Tzu Chi dan Summarecon Bandung Gelar Skrining Katarak Gratis untuk Masyarakat

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Dr. Subekti, Ketua TIMA Bandung, dan relawan Tzu Chi Bandung mendampingi proses skrining mata yang berkolaborasi dengan Summarecon Bandung dalam rangka 50 tahun Summarecon.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Summarecon Bandung menggelar kegiatan skrining bakti sosial kesehatan katarak sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme dan diikuti ratusan warga dari wilayah Bandung Raya.

Melalui kegiatan skrining ini, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata secara gratis untuk mendeteksi kondisi katarak sekaligus menentukan tindak lanjut medis yang diperlukan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan mata yang lebih baik sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat.

Relawan Tzu Chi Bandung mendampingi seorang lansia yang mengalami gangguan penglihatan mata saat kegiatan skrining yang berlangsung di Gedung Balarea Summarecon Bandung.

Hindarko Hasan, Executive Director PT. Summarecon Agung Tbk. Sangat menyambut baik kolaborasinya ini karena Tzu Chi memiliki misi yang sama.

Hindarko Hasan selaku Executive Director PT Summarecon Agung Tbk menyampaikan bahwa kolaborasi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan hari jadi Summarecon ke-50 sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan pancaindra.

“Tujuan dari bakti sosial hari ini adalah menjadi bagian dari rangkaian besar hari ulang tahun ke-50 Summarecon yang bertemakan ‘Bersama Membangun Indonesia Emas’. Salah satu perwujudannya adalah kami ingin membantu mengembalikan kualitas penglihatan masyarakat agar kehidupan mereka menjadi lebih baik,” terang Hindarko Hasan.

Ia juga menuturkan bahwa Tzu Chi Indonesia memiliki nilai inti yang selaras dengan Summarecon, sehingga kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik dan saling mendukung. Pada kesempatan itu, ada 105 warga yang mendapatkan layanan kesehatan skrining mata yang terdiri dari 102 orang harus tindakan operasi katarak dan tiga orang harus tindakan operasi pterygium.

“Kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial, tetapi juga bentuk kontribusi dan tanggung jawab kepada masyarakat atas kepedulian terhadap kesehatan. Nilai tersebut sejalan dengan core values Summarecon, yaitu caring. Tzu Chi juga telah banyak melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dengan penuh rasa syukur, saling menghormati, dan cinta kasih,” tambahnya.

dr. Suryanto, Wakil Ketua Harian TIMA Indonesia, mengatakan kerja sama ini merupakan upaya untuk membantu pemerintah menanggulangi penderita katarak yang pada tahun sebelumnya meningkat.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan sosial kesehatan yang melibatkan berbagai pihak untuk membantu pemerintah menanggulangi jumlah penderita katarak yang terus meningkat setiap tahun.

“Kolaborasi ini membuat saya bangga karena dapat membantu pemerintah dalam upaya mengatasi penderita katarak yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang profesional,” ujar Girindra Wardhana, SKM., MT., Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Wakil Ketua Harian Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia, dr. Suryanto mengatakan bahwa pelayanan skrining operasi katarak menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap masalah kesehatan pancaindra di Indonesia yang memerlukan penanganan serius.

“Bicara tentang kesehatan, katarak merupakan salah satu masalah kesehatan indra di Indonesia. Kami juga mendukung program pemerintah yang berfokus pada kesehatan indra, khususnya penglihatan dan pendengaran,” ujar dr. Suryanto.

Ia berharap kegiatan bakti sosial ini dapat membantu menekan angka penderita katarak, khususnya di Kota Bandung, sekaligus mendukung pemerintah dalam menangani masalah kesehatan masyarakat.

“Harapannya, kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam mengatasi peningkatan kasus katarak yang terus terjadi setiap tahunnya, terutama di Kota Bandung,” tambahnya.

Dede (63) warga Desa Galanggang, Kec. Batujajar  Kab.  Bandung Barat menunjukkan mata kanannya yang sebelumnya telah berhasil dioperasi oleh Tzu Chi di baksos sebelumnya dan kini ia kembali untuk menjalani tindakan operasi di mata kirinya.

Salah satu penerima manfaat, Dede (63), mengaku bersyukur dapat kembali mengikuti pemeriksaan kesehatan mata secara gratis. Sebelumnya, ia pernah menjalani operasi katarak mata kanan melalui bakti sosial yang juga diadakan Tzu Chi.

“Waktu itu pernah dioperasi sama Tzu Chi juga untuk mata kanan. Sekarang mau operasi mata kiri supaya bisa melihat dengan kedua mata lagi,” ujar Dede dengan wajah bahagia.

Ibu dua anak tersebut tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan pemeriksaan. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan hanya mengandalkan penghasilan anak-anaknya, ia merasa sangat terbantu dengan adanya program skrining operasi katarak gratis ini.

“Operasi sebelumnya berhasil. Sekarang saya ingin operasi mata yang satunya lagi. Senang sekali karena kalau tidak ada bantuan ini, saya tidak tahu harus operasi dengan biaya dari mana. Terima kasih banyak,” ucap Dede Haru.

Hal serupa juga disampaikan Yulia Mustikasari (54), seorang pedagang minuman yang telah mengalami gangguan penglihatan akibat katarak pada mata kirinya selama lima tahun.

“Mata kiri saya sudah tidak bisa melihat selama lima tahun. Saya tidak punya biaya untuk berobat karena hanya berjualan es jeruk. Alhamdulillah, sangat senang bisa mendapatkan operasi gratis ini. Terima kasih banyak,” ujar Yulia.

Kegiatan skrining bakti sosial kesehatan katarak ini menjadi wujud nyata semangat cinta kasih dan kepedulian sosial dalam membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat pelayanan kesehatan secara merata.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Bersama Menyehatkan Warga Desa Kayu Ara

Bersama Menyehatkan Warga Desa Kayu Ara

14 Desember 2023

Bakti sosial pengobatan umum digelar pertama kali oleh relawan Tzu Chi di Xie Li Sumatra Selatan (Sumsel) 1 dari PT Bumi Sawit Permai untuk warga Desa Kayu Ara, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (6/12/23). 

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Cinta Kasih Mengalirkan Kebahagiaan

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Cinta Kasih Mengalirkan Kebahagiaan

31 Maret 2016

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-111 di RSUD Cianjur yang diadakan pada 18-20 Maret 2016 telah berlangsung dengan lancar. Hal ini tak terlepas dari sumbangsih ratusan relawan Tzu Chi baik dari Jakarta, Cianjur, maupun Bandung hingga berhasil mengobati 337 pasien.

Sebulan Menjelang Baksos Kesehatan, Relawan Selatpanjang Bergerilya ke Pulau-Pulau

Sebulan Menjelang Baksos Kesehatan, Relawan Selatpanjang Bergerilya ke Pulau-Pulau

18 Juli 2024

Sebanyak 18 Relawan Tzu Chi Selatpanjang mendatangi pulau-pulau sekitar untuk mensosialisasikan baksos kesehatan yang pada akhir Agustus nanti akan diadakan di Batam.

Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -