Tzu Chi Bagikan Paket Imlek di Wihara Tanda Bhakti Glodok

Jurnalis : Budi Suparwongso (He Qi Jakarta Barat 3), Fotografer : Budi Suparwongso (He Qi Jakarta Barat 3)
Relawan menyerahkan beras kepada lima orang penerima secara simbolis. Minggu 25 Januari 2026 itu, relawan He Qi Jakarta Barat 3 menyerahkan paket Imlek kepada 50 umat Wihara Tanda Bhakti.

Bulan Januari atau Februari selalu menjadi waktu yang istimewa bagi masyarakat Tionghoa. Pada periode inilah Imlek atau Sin Cia dirayakan sebagai Tahun Baru Tionghoa, yang menandai hari pertama bulan pertama dalam penanggalan tradisional Tionghoa. Di Indonesia, perayaan Tahun Baru Tionghoa telah ditetapkan sebagai hari libur nasional dan menjadi bagian dari keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Nuansa Imlek ini pun mulai terasa di kawasan Pecinan Glodok dan sekitarnya. Tenda-tenda dan toko-toko dipenuhi aneka makanan khas, hiasan, serta pakaian bernuansa merah. Suasana semakin meriah dengan kehadiran para pengunjung, baik dari dalam maupun luar Jakarta, yang datang untuk berjalan santai sambil menikmati kuliner khas Tahun Baru Tionghoa.

Tak hanya hadir di pusat-pusat keramaian, kehangatan Imlek juga terasa di Wihara Tanda Bhakti (Wihara Tan Seng Ong), salah satu wihara yang berada di kawasan Pecinan Glodok. Pasalnya relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 3 turut mengambil bagian dalam suasana kebersamaan ini dengan mengadakan kegiatan bakti sosial Beras Cinta Kasih bagi umat Wihara Tanda Bhakti.

Dalam suasana penuh sukacita ini, relawan Tzu Chi hadir layaknya anggota keluarga yang datang bersilaturahmi, menyebarkan semangat cinta kasih kepada sesama. Cuaca cerah turut mendukung kelancaran kegiatan hari itu, sementara pihak Wihara Tanda Bhakti menyambut dengan tangan terbuka dan membantu persiapan sejak awal.

Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para umat. Sinar mata penuh syukur itu menjadi hadiah yang tak terlukiskan bagi para relawan. Ibu Tajani, misalnya, tertawa lepas sambil beranjali ketika menerima kupon bakti sosial.

Ada pula Roni juga menyampaikan rasa terkejut dan harunya. “Saya kaget dan terharu karena Tzu Chi mau datang ke Wihara Tanda Bhakti yang belum banyak orang tahu. Padahal umat wihara di sini memang ada yang sangat membutuhkan, sehingga bantuan ini bisa meringankan beban di tengah harga sembako yang semakin mahal,” ujarnya.

Umat Wihara Tanda Bhakti berdatangan dan menunggu dimulainya acara baksos sambil duduk santai di ruang utama atau ruang kebaktian.

Sepanjang kegiatan, relawan dan umat wihara berbaur akrab seperti kawan lama. Kerja sama yang harmonis menghadirkan suasana persahabatan yang hangat dan membekas di hati masing-masing.

“Rasanya senang dan bahagia. Semoga kita semua mendapat berkah,” ucap Limoi (71) saat ditanya perasaannya menerima bantuan hari itu.

Apong (80) juga merasakan hal yang sama. “Kami yang sudah senior di wihara ini rasanya senang sekali, karena masih ada yang memperhatikan,” ujarnya. Bagi Apong, kehadiran relawan Tzu Chi terasa seperti kedatangan teman-teman wihara yang turut meramaikan suasana dan membawa kegembiraan.

Suriyanto, Ketua Wihara Tanda Bhakti, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial Tzu Chi pertama kali diadakan di wihara ini sekitar tahun 2018. Jodoh baik tersebut kembali terjalin pada 25 Januari 2026, setelah adanya informasi dari salah satu relawan Tzu Chi kepada pengurus wihara.

Menurutnya, Imlek merupakan momen yang tepat untuk menyalurkan semangat cinta kasih, terutama kepada umat wihara yang telah berusia lanjut. “Cinta kasih tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk uang. Bantuan sembako justru sangat dibutuhkan oleh mereka yang kurang mampu. Inisiatif bakti sosial ini datang dari Tzu Chi, lalu kami sosialisasikan kepada umat wihara yang memang membutuhkan, khususnya yang berusia di atas 50 tahun, dan sebagian besar di atas 60 tahun,” jelasnya.

Shierly (kiri) dan Achen (kanan), dua orang umat Wihara Tanda Bhakti yang tersenyum ceria menerima bantuan beras dari Tzu Chi.

Ke depan, Suriyanto berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, termasuk bakti sosial kesehatan, mengingat sekitar 80 persen umat Wihara Tanda Bhakti merupakan lansia. Meski demikian, semangat mereka tetap tinggi. Bahkan umat lama yang telah pindah ke Tangerang dan daerah lain masih menyempatkan diri untuk hadir.

“Kami berharap ke depannya bisa ada kegiatan atau bakti sosial lainnya dari Tzu Chi untuk para lansia. Wihara juga berupaya memperhatikan mereka, misalnya dengan mengajak umat sesekali melakukan kegiatan penyegaran dengan mengunjungi wihara lain,” tambahnya.

Dalam semangat menyambut Tahun Baru Tionghoa, kehangatan yang terjalin hari itu menjadi bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih ringan, penuh syukur, dan niat untuk terus menumbuhkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagaimana pesan perenungan Master Cheng Yen: “Keindahan sifat manusia terletak pada ketulusan hatinya, yang merupakan sumber dari ajaran kebaikan. Kemuliaan sifat manusia terletak pada kejujurannya, yang merupakan pedoman dasar dalam menjalani kehidupan."

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Jelang Imlek, Tzu Chi Bagikan Paket Beras di Vihara Chandra Metta

Jelang Imlek, Tzu Chi Bagikan Paket Beras di Vihara Chandra Metta

30 Januari 2026

Relawan Tzu Chi di komunitas Hu Ai Sawah Besar membagikan 80 paket cinta kasih di Vihara Chandra Metta Jakarta Pusat. Paket tersebut masing-masing berisi beras 10 kilogram yang diberikan kepada umat wihara serta warga sekitar.

Paket Imlek 2025

Paket Imlek 2025

04 Februari 2026
Menyambut perayan Imlek 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membagikan Paket Cinta Kasih Imlek berupa beras kepada warga yang akan merayakan Imlek dan warga yang kurang mampu di beberapa wilayah Jabodetabek. 
Berbagi Berkah Imlek, Tzu Chi dan Vihara Fat Cu Kung Tebarkan Kehangatan

Berbagi Berkah Imlek, Tzu Chi dan Vihara Fat Cu Kung Tebarkan Kehangatan

27 Januari 2026

Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia komunitas He Qi Jakarta Barat 3 berbagi paket Imlek bersama umat Vihara Fat Cu Kung dan warga sekitar Glodok.

Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -