Sosialisasi Tzu Ching di Makassar

Jurnalis : Nuraisyah Baharuddin ( Tzu Chi Makassar ), Fotografer : Robin Johan ( Tzu Chi Makassar )
 
 

fotoPeragaan isyarat tangan yang dibawakan oleh relawan Tzu Ching dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir di acara sosialisasi Tzu Ching.

“Masalah Didunia tidak dapat diselesaikan oleh 1 orang saja, dibutuhkan uluran tangan dan kekuatan banyak orang untuk dapat menyelesaikannya”
(Kata perenungan Master Cheng yen)

 

Terinspirasi dari kata perenungan Master Cheng Yen di atas, Tzu Ching Makassar yang hanya beberapa orang  berpikir  untuk memperbanyak anggota mereka dengan mengadakan acara sosialisasi dan perekrutan Tzu Ching Makassar pada hari Minggu, 09 Juni 2013, di kantor Yayasan Tzu Chi  Makassar. Dalam sosialisasi ini, Tzu Ching Makassar menyiapkan undangan sebanyak  50 orang peserta yang diedarkan ke beberapa universitas yang ada di Makassar, namun yang hadir dalam sosialisasi ini hanya 38 orang peserta, 10 orang panitia, dan 10 orangShigu (bibi) dan Shibo (Paman).

Dalam acara ini, Fitri selaku ketua panitia berkata,” terima kasih kepada Shigu dan Shibo yang telah banyak membantu, sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih untuk seluruh panitia yang telah membantu melaksanakan kegiatan ini mulai dari persiapan maupun dalam pencarian peserta ke beberapa Universitas yang ada di Makassar.” Ia berharap semoga hadirnya teman-teman ke acara ini, menambah keanggotaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dan Tzu Ching Makassar dapat diresmikan tahun ini.

Selain ketua panitia yang berharap penuh dalam acara ini, Shigu dan Shibo pun juga memiliki harapan yang sama. Seperti yang diungkapkan oleh Weng Ak Shibo (Paman), perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang memberikan sambutan pada acara ini. “Masih banyak kegiatan-kegiatan yang mesti kita kerjakan di yayasan ini. Ini sabagai tanda bahwa kami sangat mengharapkan anak-anak sekalian bisa membantu kami dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya. Apalah daya kami sebagai orang tua jika tidak didampingi anak-anak yang bertanggung jawab dan mengikrarkan dirinya untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Akan ringan rasanya suatu pekerjaan  jikalah mana kita mengerjakannya secara sama-sama,” kata Weng Ak.

Weng Ak menambahkan bahwa relawan juga menyadari bahwa tidak selamanya mereka berada di sini (Tzu Chi). Suatu saat nanti  ketika usia mereka semakin lanjut, mungkin sudah tak mampu berbuat banyak lagi. “Selain mengharapkan kalian semua melanjutkan perjuangan kami selama ini, membuat Tzu Chi semakin berkembang pesat tanpa ada kata sejarah itu terputus jika kami tak ada lagi di yayasan ini. Tapi kami yakin sebagai insan Tzu Chi, kami melihat harapan besar itu ada di tangan anak-anak sekalian. Sehingga kami tidak pernah takut berharap, di tangan kalian nantinya Tzu Chi pasti akan berkembang,” ungkap Weng Ak Shibo.

foto   foto

Keterangan :

  • Acara sosialisasi dan perekrutan Tzu Ching Makassar pada hari Minggu, 09 Juni 2013, dikantor Yayasan Tzu Chi Makassar yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi dari universitas di Makasaar (kiri).
  • Sebanyak 38 peserta mengikuti rangkaian acara secara penuh mendalam dan antusias. Mereka semua mengisi form pendaftaran dan masuk dalam barisan Tzu Ching (kanan).

Adapun rangkaian acara dalam kegiatan ini adalah perkenalan sejarah Tzu Chi dan misi-misi Tzu Chi yang dibawakan oleh Henny Shigu, dengan melihat video sejarah Tzu Chi. Adanya pemaparan beberapa misi-misi Tzu Chi, para peserta sedikit demi sedikit mulai mengenal Tzu Chi. Setelah beberapa menit mendengarkan materi, beberapa Tzu Ching mulai tampil di depan para peserta untuk menampilkan isyarat tangan. Setelah sekali memberikan contoh kepada para peserta,  ShiguShibo dan peserta pun mulai ikut bersama-sama melakukan gerakan isyarat tangan “Satu Keluarga.” Keceriaan peserta pun mulai terlihat ketika menampilkan gerakan isyarat tangan ini, meskipun ada beberapa peserta laki-laki masih canggung memeragakan, mungkin karena faktor malu yang masih ada pada dirinya.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Nuraisyah Baharuddin atau kerap dipanggil Icha, mahasiswi yang sudah 2 tahun menjadi penerima beasiswa di Tzu Chi ini menjelaskan tentang apa itu Tzu Ching, tujuannya, dan menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan yang dikerjakan oleh Tzu Ching. ”Tzu Ching merupakan perkumpulan generasi muda Tzu Chi. Tzu Ching adalah gabungan sekelompok mahasiswa/i yang datang dari berbagai perguruan tinggi yang mempunyai niat sebagai insan Tzu Ching,” kata Icha. Tujuan Tzu Ching sesuai dengan pesan Master Cheng Yen, “Tingkah laku Tzu Ching didasari dengan cinta kasih dan kebijaksanaan, serta bersama-sama mengembangkan akar kebijaksanaan,” yaitu agar segala tindakan dan tingkah laku Tzu Ching didasari dengan “Cinta Kasih” dan “Kebijaksanaan”. Master Cheng Yen mengharapkan agar Tzu Ching bermurah hati dan peduli terhadap sesama, menggunakan kearifan dalam pergaulan dan penyelesaian permasalahan, saling belajar dan mendukung, serta mengilhami akar kebijaksanaan diri sendiri. Selain itu, Icha juga memaparkan kegiatan-kegiatan Tzu Ching Makassar yang telah dikerjakan dalam beberapa bulan terakhir ini, antara lain mengadakan acara kunjungan kasih di panti asuhan, sosialisasi celengan bambu kepada warga bedah kampung, mendampingi Shigu merawat pasien kasus Tzu Chi dan ikut kegiatan-kegiatan besar yang diadakan oleh relawan Tzu Chi Makassar.

Untuk menambah pengetahuan peserta tentang Tzu Chi, Ronny Shibo dan Rosnita Shigumembawakan sharing pengalaman mereka selama bertahun-tahun bergabung di Yayasan Buddha Tzu Chi. Mereka berdua sama-sama bersyukur bisa bergabung di Tzu Chi, karena mereka yakin bahwa kita semua adalah satu keluarga. Setelah itu, peserta sosialisasi dibagi menjadi empat kelompok yang mana kegiatan untuk sharing PEDE KATE. Sharing PEDE KATE ini bertujuan menyatukan peserta yang hadir dari beberapa universitas menjadi satu kelompok, mendekatkan peserta dengan Tzu Ching, membahas kegiatan-kegiatan Tzu Chi secara mendalam sembari menikmati kue dan teh. Selain itu juga mengajak peserta untuk bergabung di Tzu Ching Makassar.

Michael, salah satu peserta merasa baru mengenal Tzu Chi di kegiatan ini. “Jujur ini adalah organisasi terbaik yang pernah saya temui atau berdomisili di dalamnya. Yayasan Buddha Tzu Chi ya, itulah namanya. Walaupun bergabung kurang lebih 3 jam tapi ada satu rasa yang berbeda yang membuat saya berpikir 3 kali untuk menolak bergabung,” ungkapnya. Alhasil, dari sosialisasi ini seluruh peserta yang hadir mengisi formulir yang disiapkan panitia  dan bersedia bergabung untuk menjadi barisan Tzu Ching Makassar. Ini adalah sejarah baru Tzu Ching Makassar untuk pertama kalinya membuat sosialisasi dan langsung merekrut 38 peserta menjadi anggota baru Tzu Ching Makassar. Di akhir acara ini, sebelum peserta pulang meninggalkan yayasan, ada sebuah bingkisan yang telah disiapkan untuk seluruh peserta dan Tzu Ching. Bingkisan ini berupa susu kaleng, mie instan, gula, teh, roti, biskuit, dan beras 2 kg. Bingkisan ini diberikan karena melihat peserta rata-rata mahasiswa dari daerah yang datang ke Makassar melanjutkan bangku kuliah. Sehingga ada kalanya mereka membutuhkan makanan untuk mereka nikmati di kosnya masing-masing.

 

 
 

Artikel Terkait

“Sudah Siapkah Anda?”

“Sudah Siapkah Anda?”

03 Oktober 2011
Kemudian Kumuda Shixiong menjelaskan dengan bijaksana bahwa ada beberapa penyebab yang membuat manusia itu takut akan kematian, yaitu karena takut berpisah dengan semua yang ada; takut dengan kehampaan, dan karena tidak tahu akan kemana setelah mati.
Melengkapi Kebahagiaan

Melengkapi Kebahagiaan

16 Januari 2017

Di tengah rintik hujan yang mengguyur, Sabtu, 14 Januari 2016, 91 relawan dan guru Sekolah Tzu Chi Indonesia mengecat rumah warga penerima bantuan Bebenah Kampung di Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat.

Suara Kasih: Meneladani Semangat Bodhisatwa Avalokitesvara

Suara Kasih: Meneladani Semangat Bodhisatwa Avalokitesvara

14 Agustus 2013 Para perawat yang kita lihat sekarang sungguh bagaikan Bodhisatwa Avalokitesvara. Di mana ada rintihan penderitaan, mereka akan segera bergerak untuk menolong. Pada masa sekarang ini, banyak orang yang mengatakan berbagai hal tentang kita.
Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -