Tiga Puluh Tujuh Jalan Menuju Pencerahan
Jurnalis : Mei Hui (He Qi Utara), Fotografer : Stephen Ang (He Qi Utara)
|
| ||
Sebanyak 30 peserta bedah buku pun duduk hening ketika Hong Tjhin Shixiong memulai sharing Kamis malam itu dengan memutarkan lagu “Sheng Sheng Shi Shi Dou Zai Pu Ti Zhong”. Masing-masing merenungi makna lagu tersebut, yang bercerita mengenai kehidupan manusia yang begitu luas, naik dan turun bagaikan lautan tiada tepi, namun bila kita bertekad dan membuka hati seperti tekad para Bodhisatwa untuk menolong makhluk yang menderita, maka semoga selama setiap masa kehidupan, selalu berada di jalan Bodhisatwa. Menggambar untuk menuju pencerahan
Keterangan :
Angka 4 yang pertama dinamakan Empat Usaha Benar, yang terdiri dari: Hentikan kejahatan yang telah timbul, Hentikan kejahatan yang belum timbul, Mulai melakukan kebajikan, dan Lanjutkan kebajikan yang ada. Angka 4 yang kedua adalah Empat Langkah Mencapai Kekuatan Batin, yaitu dengan konsentrasi keinginan, konsentrasi pikiran, konsentrasi energi dan konsentrasi kebijaksanaan. Angka 4 yang ketiga adalah Empat Perenungan, yakni Merenungkan jasmani sebagai hal yang kotor, Merenungkan indera sebagai sumber penderitaan, Merenungkan batin sebagai hal yang tidak kekal dan senantiasa berubah, dan Merenungkan semua yang ada sebagai tidak kekal. Hong Tjhin Shixiong memandu peserta agar pada setiap poin tersebut dibuatkan gambar ilustrasi menurut pemahaman masing-masing. Peserta pun tampak asik menggores gambar warna-warni di kertas masing-masing. “Setelah kita mempelajari Empat Perenungan, kebajikan kita akan bertunas sedikit, tapi masih belum mempunyai akar. Tanpa akar yang kuat, tunas kebajikan akan mudah patah. Oleh karena itu kita perlu mempelajari Lima Metode untuk membuat kebajikan kita tumbuh,” kata Hong Tjhin Shixiong. Selanjutnya di baris kedua, dimana terdapat dua angka 5, dijelaskan sebagai Lima Akar dan Lima Kekuatan. Lima akar adalah Akar keyakinan, Akar Keuletan, Akar Pikiran, Akar Kontemplasi, dan Akar Kebijaksanaan. Akar keyakinan adalah jika kita percaya kepada Buddha dan Dharma, maka kita akan mencapai kebebasan dari segala kerisauan. Akar keuletan adalah Kita perlu melipatduakan usaha kita untuk mencapai kebuddhaan. Dengan akar pikiran, kita perlu senantiasa berpikir tentang kebaikan, dan dengan akar kontemplasi menentukan hati kita di jalan yang benar, batin dalam kontemplasi hening dan kita tidak akan terganggu. Setelah kontemplasi timbullah kebijaksanaan dari empat perenungan, yang datang dari penyelidikan diri sendiri, bukan dari yang lain. Lima kekuatan terdiri dari kekuatan keyakinan, kekuatan keuletan, kekuatan pikiran, kekuatan kontemplasi, dan kekuatan kebijaksanaan. Dengan kekuatan keyakinan, kita tidak akan terpengaruh dengan kekhawatiran. Dengan kekuatan keuletan, kita dapat menghilangkan kemalasan batin dan jasmani. Kekuatan kontemplasi dapat menghancurkan pikiran-pikiran yang mondar-mandir, dan memahami kebenaran. Dan dengan kekuatan kebijaksanaan, kita dapat menghilangkan semua kemelekatan.
Keterangan :
Dari penjelasan baris ini, tampak peserta menggambar lima akar dan lima tunas-tunas yang tumbuh ke atas sebagai kekuatan dari akar-akar. Memasuki baris ketiga, mewakili angka 7, Hong Tjhin Shixiong menguraikan mengenai Tujuh Unsur Kebijaksanaan, yaitu: Diskriminasi, Keuletan, Kebahagiaan, Eliminasi, Renunsiasi, Kontemplasi, dan Pikiran. Diskriminasi adalah bisa membedakan benar dan salah, dan menempuh yang benar. Keuletan adalah semangat menghindari jalan kejahatan dan mempraktikkan ajaran yang benar. Kebahagiaan timbul ketika batin menerima ajaran sejati. Eliminasi adalah menghilangkan semua kerisauan atau kekhawatiran. Renunsiasi adalah menghilangkan kemelekatan. Kontemplasi adalah batin ada di tempat tanpa gangguan. Pikiran adalah keseimbangan antara kontemplasi dan kebijaksanaan. Pada baris paling atas terdapat angka 8, merupakan Delapan Jalan Utama. Dalam Buddha Dharma, ini dikenal sebagai Jalan Mulia Berunsur Delapan, yaitu : Pandangan benar, Pikiran benar, Ucapan benar, Tindakan benar, Mata pencaharian benar, Usaha benar, Kesadaran benar, Kontemplasi benar. Terlihat beberapa peserta membuat lingkaran dibagi delapan bagian dan menggambar 8 ilustrasi mewakili 8 unsur tersebut. Tiga Puluh Tujuh Jalan Menuju Pencerahan Sebagai penutup bedah buku, Po San Shixiong menyampaikan, “37 jalan ini andaikan mampu dipraktikkan dalam keseharian, sepatah kalimat sederhana di dalam Sutra sudah merupakan ajaran yang sangat bermanfaat. Semoga acara ini bermanfaat, semoga bisa menemukan hati kita dan bertekad selalu berjalan di jalan Bodhisatwa.” | |||
Artikel Terkait
Tzu Ching Camp VII: Bersatu untuk Perubahan
05 November 2012 Tzu Ching Camp inilah, momen perubahan mereka. Tekad mereka sudah tegak berdiri bagaikan baja. Tzu Ching Camp adalah titik baliknya, dimana mereka bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah Camp.Cinta Kasih Tzu Chi untuk Anak-Anak Penyandang Disabilitas
07 Juni 2016 Pada 5 Juni 2016, Tzu Chi Bandung melakukan kunjungan rutin ke Yayasan Aziziyah, yayasan yang menangani anak-anak penderita disabilitas di Jl. Cagak, Desa Maruyung, Kec. Pacet, Kabupaten Bandung. Sebanyak 18 anak menjalani terapi dari dua orang terapis.Mendidik Kepedulian Melalui Celengan Bambu
26 November 2014Melatih rasa jiwa sosial sudah sepatutnya ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Oleh karena itu, Kantor Perwakilan Tzu Chi Bandung mengajak siswa SD Cinta Kasih Cikadu untuk peduli pada sesama melalui sosialisasi misi amal Tzu Chi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 8 November 2014 dan dihadiri oleh sedikitnya 200 siswa.










Sitemap