka agar memudahkan Liani mengerti ucapan dengan membaca gerak bibir relawan.

Detty Marbun, Kepala Sekolah SMP Advent 1 Jakarta menyambut relawan Tzu Chi dengan hangat. Mereka berbincang banyak tentang misi kemanusiaan.

Liani menjemput Rachell di sekolahnya setiap hari. Ia khawatir kondisi pendengaran yang kurang bisa membahayakan Rachell di jalan.

Liani mengajari Denasari bahasa insyarat tangan ‘terima kasih’ di akhir pertemuan mereka.
Artikel Terkait
Penghiburan Kepada Oma Opa, Kebahagiaan Bagi Semua
16 Juli 2019Sebanyak 35 relawan dari He Qi Barat 2 berkumpul bersama dan menghibur para opa oma di Wisma Sahabat Baru di Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Para relawan tidak hanya menghibur, mereka juga memberikan makanan kecil untuk oma opa.
Kunjungan Kasih Pasien Kasus : Cinta Kasih untuk Pasien
07 April 2014 Jodoh baik ini disambungkan oleh salah satu putri Husnah, Lia yang mengadukan perihal penyakit ibunya kepada salah satu dokter yang ia kenal. Dokter inilah yang kemudian menyarankan Husnah untuk meminta bantuan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.Penyemangat Saat Berjuang Sembuh dari Kanker
09 Maret 2021Anak
dan orang tua menjadi kekuatan dan penyemangat utama bagi Yiyin Suprihatin (32)
menjalani ujian hidup. Sudah setahun ini, Yiyin berjuang melawan kanker
payudara stadium 3 dan pada 10 Februari 2021 lalu telah menjalani operasi. Pagi
itu Yiyin yang merupakan penerima bantuan Tzu Chi atau Gan En Hu datang ke Kantor He
Qi Timur untuk reimburse biaya
transportasi ke rumah sakit. ![]()







Sitemap