Permainan Bingo membantu para Xiao Pu Sa saling mengenal dan membangun keakraban dengan teman-teman baru di kelas.
Kelas Budi Pekerti untuk tahun ajaran baru 2026/2027 kembali digelar di Kantor Sekretariat He Qi Jakarta Barat 4 yang beralamat di Ruko Duta Harapan Indah Blok N/26) pada Minggu, 9 Agustus 2026. Sebanyak 11 murid Qing Zi Ban Kecil hadir didampingi oleh 13 orang tua. Kebersamaan hari itu semakin hangat berkat dukungan dari 24 relawan serta 8 gege dan jie jie yang setia mendampingi.
Sesi pembuka dipandu oleh Lussy, relawan Tzu Chi. Pada momen ini, para murid dan orang tua disambut hangat sekaligus diperkenalkan pada program pembelajaran Budi Pekerti yang akan dijalani bersama selama satu tahun ke depan.
Suasana kelas terasa makin ceria saat para Xiao Pu Sa diajak memperagakan bahasa isyarat tangan berjudul Kuai Le de Peng You. Anak-anak sangat antusias memperagakan setiap gerakan yang dipandu oleh Hasnah dan Rohana.
Untuk mencairkan suasana dan saling mengenal, para murid diajak bermain game Bingo yang dibawakan oleh Heppy. Melalui permainan interaktif ini, anak-anak dapat menjalin keakraban dan memperoleh teman-teman baru. Suasana kelas pun berubah menjadi kian hangat dan penuh gelak tawa.
"Rasanya sangat menyenangkan karena bisa berkenalan dengan teman baru, belajar bahasa isyarat tangan, bermain, dan menikmati hidangan yang lezat hari ini," ungkap Elvia, salah satu murid Qing Zi Ban Kecil dari grup Gan En 1 dengan wajah berseri.
Efi menyampaikan materi dalam sesi Kelas Budi Pekerti bersama para orang tua, mengajak mereka untuk memahami pentingnya menanamkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan anak sejak dini.
Seorang Da Ai Mama dengan sabar dan tulus mendampingi anak selama mengikuti kegiatan.
Soeryaty, selaku koordinator bidang pendidikan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat bersumbangsih dan menggarap ladang berkah ini di tahun ajaran baru di Tzu Chi He Qi Barat 4. Meskipun terdapat berbagai tantangan dalam proses persiapan, segalanya dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil yang indah.
"Harapan kami adalah dapat terus merangkul para orang tua untuk belajar bersama dan mendampingi buah hati mereka sehingga nilai-nilai budi pekerti dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Soeryaty.
Menghargai dan peduli
Memasuki sesi kedua, Silvia mengawali pembelajaran dengan menyajikan ilustrasi gambar yang menarik. Metode visual ini memudahkan para Xiao Pu Sa untuk memahami pentingnya sikap saling menghargai, bekerja sama, serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Di kelas pendampingan orang tua, diskusi hangat pun terjalin.
Tantangan pengasuhan di era generasi sekarang tentu berbeda dengan zaman dahulu. Para orang tua menyadari pentingnya wadah yang tepat agar anak dapat mengekspresikan diri dan memiliki tutur kata serta perilaku yang baik.
"Jodoh baik inilah yang membawa anak kami bisa bergabung dalam Kelas Budi Pekerti ini," ujar Mega, orang tua salah satu murid Qing Zi Ban Kecil.
Para Xiao Pu Sa menuliskan Kata Perenungan Master Cheng Yen dengan penuh perhatian, menyerap makna kebijaksanaan dan welas asih yang terkandung di dalamnya.
Keceriaan Elvia (kiri) saat mengikuti rangkaian kegiatan Qing Zi Ban Kecil bersama teman-temannya.
Perasaan syukur senada disampaikan oleh pasangan suami istri, Hadi dan Mira, yang setia mendampingi putri mereka, Joyce Olivia Chandra. Bagi Hadi, pendidikan budi pekerti sangat krusial dalam membentuk karakter anak sejak dini, terutama sebagai fondasi saat bersosialisasi di lingkungan pertemanan anak.
Sementara itu, Mira merasa tersentuh setelah menyimak ceramah Master Cheng Yen yang diputarkan di kelas orang tua. Melalui tayangan tersebut, ia mendapatkan inspirasi nyata tentang semangat Celengan Bambu dan pentingnya menanamkan kebajikan pada anak.
"Semangat kebaikan ini dapat kita terapkan setiap hari di rumah, sekaligus menginspirasi teman-teman bermain anak dalam kehidupan sehari-hari," tambah Mira.
Kelas Budi Pekerti bukan sekadar ruang belajar, melainkan tempat menyemaikan benih-benih cinta kasih universal sejak usia dini. Lewat setiap pelajaran sederhana yang sarat makna, kita bersama-sama menuntun para Xiao Pu Sa untuk tumbuh menjadi pribadi yang berwelas asih, mandiri, dan berdisiplin. Semoga lentera kebaikan dalam diri mereka terus menyala, membawa kehangatan dan menyebarkan kebahagiaan bagi sesama di mana pun mereka berada.
Editor: Metta Wulandari