Teknik Wawancara
Jurnalis : Yuliati, Fotografer : Hadi Pranoto
|
| ||
Perlu Teknik Jitu Melakukan wawancara pada saat liputan membutuhkan teknik-teknik yang tepat dalam memberikan pertanyaan kepada narasumber yang diwawancarai. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan wawancara adalah bagaimana cara wawancara, bagaimana cara mengajukan pertanyaan, bagaimana cara mencari pertanyaan, dan bagaimana dalam mewawancarai narasumber tidak hanya sekedar bertanya sesuai dengan daftar pertanyaan yang sudah disusun, melainkan bertanya dengan suasana yang memberikan kenyamanan pada narasumber dan menggali lebih dalam mengenai narasumber sesuai pertanyaan yang diajukan sehingga akan memperoleh kisah yang menyentuh. Memberikan ice breaking di awal sebelum mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menjurus pada topik pembicaraan. Dengan cara memperkenalkan diri, menjelaskan alasan kenapa harus mewawancarai dirinya, menjelaskan durasi waktu wawancara berapa lama dan arah hasil wawancara akan muncul dimana. Ice breaking dilakukan agar narasumber tidak merasa tegang dan suasana menjadi cair. Setelah suasana sudah mulai cair kemudian bertanya sesuai dengan apa yang ingin di tanyakan dan memotong pembicaraan jika penjelasan narasumber kurang sesuai dengan yang diharapkan atau jawaban-jawaban yang diberikan sudah mulai menyimpang.
Keterangan :
Melakukan wawancara bisa dilakukan secara tertutup dan terbuka. Jika melakukan wawancara secara tertutup, jawaban yang diperoleh singkat dan pasti tetapi jika melakukan wawancara secara terbuka, jawaban yang diperoleh secara rinci. Ketika liputan bisa melakukan kedua cara dalam wawancara baik secara tertutup maupun terbuka, tetapi bisa juga langsung secara terbuka disesuaikan dengan kebutuhan. Sikap dan emosi dalam wawancara perlu dijaga di depan narasumber dengan cara mengontrol emosi dan menunjukkan raut wajah yang humanis. Tempo bicara dipelankan ketika wawancara sehingga tidak menjadi tegang dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.melakukan wawancara juga perlu memperhatikan pause/jeda dengan tidak memberikan pertanyaan secara bertubi-tubi. Memperjelas pertanyaan kembali jika jawaban belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu contoh menulis sebuah “kisah relawan” perlu memperhatikan hal-hal yang harus dipertanyakan mengenai latar belakang narasumber, asal usul, perubahan, titik balik, masa depan. Pada dasarnya hal-hal kecil yang tidak terduga bisa digali lebih dalam yang dapat dijadikan inspirasi banyak orang, sehingga banyak pembaca yang hatinya tergugah dengan kisah yang ditulis. |
| ||
Artikel Terkait
Tiga Makna dalam 3 Butir Padi
29 Desember 2010 Pemberkahan akhir tahun dalam budaya Tzu Chi pun akan segera datang. Maka untuk menyambut acara yang penuh makna itu, relawan Tzu Chi di Indonesia yang terbagi dalam 4 wilayah He Qi mulai menyibukkan diri dengan menghias angpau pemberkahan akhir tahun dengan koin berlogo Tzu Chi dan tiga butir padi.
Pelatihan Mini Relawan Dokumentasi He Qi Pusat
07 Mei 2025Sebanyak 15 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat untuk pertama kalinya mengadakan kelas pelatihan mini Zhen Shan Mei (relawan dokumentasi) di Depo Pelestarian Lingkungan Pangeran Jayakarta pada Sabtu, 26 April 2025.
Depo Mandala: Tiga Belas Tahun Menebar Cinta Kasih Lewat Daur Ulang
23 April 2025Depo Mandala bukan sekadar tempat daur ulang, tapi ladang cinta kasih. Selama 13 tahun, relawan bergandengan tangan menjaga bumi dengan tulus. Dari sampah menjadi berkah.









Sitemap