Sosialisasi Calon Relawan Tzu Chi
Jurnalis : Mettasari (He Qi Utara), Fotografer : Sanjaya (He Qi Utara)
|
| ||
Membuat jalinan jodoh yang baik akan terasa indah, membantu sesama merupakan perwujudan cinta kasih universal. Tidak bosan-bosannya relawan Tzu Chi mengadakan acara sosialisasi, karena para relawan ingin mengajak semua orang untuk dapat berbuat baik, membantu sesama, mencintai alam, menghargai waktu dan selalu bersyukur. Pada saat sosialisasi dilaksanakan terdapat 3 orang relawan komite, 24 relawan biru putih, 20 relawan abu putih dan tercatat 43 relawan kembang yang ikut menjadi perserta sosialisasi. Di dalam kegiatan sosialisasi ini, para calon relawan diajak untuk melihat liputan kegiatan yang telah dilakukan Tzu Chi. Mulai dari aktivitas rutin, mingguan, sampai aktivitas tahunan, seperti yang beberapa waktu lalu, Yayasan Buddha Tzu Chi merayakan Hari Waisak, Hari Tzu Chi, dan Hari Ibu Internasional bersama-sama. Seolah tidak pernah ada habisnya relawan Tzu Chi pun memperlihatkan aktivitas kegiatan di depo pelestarian lingkungan. Melakukan daur ulang setiap minggu karena selalu banyak ladang berkah (sampah-sampah) yang harus didaur ulang menjadi cinta kasih. Di dalam komunitas Tzu Chi selalu ada hal-hal yang baru yang kita pelajari, seperti penulis (relawan 3 in 1) yang diminta untuk sedikit bercerita. “Pada awalnya saya tidak bisa menggunakan kamera ini, sejak saya bergabung dalam relawan 3 in 1 saya baru mulai belajar pelan-pelan menggunakannya dan banyak sekali relawan 3 in 1 lainya yang juga tidak ragu untuk mengajarkan kita,” kata saya.
Keterangan :
Dalam pengisian fomulir para relawan kembang (rompi) diminta untuk mengisi identitas mereka dan menandai kegiatan apa yang membuat mereka tertarik. “Saya diajak teman saya untuk ikut serta dalam sosialisi relawan Tzu Chi, sebelumnya saya mengenal Tzu Chi dari teman saya ini yang kebetulan sudah lebih dulu menjadi relawan. Melihat banyak kegiatan yang ia lakukan di Tzu Chi, terutama baksos, saya jadi tebersit untuk ikut serta dalam sosialisasi ini,” kata Venny, salah seorang peserta. “Saya tertarik dengan kegiatan pelestarian lingkungan, pendidikan, panti asuhan, serta baksos kesehatan, jadi saya menandakan kegiatan-kegiatan yang ingin saya coba lakukan,” ujar Stefanie, relawan kembang yang tinggal di Pademangan Jakarta Utara. Di penghunjung acara, pertunjukan isyarat tangan selalu ditampilkan. Hal ini merupakan salah satu budaya humanis Tzu Chi. “Bila ada yang tertarik dengan isyarat tangan, dapat belajar bersama setiap hari Rabu dan Jumat pukul 19.00,” ujar Like Shijie, Ketua He Qi Utara. Like Shijie juga mengajak para relawan untuk hadir pada kegiatan tanggal 7 Agustus 2011, dimana Yayasan Buddha Tzu Chi mengadakan sebuah acara untuk merayakan Hari Ayah. “Kita dapat mengajak ayah untuk ikut dalam acara ini. Kita juga dapat bervegetarian selama 108 hari untuk memberkati ayah kita. Diharapkan kita dapat mengurangi racun yang ada di dalam diri kita, seperti ketamakan, kebencian, kebodohan, kesombongan, serta keraguan,” kata Like Shijie menutup acara sosialisasi ini. | |||
Artikel Terkait
Pembangunan Jembatan Gantung Desa Matakapore, Sumba Barat Daya : Membuka Akses, Menyatukan Harapan
02 September 2025Harapan masyarakat Desa Mata Kapore di Sumba Barat Daya untuk memiliki jembatan yang layak dan aman akhirnya bisa terwujud.
Untaian Kebahagiaan di Jelambar
10 Oktober 2017Minggu, 8 Oktober 2017, Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 2 melakukan kunjungan kasih ke wilayah Jelambar, Jakarta Barat. Relawan mengunjungi dan menyemangati dua penerima bantuan Tzu Chi di wilayah tersebut.
Menginspirasi Kebajikan dan Cinta Kasih
04 Oktober 2022Meringankan beban masyarakat, Polsek Sukajadi bekerja sama dengan Tzu Chi Pekanbaru memberikan paket sembako dan layanan kesehatan bagi masyarakat di Kec. Sukajadi. Selain mendapatkan paket sembako, warga juga bisa memeriksakan kondisi kesehatannya.








Sitemap