Surat Cinta Kasih

Jurnalis : Miki Dana, Riani Purnamasari (He Qi Utara), Fotografer : Miki Dana (He Qi Utara)
 
 

fotoIbu Bariah akhirnya mendapatkan surat keterangan menempati rumah yang telah direnovasi oleh Tzu Chi. “Terima Kasih ya, Pak, Bu. Saya pasti akan merawat rumah ini dengan baik,” katanya.

“Selalu bisa bersyukur, berpuas diri dan tahu membalas budi adalah kehidupan yang tidak melupakan sifat dasar seorang umat manusia.” (Master Cheng Yen)

 

Kelurahan Pademangan yang biasanya hanya ramai di hari Senin hingga Jumat, pada hari Minggu 19 September 2010 juga terlihat ramai. Meski saat itu hari libur, sejak pukul 08.30 WIB kantor Kelurahan Pademangan, Jakarta Utara sudah siap melayani masyarakat. Hari itu memang  merupakan hari yang istimewa bagi ke-45 keluarga karena Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyerahkan sebuah surat cinta kasih kepada mereka.

Surat ini menyatakan bahwa dalam 10 tahun, rumah yang telah direnovasi—dalam program Bebenah Kampung Tzu Chi – tidak boleh dijual atau disewakan. Surat ini pun ditandatangani oleh Lurah Pademangan Barat, Bapak Purnomo, AP, M.Si dan dikuatkan oleh Aster Kodam Jaya, Triyono Surachmadji, mewakili Pangdam Jaya.

Jodoh Baik di Pademangan
Dari jauh, tampak sosok relawan berpakaian abu putih dan biru putih. Mereka adalah relawan Yayasan Buddha Tzu Chi, sebuah organisasi kemanusiaan yang telah bergerak selama lebih dari 40 tahun. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh insan Tzu Chi untuk menjadikan bumi lebih aman dan damai, salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh para relawan Tzu Chi di Pademangan, Jakarta Utara. Setelah survei secara mendalam yang dilakukan bulan November dan Desember 2009 lalu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kemudian menjalin jodoh yang baik dengan melakukan renovasi besar-besaran terhadap 45 rumah di kawasan Budi Mulia.

foto  foto

Ket : - Chandra Kirana, koordinator kegiatan hari itu memberikan pengarahan kepada para relawan yang telah             dibagi menjadi 3 tim. (kiri)
        - Bapak Suryana menceritakan pengalamannya saat rumahnya masih belum direnovasi. “Dulu kalau            hujan, kita sedia ember banyak banget. Habisnya bocor di mana-mana,” katanya. (kanan)

Dua belas orang relawan yang hadir pada hari itu dikoordinasi oleh Chandra Kirana menjadi 3 tim. Setiap tim terdiri dari 4 orang relawan. Ketiganya menyebar untuk kemudian menyerahkan surat tersebut dan memberikan kabar gembira. Sepuluh tahun awal mula cinta merupakan jodoh yang baik dan ditanam oleh para insan Tzu Chi hari itu. Tujuannya hanya satu, agar masyarakat hidup damai. Program bedah rumah ini diperuntukkan bagi mereka dengan rumah yang tidak layak tinggal, artinya memang sudah tidak pantas dan mereka tidak mampu untuk membangun rumah tersebut.

Data tersebut didapat relawan dari pihak kelurahan, kemudian relawan melakukan survei langsung kepada keluarga tersebut untuk mengetahui lebih jelas tentang kondisi ekonomi, keluarga mereka dan lain sebagainya. Data  tersebut kemudian dikumpulkan dan diolah, apakah layak untuk dibantu atau tidak.

foto  foto

Ket : - Sebanyak 12 relawan Tzu Chi berkumpul di Kelurahan Pademangan.  Hari itu mereka akan mengujungi            warga penerima bantuan Program Bebenah Kampung Tzu Chi. (kiri).
         - Surat pernyataan ini menunjukkan kesediaan warga untuk tidak mengalihfungsikan (dikontrakkan/dijual)            rumah yang telah dibangun Tzu Chi. (kanan)

Tak Lagi Kebocoran
Ibu Bariah, seorang manula yang tinggal bersama kedua anaknya, merasa sangat bersyukur dengan adanya program Bebenah Kampung ini. “Terima Kasih ya, Pak, Bu. Saya pasti akan merawat rumah ini dengan baik,” katanya, “saya sangat terbantu dengan adanya bedah rumah ini. Semoga orang lain pun dapat turut merasakannya.” Suryana, penerima bantuan lainnya dengan haru menceritakan pengalamannya bersama rumah tercintanya sebelum direnovasi oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. “Dulu kalau hujan, kita sedia ember banyak banget. Habisnya bocor di mana-mana,”guraunya.

Terkadang, di tengah sibuknya rutinitas kehidupan, kita sering lupa untuk bersyukur dengan karunia yang kita miliki. Dengan berpuas diri, setiap manusia akan merasakan ketenteraman dan berpikiran positif. Sikap membalas budi yang tidak dimiliki semua orang pun, dapat kembali dimiliki dengan berdasar kepada kebahagiaan. Semoga dengan adanya bedah rumah ini, jalinan jodoh Yayasan Buddha Tzu Chi dapat terus terjalin ke berbagai lapisan masyarakat.
  
 
 

Artikel Terkait

Belajar dan Berinteraksi Lintas Negeri

Belajar dan Berinteraksi Lintas Negeri

29 Agustus 2016

Sabtu, 13 Agustus 2016, 4 orang relawan Tzu Chi dari Taiwan, 1 orang relawan Tzu Chi dari Malaysia yang didampingi 3 orang relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat, Johnny Chandrina, Sudata, dan Ami Haryatmi mengunjungi  kediaman Oma Kekeng.

Terus Mengembangkan Fasilitas Kesehatan yang Optimal Untuk Kesembuhan Pasien

Terus Mengembangkan Fasilitas Kesehatan yang Optimal Untuk Kesembuhan Pasien

05 Juni 2023

Jumat, 2 Juni 2023 Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI) datang berkunjung ke Tzu Chi Hospital. Dalam kesempatan ini Prof. Eko Supriyanto dan ketiga rekannya berkeliling di Tzu Chi Hosital.

Suara Kasih: Menghargai Sumber Daya Alam

Suara Kasih: Menghargai Sumber Daya Alam

04 Agustus 2011
Sebersit niat sangatlah penting. Kita semua hidup di bumi yang sama. Kita semua hidup di kolong langit dan berpijak di atas bumi yang sama. Bila kita memboroskan air di sini, maka sumber daya air di tempat lain juga akan berkurang perlahan-lahan.
Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -