Tiga Minggu Pascabanjir Manado

Jurnalis : Metta Wulandari, Fotografer : Metta Wulandari
 

foto
Tidak hanya berdiam diri, relawan memilih untuk membantu membersihkan lingkungan warga.

Hari ini, 6 Februari 2014. Hari ke-4 pelaksanaan pemberian bantuan oleh Tzu Chi bagi warga Manado setelah 15 Januari lalu tertimpa musibah besar, banjir bandang.

 

Apabila dihitung dari masa banjir datang, sudah sekitar tiga minggu masyarakat hidup dengan kurang teratur. Makan apa adanya, hidup juga dengan apa adanya, baju apalagi. Hanya yang menempel di badan saja yang bisa mereka gunakan. Yang lainnya habis terbawa banjir atau terkubur lumpur.

Di hari yang menginjak tiga minggu pascabanjir ini, masyarakat masih sangat cemas, was-was dan bingung melihat tempat tinggal mereka. Alih-alih seperti yang ada di pikiran saya bahwa mereka sudah tinggal di tempat yang bersih, namun kenyataannya tidak. Rumah mereka yang kebanyakan dekat dengan aliran sungai, tidak ada yang luput dari lumpur. Rata.

Masyarakat cemas tentang bagaimana kelangsungan hidup mereka kedepan. Was-was karena ibarat seorang yang lumpuh, mereka susah untuk beraktivitas. Dan juga bingung karena ada rasa ingin untuk membersihkan lingkungan namun tak ada sarana dan prasarana yang memadai. Beruntung ada Tzu Chi yang datang memberikan bantuan. "Torang datang tak saling kenal, tapi torang siap membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan," kata relawan dan disambut antusias oleh warga.

Hingga hari ini aktivitas warga juga belum bisa berjalan dengan normal. Sebagian dari mereka memilih untuk meninggalkan rumah yang entah sudah seperti apa bentuknya, sebagian lagi memilih untuk membersihkan rumahnya, memilah barang yang sekiranya masih bisa dipakai dan bergotong royong bersama tetangga untuk membersihkan lingkungan. Ternyata semangat mereka tidaklah tumbang.

foto   foto

Keterangan :

  • Kamis, 6 Februari 2014, relawan kembali melakukan dana solidaritas bagi warga Tikala Ares, Kampung Banjer dan Tikala Baru (kiri).
  • Tenda posko baksos juga didirikan di Tikala Baru untuk melayani pemeriksaan kesehatan warga (kanan).

Dengan berbekal sekop pinjaman dari Tzu Chi, ayunan tangan mereka mendarat pada saluran air yang tersumbat oleh lumpur. "Kalau got so (sudah) tak tersumbat pece (lumpur), air so (sudah) mengalir lancar," begitu ucap warga sambil tetap mengayunkan sekopnya. Panasnya cuaca sampai membuat kulit mereka mengkilat karena keringat, namun demi lingkungan bersama semua akan dilakukan.

Membangkitkan Kepedulian
Menjelang siang, kami ditemani oleh kepala lingkungan untuk ber-"studytour" mengelilingi wilayah banjir sembari melakukan survei pembagian kupon kompor di wilayah Tikala Kumaraka. Tidak jauh berbeda dengan wilayah pertama (Tilaka Baru) yang saya lihat, di kawasan ini juga masih sama. Kebanyakan warga memanfaatkan waktu mereka untuk membersihkan rumah dan memilah barang sementara lumpur masih menggunung di depan rumah mereka. Memang belum ada alat berat yang datang dan mengangkut sampah mereka.

Menurut kepala lingkungan, wilayah Tikala Kumara merupakan wilayah tepat tinggal bagi mereka yang mempunyai ekonomi menengah ke atas. Banyak rumah mewah yang berdiri di wilayah ini, namun bagaimanapun banjir tidak pernah tebang pilih. Sehingga relawan juga tidak tebang pilih untuk membantu sesama, semua pintu didatangi. Namun tidak semua mau menerima kupon.

Diantara mereka yang didatangi oleh Tzu Chi, Albert Lengkong dan Ido Kosangit adalah beberapa warga yang menolak pemberian kupon. "Untuk orang lain saja yang lebih membutuhkan, kami masih punya kompor yang bisa diperbaiki," kata mereka. Mendengar ucapan tersebut, relawan menyambutnya dengan tersenyum dan membungkukkan badan sembari berucap terima kasih. Mereka berdua hanyalah dua dari beberapa orang lainnya yang mau merendahkan ego dan berbagi bagi mereka yang lebih nembutuhkan. Hal inilah yang menandakan bahwa kepedulian mereka pada sesama sangatlah besar. Dan walaupun mereka juga terkena bencana, mereka tetap ingin berbagi.

Pembagian kupon bantuam kompor ini berlangsung hingga sore sekitar pukul 16.00 WITA, dengan jumlah sebanyak 336 bagi warga Tikala Kumaraka; 264 kupon bagi warga Tikala Ares; dan 555 bagi warga kampung Banjer.

  
 

Artikel Terkait

Satu Dekade Tzu Ching Medan

Satu Dekade Tzu Ching Medan

15 Oktober 2020

Tepat 10 Oktober 2020, barisan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) Medan merayakan satu dekade mendermakan kebajikan bersama relawan Tzu Chi di Kota Medan secara online. Perayaan hari Bahagia itu tidak hanya disaksikan oleh para Tzu Ching di Medan, namun juga oleh Tzu Ching di kota-kota lainnya.

  Berbagi Kebahagiaan dengan Opa-Oma di Panti Guna Budi Bakti

Berbagi Kebahagiaan dengan Opa-Oma di Panti Guna Budi Bakti

10 Oktober 2024

Relawan Muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) Medan memperingati Festival Kue Kulan bersama Opa dan Oma di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti di Medan, Sumatera Utara. Perhatian sederhana yang mampu menghangatkan batin.  

Bazar Penggalangan Dana untuk Aceh

Bazar Penggalangan Dana untuk Aceh

16 Januari 2017
Yayasan Buddha Tzu Chi Padang mengadakan bazar penggalangan dana untuk membantu para korban gempa Aceh. Sebelumnya, menjelang pergantian tahun baru 2017, gempa berkekuatan 4,9 Skala Richter mengguncang Aceh.
Orang yang selalu bersumbangsih akan senantiasa diliputi sukacita. Orang yang selalu bersyukur akan senantiasa dilimpahi berkah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -