Tzu Chi Bersama Pemprov DKI Jakarta Bersiap Melakukan Program Bebenah Kampung Dimulai Dari Palmerah

Jurnalis : Metta Wulandari, Fotografer : Metta Wulandari, Agus DS (He Qi Barat 2)

PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Wakil Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma melihat denah perumahan warga di wilayah RT 13/ RW 08, Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat sebelum melakukan peninjauan langsung untuk Program Bebenah Kampung.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali menjalin kemitraan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kali ini dalam program Bebenah Kampung. Program kemitraan ini rencananya akan dilaksanakan secara bertahap di 5 Kota di DKI Jakarta melalui pembangunan rumah tinggal layak huni. Untuk memulai program tersebut, PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berkesempatan hadir dan meninjau langsung beberapa rumah di wilayah pertama penerima Program Bebenah Kampung ini, yakni RT 13/ RW 08, Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu 6 Agustus 2023. Ada pula Sugianto Kusuma, Wakil Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang juga datang mendampingi, beserta relawan komunitas He Qi Barat 2 yang langsung malakukan survei ke rumah calon penerima bantuan.

“Ini adalah tahap pertama dan nanti akan keliling ke 5 wilayah (Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara),” kata PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono usai berkeliling di rumah warga.

Wakil Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma bersama relawan lain lebih dulu meninjau beberapa rumah calon penerima bantuan yang lokasinya berada di gang-gang sempit di wilayah RT 13/ RW 08, Kelurahan Palmerah.

PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Wakil Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma menjelaskan langsung berbagai kemungkinan pembangunan yang akan dilakukan, kepada para warga calon penerima program Bebenah Kampung. 

Dari kunjungan langsung itu, PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengulas bahwa wilayah RT 13/RW 08 merupakan kawasan yang kecil yang menurut data ada sekitar 27 rumah yang akan direvitalisasi sehingga nantinya bisa layak huni dimana tersedia sanitasi, ventilasi, hingga cahaya matahari yang cukup yang bermanfaat baik untuk keluarga. “Sehingga secara tidak langsung (dalam jangka panjang) bisa mengurangi angka stunting, begitu juga mengatasi TBC,” lanjut PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Dalam kesempatan ini pula, PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono juga berpesan kepada warga untuk terus menjaga kebersihan wilayahnya sehingga ke depannya bisa menjadi contoh baik bagi wilayah lainnya. Tak lupa ia pun berterima kasih atas dukungan dari para relawan Tzu Chi yang tak henti turut berkontribusi demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. “Terima kasih kepada rekan-rekan Tzu Chi, mudah-mudahan kita bisa membangun sinergi untuk membangun Jakarta,” tutupnya.

PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Wakil Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma bersama seluruh tim meninjau langsung perumahan warga.

Ekspresi kebahagiaan warga mengetahui mimpi mereka mempunyai rumah yang layak huni tak lama lagi akan terwujud.

Sementara itu, Sugianto Kusuma, Wakil Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjelaskan bahwa sebisa mungkin nanti Tzu Chi akan melakukan pembangunan dan memberikan rumah yang benar-benar layak huni bagi warga. Walaupun menurut penilaiannya, dibandingkan dua wilayah bebenah kampung di dua lokasi sebelumnya (Pademangan dan Kamal Muara), kondisi wilayah Palmerah ini termasuk susah untuk diotak-atik. Dalam kondisi warga Palmerah, ukuran lahan pun menjadi salah satu kendala dan PR untuk tim pembangunan.

“Memang situasi di sini lebih parah, gang nya (sangat sempit), ventilasinya (tidak ada), segalanya,” papar Sugianto Kusuma. Namun apapun kendalanya, seluruh tim mencoba dengan cara yang sebaik mungkin untuk mewujudkan mimpi warga mempunyai rumah yang layak huni.

Memberikan bantuan rumah yang benar-benar layak huni ini memang salah satu hal yang paling penting bagi Tzu Chi. Pasalnya Master Cheng Yen sendiri berpesan bahwa, ketika membantu pembangunan rumah berikanlah rumah yang sekiranya relawan sendiri pun nyaman dan ingin tinggal di dalamnya.

Relawan komunitas He Qi Barat 2 langsung malakukan survei ke rumah calon penerima bantuan usai pencanangan program Bebenah Kampung dilakukan.

Relawan berkeliling ke satu demi satu rumah penerima bantuan untuk bertanya lebih dalam tentang sejauh mana kondisi keluarga dan rumah mereka. Nantinya akan ada sekitar 27 rumah yang akan dibangun dalam program Bebenah Kampung ini.

“Makanya kita usulkan bagaimana nanti baiknya pembangunan dilakukan dengan membangun seluruh wilayah dan menata kembali entah dengan pembangunan ke atas (rusun) atau bagaimana. Tujuannya ya supaya mereka yang tanahnya kecil sekali itu bisa menerima rumah yang benar-benar layak tinggal. Mungkin yang sekarang cuma 4 meter persegi, bisa jadi minimal 18 meter persegi,” jelas Sugianto Kusuma memikirkan berbagai kemungkinan.

“Ya kita ingin semua masalah bisa selesai. Seperti dapur, toilet, itu masing-masing rumah harus punya. Supaya anak dan keluarga bisa berkembang kesejahteraannya. Kalau nggak ya kemiskinan itu tidak akan bisa selesai. Setelah itu, relawan Tzu Chi baru bisa membina mereka menjadi lebih baik,” lengkap Sugianto Kusuma.

Program Bebenah Kampung ini rencananya akan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun setelah proses pembongkaran rumah dilaksanakan. Seluruh relawan dan warga sama-sama berdoa agar program ini bisa berlangsung dengan lancar sehingga kehidupan penerima bantuan bisa lebih nyaman dan aman.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Mendapat Bantuan Bedah Rumah, Impian Rahman Mulai Terwujud

Mendapat Bantuan Bedah Rumah, Impian Rahman Mulai Terwujud

19 Januari 2021

Relawan Tzu Chi Medan mulai membongkar rumah Rahman, seorang penerima bantuan Program Bedah Rumah dari Tzu Chi.

Rumah Baru Ibu Emeria

Rumah Baru Ibu Emeria

11 Maret 2020

Sukacita menjadi milik Emeria hari itu (29/02/2020), rumahnya kini sudah kokoh berdiri. Relawan Tzu Chi “menyulap” rumahnya dahulu menjadi rumah yang indah, bersih, sehat, dan tentunya tak lagi bocor saat turun hujan. Bermula dari pengajuan bantuan pendidikan bagi anaknya, nyatanya yang diterima Emeria melebihi dari yang diharapkannya.

Mengukur Bentala Warga Bedah Rumah

Mengukur Bentala Warga Bedah Rumah

18 April 2016

Turut merasakan penderitaan yang dialami warga Desa Jagabita , Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membantu membedah rumah mereka yang tidak layak huni.

Orang bijak dapat menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -