Tea Gathering dengan Tan Soon Hock

Jurnalis : Leo Rianto (Tzu Chi Medan), Fotografer : Leo Rianto, Liani Oei, Rifandi (Tzu Chi Medan)

Hong Tjhin berharap kehadirin DAAI TV dapat menginspirasi lebih banyak khalayak untuk menyadari berkah kehidupan, menciptakan berkah untuk dirinya sendiri dan orang lain, serta menghimpun lebih banyak kekuatan dalam menggarap ladang berkah.

Tzu Chi Medan mengadakan jamuan minum teh sambil mendengarkan ulasan tentang kehidupan yang penuh berkah dari Tan Soon Hock, relawan Tzu Chi dari Malaysia. Acara yang dibagi menjadi dua sesi ini diadakan pada Minggu, 6 Agustus 2023 di Gedung Tzu Chi, Komplek Jati Junction Medan diikuti oleh 120 peserta. Hadir juga 4 relawan asal kota Kuala Simpang di Aceh, serta beberapa jajaran direksi DAAI TV Indonesia seperti Elisa, Hong Tjhin, dan Siswanto.

Acara yang berlangsung sekitar dua jam ini diisi dengan serangkaian sesi yang bertujuan untuk memaparkan peran penting DAAI TV sebagai salah satu pintu masuk para khalayak ke dunia Tzu Chi. DAAI TV merupakan bagian dari misi Master Cheng Yen untuk mensucikan hati manusia, mewujudkan masyarakat aman dan tenteram, serta dunia bebas dari bencana.

Tony Honkley memperkenalkan applikasi “DAAI+” yang memungkinkan para pemirsa menonton semua program acara DAAI TV dengan leluasa tanpa mengenal batasan episode lewat ponsel.

Sebagai pembuka, para hadirin diajak untuk mendengarkan tayangan ceramah Master Cheng Yen tentang pentingnya menyebarkan kebenaran, kebajikan, dan keindahan melalui DAAI TV. Master Cheng Yen berpesan kepada semua insan Tzu Chi untuk senantiasa membangkitkan cinta kasih agung kepada sesama. DAAI TV menyiarkan hal-hal yang bertujuan agar semua orang dapat memiliki arah kehidupan yang benar. Dengan demikian, kita dapat menapaki jalan yang lapang dan lurus. Tzu Chi terus berjalan selangkah demi selangkah dari misi amal hingga misi kesehatan, dari misi pendidikan hingga misi budaya humanis. Misi budaya humanis dapat menyiarkan kebenaran dalam misi amal, ketulusan dalam misi kesehatan, dan keindahan dunia.

Dengan kebenaran, kebajikan dan keindahan, DAAI TV dapat mencerahkan dunia. Hanyalah manusia yang dapat menyebarkan kebenaran. Berkat teknologi dan himpunan insan Tzu Chi yang bagaikan kunang-kunang, kita semua dapat memancarkan cahaya cemerlang menerangi dunia. Berkat himpunan kekuatan, kebajikan dapat tersebar luas dan lebih banyak lagi orang-orang yang akan turut berbuat kebaikan. Dengan bersumbangsih tanpa pamrih, semoga kita semuanya bisa terus memperpanjang jalinan kasih sayang dan memperluas cinta kasih. Kita semua bisa mencerahkan dunia dengan memberikan motivasi kepada semua orang untuk menuju arah kehidupan yang benar, bajik, dan indah.

Dalam pesan pengantarnya, Hong Tjhin yang pernah menjadi host di acara Meniti Harapan pada masa-masa awal DAAI TV Indonesia berpesan kepada para hadirin untuk terus berjalan mengikuti arah kehidupan yang telah ditunjuk Master Cheng Yen. Program-progam acara yang ada di DAAI TV seperti Lentera Kehidupan dan Sanubari Teduh bertujuan untuk pengembangan bathin. Dengan kesungguhan hati mempraktikkan ajaran Master Cheng Yen, semoga kita semuanya bisa menjadi teladan bagi sesama dalam menghimpun berkah dan memupuk kebijaksanaan di dunia.

Selain mempraktikkan ajaran Master Cheng Yen guna mendapatkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan saling mengasihi, Tan Soon Hock juga yakin tentang falsafah orang yang berbahagia adalah mereka yang mampu menolong sesama dan orang yang penuh berkah adalah mereka yang mampu bersumbangsih tanpa pamrih.

Para hadirin kemudian diajak untuk mendengarkan kisah perjalanan hidup Tan Soon Hock, yaitu tentang bagaimana ia menjalani kehidupan dengan membina diri dan membantu Master Cheng Yen menjalankan misi-misi Tzu Chi. Seperti lazimnya, awal jalinan jodoh Tan Soon Hock dan istrinya dengan Tzu Chi adalah lewat kegemaran menonton tayangan DAAI TV. Setelah mengikuti kegiatan donor darah Tzu Chi sekitar tahun 2008, keduanya terharu dengan tekad dan keteladanan Master Cheng Yen serta menyadari pentingnya sebuah kehidupan yang lebih bermakna, akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi relawan.

“Sebelum bergabung di Tzu Chi, yang kami kejar adalah materi dan kepuasan-kepuasan duniawi lainnya. Sebenarnya istri saya yang duluan bergabung di Tzu Chi. Setelah melihat perubahan diri istri saya setelah beberapa bulan di Tzu Chi serta keinginan luhurnya agar kami sekeluarga bisa turut terhimpun di dalam satu keluarga besar relawan Tzu Chi, akhirnya saya juga tergerak turut serta. Perjalanan hidup ini tidak selalu mulus dan sesungguhnya semua orang memerlukan tuntunan arah kehidupan yang benar. Keyakinan adalah ibu dari segala pahala. Kami sangat bersyukur cobaan demi cobaan dapat kami lalui dengan baik, yaitu dengan bersungguh hati mempraktekan ajaran Master Cheng Yen.” Papar Tan Soon Hock.

Selain mendengar berbagai ulasan dari para narasumber, acara jamuan minum teh juga diisi dengan pertunjukan gerakan isyarat tangan (shou yu) diiringi lagu DAAI mencerahkan dunia.

“Membina diri diri dengan baik dengan selalu berpedoman kepada pesan dan ajaran Master Cheng Yen bukan hanya sekedar berbuat kebaikan, tetapi juga untuk mengembangkan jiwa-jiwa kebijaksaaan serta berkesempatan berbakti kepada orang tua. Untuk tiga anak-anak kami, selalu kami ajak kunjungan kasih kepada mereka para penerima bantuan di daerah bencana harapannya semoga membangkitkan kasih dan cita-cita luhur mereka kelak untuk bersumbangsih tanpa pamrih. Berkat dunia Tzu Chi, ibu saya yang telah lanjut usia juga bisa menciptakan berkah untuk dirinya contohnya melalui kegiatan misi amal dan pelestarian lingkungan. Tantangan pelatihan diri selalu ada dan tidak ada yang luput dari cobaan. Tetapi pesan Master Cheng Yen yang selalu kita ingat adalah melakukan segala hal tanpa pamrih dan menerima semua hasilnya dengan sukacita.” Tambah Tan Soon Hock.

Para hadirin kemudian diajak untuk mengikuti talkshow yang berisikan ulasan dari para pengusaha tentang dasar-dasar pertimbangan mereka mendukung kegiatan-kegiatan Tzu Chi termasuk kelangsungan DAAI TV selama ini. Salah satu pembicara, Peter Suhendra merasakan pentingnya upaya pelestarian lingkungan sebagai perwujudan cinta kasih kita kepada orang tua yang telah memberikan segalanya.

Perubahan Iklim adalah salah satu masalah terbesar umat manusia ke depannya. Pembangkit listrik bersumber tenaga dari sampah merupakan salah satu solusi. Salah satu harapan lainnya Peter Suhendara yaitu lebih banyak lagi gerakan misi pelestarian lingkungan yang bisa diupayakan bersama Tzu Chi.

“Kolaborasi kami dengan misi pelestarian lingkungan Tzu Chi merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR). Seperti yang telah kita ketahui misi pelestarian lingkungan Tzu Chi merupakan salah satu pencetus yang telah melakukan banyak gerakan-gerakan dari hulu ke hilir sebagai bagian dari upaya pencegahan kerusakan alam lebih lanjut. Saatnya kita berbakti kepada bumi yang selama ini telah kita anggap seperti orang tua kita yang telah memberikan segalanya. Seperti pesan Master Cheng Yen, hanya manusia lah yang bisa menyebarkan kebenaran. Semoga dengan kolaborasi DAAI TV dan himpunan kekuatan yang ada, kita bisa mewariskan dunia yang lebih baik kepada generasi penerus.” Ungkap Peter Suhendra.

Yawin yang berkesempatan hadir bersama kedua orang tuanya merasa haru dengan tekad dan kesungguhan hati para narasumber dalam mengikuti langkah Master Cheng Yen.

Yawin yang hadir bersama kedua orang tuanya merasakan sukacita selama mengikuti acara hari itu. “Semua ulasan yang disampaikan sangat bermanfaat, membuka wawasan serta bermakna. Saya juga merasakan keharuan dengan sifat keteladanan para narasumber yang memiliki keyakinan dan tekad yang kuat membina diri dan membantu Master Cheng Yen menjalankan misi-misi guna mewujudkan sebuah dunia yang lebih baik untuk sesama. Saya juga ingin menjadi relawan dan mengikuti langkah mereka kedepannya.” Ungkap Yawin dengan penuh semangat.

Siswanto membawa pesan Master Cheng Yen untuk tidak meremehkan diri sendiri. Semua keberhasilan bermula dari sebuah langkah awal.

Relawan lainnya Siswanto mengucap syukur semua kegiatan yang ada bisa terlaksana dengan baik berkat dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. “Master Cheng Yen selalu berpesan jangan meremehkan diri sendiri. Tetesan air bisa membentuk sungai. Butiran beras bisa memenuhi lumbung. Dengan himpunan segala kekuatan dan kolabolasi DAAI TV, kita semua adalah kunang-kunang Master Cheng Yen yang bisa mencerahkan dunia.” Pesan Siswanto di akhir acara.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Sepenuh Hati Berjalan Bersama Tzu Chi

Sepenuh Hati Berjalan Bersama Tzu Chi

03 Februari 2016 Kamis, tanggal 28 Januari dan Jumat, 29 Januari 2016, Tzu Chi Perkebunan Sinar Mas 3 mengadakan gathering relawan.
Keyakinan, Keuletan, dan Keberanian

Keyakinan, Keuletan, dan Keberanian

26 Desember 2019

Gathering Relawan Tzu Chi Sinar Mas dilaksanakan di Tzu Chi Center Jakarta (13-15/12/2019). Sebanyak 170 relawan dan tamu undangan hadir dalam puncak kegiatan pada Minggu, 15 Desember 2019. Momen ini dihadiri oleh Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang juga Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food Franky O. Widjaja.

Menciptakan Berkah Melalui Kegiatan Misi Amal

Menciptakan Berkah Melalui Kegiatan Misi Amal

08 Juni 2022

Keluarga besar relawan Tzu Chi di komunitas Jati di Kota Medan mengadakan gathering Misi Amal pada Minggu, 5 Juni 2022. Acara dihadiri oleh 76 relawan yang berasal dari himpunan 3 komunitas, yaitu Mandala, Perintis, dan Titi Kuning.

Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -