Salah satu peserta melakukan pendaftaran yang dibantu oleh relawan Tzu Chi
Setetes darah yang kita berikan mungkin sederhana bagi kita, namun sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Di dalamnya ada cinta kasih, kepedulian, dan harapan untuk melanjutkan kehidupan. Melalui donor darah, setiap orang memiliki kesempatan untuk berbagi dan membantu sesama tanpa memandang siapa yang akan menerimanya.
Semangat berbagi inilah yang kembali diwujudkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Perwakilan Medan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan kegiatan donor darah di Cambridge City Square, Medan pada Minggu, 30 Agustus 2026. Sejak pagi, para relawan Tzu Chi dan peserta donor telah hadir dengan satu tujuan yang sama, yaitu berbagi kehidupan melalui setetes darah yang diberikan dengan ketulusan.
Bagi seseorang yang sedang berjuang melawan sakit, sekantong darah bukan sekadar hasil dari sebuah kegiatan donor. Di dalamnya tersimpan harapan dan kesempatan untuk kembali melanjutkan kehidupan. Karena itu, setiap pendonor yang datang menjadi bagian dari sebuah rantai cinta kasih yang sederhana, tetapi memiliki arti yang begitu besar.
Sebelum kegiatan donor darah dimulai, para peserta terlebih dahulu melakukan doa bersama agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Salah satu peserta donor darah sedang melakukan pemeriksaan tensi darah oleh tim medis.
Sebelum kegiatan dimulai, para relawan Tzu Chi Medan berkumpul dan berdoa bersama. Momen sederhana ini menjadi pengingat bagi relawan untuk senantiasa melayani dengan hati yang tulus, penuh cinta kasih, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan bekal batin tersebut, para relawan kemudian menjalankan tugas masing-masing untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta yang hadir.
Perhatian juga diberikan kepada para pendonor yang datang. Berbagai makanan ringan seperti kue bao, bolu, telur rebus, bubur kacang hijau, serta minuman teh dan susu telah disiapkan untuk menemani para peserta sebelum melakukan donor darah. Hal sederhana itu menjadi bentuk perhatian relawan agar para pendonor merasa nyaman dan dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Dari kegiatan tersebut, relawan Tzu Chi berhasil mengumpulkan 68 kantong darah untuk mereka yang membutuhkan. Selain itu, sebanyak 16 orang untuk pertama kalinya mengambil langkah berbagi dan menebar kepeduliannya melalui donor darah.
Bagi mereka, langkah pertama ini menjadi awal dari perjalanan cinta kasih yang diharapkan dapat terus berlanjut. Keberanian untuk berbagi menjadi bukti bahwa kepedulian dapat tumbuh dari siapa saja dan dimulai dari hal yang sederhana.
Relawan Mendampingi pendonor yang sedang dalam proses pengambilan darah.
Pendonor yang telah selesai menjalani proses donor darah dapat menikmati hindangan yang sudah disediakan oleh relawan Tzu Chi Medan.
Salah satu relawan Tzu Chi, Ellice Japar yang mejadi pendonor mengungkapkan apresiasinya kepada para relawan yang telah membantu sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik. “Kegiatan donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Kota Medan. Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Setelah selesai mendonorkan darah, para peserta juga menerima tas bingkisan yang berisi minuman dan camilan. Bingkisan tersebut bukan sekadar tanda terima kasih, tetapi menjadi ungkapan apresiasi atas waktu dan ketulusan para pendonor yang telah bersedia berbagi untuk sesama.
Di balik kelancaran kegiatan itu, terdapat 42 relawan Tzu Chi dan 6 relawan TIMA Indonesia yang bergotong royong sejak persiapan hingga kegiatan itu dapat berjalan dengan baik. Dengan senyum dan keramahan, para relawan menyambut peserta, mengarahkan pendonor, menyiapkan kebutuhan kegiatan, hingga memastikan suasana tetap tertib dan nyaman. Bagi relawan, melayani bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan perhatian kepada setiap orang yang datang.
“Kegiatan donor darah kali ini dilakukan di Cambridge City Square dengan tujuan agar masyarakat lebih mudah mengikuti kegiatan donor darah, terutama mereka berkunjung di sini. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah dan membantu PMI dalam menyediakan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ronaldo, selaku Koordinator Kegiatan.
Relawan Tzu Chi sedang merapikan dan bersiap akan membagikan bingkisan para peserta yang telah berhasil melakukan donor darah.
Pemilihan Cambridge City Square sebagai lokasi kegiatan juga menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan cinta kasih kepada masyarakat. Di tengah aktivitas masyarakat, sebuah ruang dibuka untuk mengajak lebih banyak orang berhenti sejenak dan berbagi bagi mereka yang membutuhkan.
Kolaborasi antara Tzu Chi, PMI, dan Cambridge City Square menunjukkan bahwa ketika banyak hati bergerak dalam tujuan yang sama, cinta kasih dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Donor darah mungkin hanya membutuhkan waktu dan sedikit keberanian untuk memulai. Namun, bagi seseorang yang sedang menantikan darah, pemberian tersebut dapat menjadi sebuah harapan yang sangat berarti.
Sebagaimana pesan Master Cheng Yen, “Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.” Dari satu pendonor kepada pendonor lainnya, dari satu hati kepada hati lainnya, cinta kasih terus mengalir. Setetes darah yang diberikan dengan tulus menjadi bagian dari sebuah kisah kehidupan bahwa ketika kita bersedia memberi, kita tidak pernah tahu seberapa besar arti pemberian tersebut bagi orang lain.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari