Setetes Darah yang Mengalirkan Kehangatan
Jurnalis : Vincent Salimputra (He Qi Pluit), Fotografer : Vincent Salimputra, Rifandi (He Qi Pluit)
Tabung sampel darah pendonor digunakan untuk pengujian golongan darah, rhesus, serta skrining penyakit menular dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh relawan Yayasan Tzu Chi komunitas Hu Ai Pluit Mas bekerja sama dengan PMI Kotamadya Jakarta Pusat dan Yayasan Tunggal Andal di Gedung Yayasan Tunggal Andal, Penjaringan, Jakarta Utara.
Donor darah tidak selalu dapat dilakukan hanya dengan niat baik. Setiap calon pendonor perlu terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan demi keselamatan bersama. Proses ini menegaskan bahwa donor darah bukan semata tentang memberi, melainkan juga tentang tanggung jawab dan kepedulian yang dijalani dengan penuh kesadaran.
Berangkat dari pemahaman tersebut, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi dari komunitas Hu Ai Pluit Mas bekerja sama dengan Yayasan Tunggal Andal serta PMI Kotamadya Jakarta Pusat menggelar kegiatan donor darah pada Minggu, 21 Desember 2025, di Gedung Yayasan Tunggal Andal, Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi kehidupan yang dilaksanakan secara tertib dan aman, dengan mengedepankan nilai kepedulian terhadap sesama.
Koordinator kegiatan, Agus Hartono, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan sejak dua minggu sebelum pelaksanaan. Sebanyak 326 calon pendonor yang sebelumnya pernah berpartisipasi dihubungi kembali sebagai bentuk ajakan terbuka. Undangan tersebut disampaikan dengan tetap menghormati kondisi kesehatan, waktu, dan kesiapan masing-masing calon pendonor.
“Donor darah bukan soal banyaknya orang yang datang,” ujar Agus. “Yang terpenting adalah bagaimana setiap proses dijalani dengan kesadaran dan tanggung jawab, agar kebaikan yang dibagikan benar-benar membawa manfaat,” tambahnya.

Koordinator lapangan PMI Kotamadya Jakarta Pusat, Oktaryani (kanan), memeriksa kadar hemoglobin (Hb) calon pendonor sebagai bagian dari tahapan skrining kesehatan pada kegiatan donor darah.
Dari ratusan undangan yang disampaikan, 53 orang hadir dan mendaftarkan diri pada hari pelaksanaan. Jumlah ini mencerminkan bahwa donor darah merupakan keputusan sadar yang tidak dapat dipaksakan, karena melibatkan kesiapan fisik serta tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan penerima darah.
Sejak awal kegiatan, para peserta mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan. Dari 53 calon pendonor yang mendaftar, sebanyak 32 orang berhasil mendonorkan darahnya setelah dinyatakan memenuhi syarat medis. Sementara itu, calon pendonor lainnya belum dapat melanjutkan proses donor karena pertimbangan kondisi kesehatan.
Di antara para pendonor hadir Lindawati, relawan Tzu Chi yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 33 kali. Bagi Linda, donor darah merupakan panggilan hati yang dijalani dengan kesadaran. “Kalau tubuh kita diberi kemampuan untuk membantu orang lain, kenapa tidak digunakan?” ucapnya mantap.

dr. Merry Chris (kiri), melakukan skrining kesehatan calon pendonor melalui pemeriksaan tekanan darah dan wawancara medis dalam kegiatan donor darah yang berlangsung di Gedung Yayasan Tunggal Andal, Penjaringan, Jakarta Utara.
Pengalaman berbeda dirasakan oleh Warningsih (49), warga Tanjung Wangi, yang telah enam kali mendonorkan darahnya. Keputusan Warningsih untuk rutin donor berawal dari pengalaman pribadi. “Saya pertama kali donor karena teman saya membutuhkan darah golongan B, sama seperti saya, tetapi stok di rumah sakit sedang kosong. Saya mencoba mendonorkan darah saya,” tuturnya.
Warningsih juga pernah mendonorkan darah untuk anaknya yang saat itu berada dalam kondisi kritis. Meski sang anak akhirnya meninggal dunia, ia memilih untuk terus mendonorkan darah. “Setidaknya saya tahu darah ini bisa menolong orang lain yang sedang berjuang,” ungkapnya pelan.
Tekad serupa disampaikan Sartanto, salah satu pendonor yang menyatakan kesiapannya untuk mendonorkan darah kapan pun dibutuhkan. Ia kerap memantau informasi ketersediaan darah dan segera datang ketika mendapat kabar bahwa stok darah menipis. “Kalau ada kabar kantong darah kosong dan saya bisa membantu, saya akan datang,” ujarnya tegas.

Lindawati, relawan Tzu Chi yang telah 33 kali mendonorkan darah, kembali berpartisipasi dalam kegiatan donor darah komunitas Hu Ai Pluit Mas di Gedung Yayasan Tunggal Andal, Penjaringan, Jakarta Utara.
Koordinator lapangan, Oktaryani, yang didukung delapan petugas PMI Kotamadya Jakarta Pusat, menekankan pentingnya kolaborasi dan kedisiplinan dalam setiap kegiatan donor darah. “Setiap proses dirancang untuk melindungi pendonor dan penerima. Karena itu, pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan yang tidak bisa dilewatkan,” jelasnya.
Pemeriksaan kesehatan calon pendonor dilakukan oleh dr. Merry Chris, yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan donor darah selama 20 tahun sejak 2005. Dengan pengalaman panjangnya, dr. Merry memastikan setiap pendonor berada dalam kondisi sehat sebelum mendonorkan darah.
“Tidak semua pendonor bisa langsung mendonorkan darah. Kami memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, serta riwayat kesehatan untuk memastikan setiap orang aman sebelum donor. Ini bukan sekadar prosedur, tetapi tanggung jawab kita terhadap pendonor dan penerima darah,” jelas dr. Merry.

Warningsih (kiri) ramah tamah dengan relawan Tzu Chi setelah menjalani proses donor darah dalam kegiatan donor darah komunitas Hu Ai Pluit Mas, sebagai wujud kepedulian yang lahir dari pengalaman hidup dan empati terhadap sesama.
Kegiatan donor darah ini didukung oleh 16 relawan Tzu Chi dari komunitas Hu Ai Pluit Mas. Para relawan membantu proses registrasi, mengarahkan peserta, serta menjaga suasana tetap nyaman dan tertib. Donor darah tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga ketersediaan stok darah, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan hangat antara niat baik, kesadaran, dan tanggung jawab bersama.
Kisah para pendonor mengingatkan bahwa di balik setiap kantong darah, tersimpan keberanian, harapan, dan keikhlasan. Setetes darah yang diberikan menjadi saksi bahwa kepedulian dapat tumbuh dari pengalaman hidup dan mengalir sebagai harapan bagi sesama.
Editor: Anand Yahya
Artikel Terkait
Aksi Sehat Donor Darah
26 Juli 2022Hari Minggu tanggal 17 Juli 2022, Tzu Chi Batam kembali mengkoordinasi Bakti Sosial Donor Darah. Aksi donor darah kali ini berhasil mengumpulkan 210 orang calon donor, namun yang dapat mendonorkan darahnya berjumlah 147 orang.
Lakukan Kebajikan Melalui Donor Darah
27 Oktober 2016Minggu, 16 Oktober 2016, Tzu Chi Padang
mengadakan kegiatan Donor Darah ke-15 yang bekerja sama dengan Palang Merah
Indonesia setempat. Dari
138 peserta, PMI berhasil mendapatkan 126 kantong, hasil tersebut mengalami peningkatan dari
3 bulan sebelumnya.
Menggalang Hati Pendonor Darah
16 Juni 2022Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 menggelar kegiatan donor darah di Gedung Pertemuan Perumahan Citra 2, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Sebanyak 78 peserta berhasil mendonorkan darahnya.







Sitemap