Semua Orang Tua Sayang pada Anaknya
Jurnalis : Rudi Santoso (He Qi Utara), Fotografer : Rudi Santoso (He Qi Utara)|
|
| ||
| Noni Shijie pun berkisah pada awalnya ia selalu merasa orang tuanya tidak begitu menyayangi dirinya. Bahkan ia merasa selalu dikesampingkan dalam hal kasih sayang ketimbang saudara-saudaranya yang lain. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, sekitar 10 tahun yang lalu ia mulai mengenal Tzu Chi dan menjadi relawan. Sedikit demi sedikit pandangan yang dulu keliru secara perlahan-lahan berubah. Kini ia lebih mengerti lagi bahwa di dunia ini tidak ada orang tua yang tidak menyayanggi anak-anaknya. Hati orang tua adalah seperti sinar mentari yang selalu memberi tanpa pernah berharap kembali. Anak-anak asuh Tzu Chi yang mendengarkan sharing Noni Shijie ini pun merasa terharu dan tercerahkan untuk lebih menghormati dan menyayangi kedua orang tua mereka. Agar ke depan bukan saja menjadi anak yang baik berprestasi di dalam sekolah, namun juga akan menjadi anak yang tahu menyayangi dan berbakti kepada kedua orang tuanya. “Dulu mama dan papa sering menyuruh saya ini dan itu. Saya merasa saya terus yang disuruh-suruh, sedangkan saudara saya yang lain jarang disuruh. Waktu itu saya sedikit kesal pada sikap papa dan mama saya. Namun sekarang saya sadar bahwa saya telah diberi kesempatan untuk membantu papa dan mama. Dengan menuruti kehendaknya berarti saya telah membuat mereka berbahagia,” kata Noni menerangkan lebih lanjut tentang pandangannya sekarang yang semakin bijaksana.
Keterangan :
Sharing yang dibawakan oleh Noni Shijie sungguh tepat karena anak-anak seharusnya diberi pengertian dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya. Pada zaman modern seperti saat ini berbakti kepada orang tua menjadi suatu hal yang semakin langka. Oleh karena itu Noni berpesan kepada anak-anak asuh Tzu Chi ini untuk menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua. “Berlalu satu hari berarti umur kita berkurang satu hari, berkurang satu hari berarti kesempatan kita berbakti menjadi hilang satu hari. Oleh karena itu saya mengharapkan semua anak-anak yang ada di sini sudah harus menunjukan rasa bakti kepada orang tua. Genggamlah waktu dengan baik,” tegas Noni berpesan.
Keterangan :
Pada saat sesi tanya jawab dalam acara itu dua anak asuh menanggapi apa yang di bawakan oleh Noni Shijie tadi. “Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan saya akan menjadi anak yang penurut dan mau mendengarkan nasihat orang tua saya,” ujar Fihir, siswa kelas 2 SMK Negeri 35 jakarta itu polos. Lalu Mama Fihir yang pada saat itu juga datang menimpali, “Benar, saat ini kalau saya terkenang pada orang tua saya, saya akan merasa bersedih karena pada saat tinggal serumah dengan orang tua kita kurang bisa menghargai mereka, sekarang saat sudah tidak ada lagi di sisi mereka rasa rindu itu menjadi semakin terasa.” Waktu berjalan maju dan terus maju, waktu takkan pernah membalikkan kepalanya untuk kembali, ia seperti air terjun yang terus jatuh ke sungai dan dari sungai terus mengalir ke laut. Oleh karena itu genggamlah waktu sebaik-baiknya, setiap detik adalah kesempatan yang berharga. Kerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan. Jadilah anak yang tahu berterima kasih dan berbakti kepada orang tua. Kalau tidak memulai dari sekarang, kapan lagi? | |||
Artikel Terkait
Keras Melawan Keterbatasan Alam (Bag. 3)
24 Agustus 2010 Kondisi geografis Gunung Kidul yang berbatu dan kekurangan air, membuat para petani di desa ini terus berkutat dengan kemiskinan dan kekalutan. Keadaan inilah yang mendorong banyak di antara kaum mudanya mencari pekerjaan di kota sebagai buruh, seniman bangunan atau pedagang makanan sehingga tinggal menyisakan orang-orang tua di desa.
Menjadi Tuan Rumah yang Baik
16 Juli 2012 Banyak relawan Tzu Chi yang sudah mulai menandai tanggal 7 Oktober 2012 di kalendernya masing-masing. Hari bersejarah tersebut merupakan hari penuh berkah yang ditunggu-tunggu oleh semua insan Tzu Chi Indonesia, di mana Aula Jing Si akan diresmikan dengan berkah dari banyak orang.
Kebersamaan Tzu Shao Dalam Melestarikan Lingkungan
31 Maret 2022Dengan menurunnya kasus Covid-19, Tzu Chi Batam mulai mengadakan kelas budi pekerti secara offline. Kelas Budi Pekerti Tzu Shao di Tzu Chi Batam ini diadakan di Posko Daur Ulang Tzu Chi Batam pada 20 Maret 2022.










Sitemap