Tzu Chi Surabaya Menebar Kebaikan Melalui Bakti Sosial di Awal Tahun 2025

Jurnalis : Imelda Kristiani (Tzu Chi Surabaya), Fotografer : Hendra Surya, Diyang Yoga W (Tzu Chi Surabaya)

Seorang tim medis sedang memeriksa kondisi gula darah seorang lansia. Pada kegiatan Bakti Sosial Kesehatan ini, Tzu Chi Surabaya bekerja sama dengan tim medis dari TIMA serta mahasiswa STIKes Adi Husada yang turut berkontribusi.

Relawan Tzu Chi Surabaya senantiasa berbagi kebahagiaan dan menciptakan ladang berkah di awal tahun 2025. Hal ini sudah menjadi komitmen para relawan Tzu Chi Surabaya. Mengawali tahun tersebut, Tzu Chi Surabaya mengadakan gathering Gan En Hu (penerima bantuan khusus) sekaligus melaksanakan bakti sosial yang meliputi kegiatan kesehatan dan pembagian paket sembako yang rutin diberikan setiap bulan kepada para penerima bantuan khusus Tzu Chi. Selain itu, relawan juga menyediakan layanan potong rambut gratis.

Kegiatan gathering dan bakti sosial ini berlangsung di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi di Perumahan Wisata Bukit Mas, Surabaya, pada Minggu, 5 Januari 2025. Dalam baksos kesehatan ini, relawan Tzu Chi yang tergabung dalam TIMA (Tzu Chi International Medical Association) dan STIKes Adi Husada memberikan layanan pemeriksaan kesehatan untuk penderita penyakit degeneratif dan anak-anak Gan En Hu.

Relawan Tzu Chi Surabaya turut mendampingi para pasien lansia dan penerima bantuan hingga ke ruangan pemeriksaan dokter.

dr. Cherish dan dr. Firdi memberikan layanan kesehatan kepada Ibu Lie Tjoen Lan dan putrinya, Ibu Herawaty, yang datang dari Sidoarjo demi mendapatkan bantuan medis.
Sejak pukul 08.00 WIB, sejumlah warga telah hadir untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi medis, dan pemberian resep obat oleh tim medis. Pada kesempatan ini, tim dokter berhasil menangani 44 pasien yang hadir.

Sebagian besar pasien yang memeriksakan diri adalah Gan En Hu yang sebelumnya telah menerima bantuan medis dari Tzu Chi. Mereka memiliki rekam medis yang memudahkan tim medis untuk memantau perkembangan kesehatan dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Relawan Tzu Chi Melania Shi Jie dan Widatie Shi Jie bertugas pada bagian potong rambut yang siap melayani dengan penuh suka cita.

Relawan Tzu Chi memebagikan paket bantuan bulanan kepada para Gan En Hu yang hadir.

Dr. Linda mengungkapkan rasa syukurnya bisa berpartisipasi dalam kegiatan baksos kesehatan ini. "Senang sekali bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Sebagian besar yang hadir adalah pasien lama, dan hal ini sangat baik karena memungkinkan kami untuk terus memantau kondisi kesehatan mereka. Mudah-mudahan kegiatan baksos seperti ini dapat dilaksanakan lebih rutin," ujar Dr. Linda.

Dr. Cherish dan Dr. Firdy juga menyatakan kebahagiaannya. "Senang bisa ikut serta dalam kegiatan sosial seperti ini, membantu banyak orang yang membutuhkan. Beberapa pasien bahkan berbagi cerita pribadi, menunjukkan bahwa mereka sangat membutuhkan perhatian dan didengarkan," kata Dr. Cherish.

Selain pemeriksaan kesehatan, acara gathering Gan En Hu ini juga mencakup pembagian paket bantuan bulanan dan biaya hidup. Sebanyak 180 paket bantuan bulanan diserahkan kepada penerima bantuan Tzu Chi (Gan En Hu).

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Bersama dalam Cinta Kasih, Menyambut Tahun Baru Imlek dengan Harapan

Bersama dalam Cinta Kasih, Menyambut Tahun Baru Imlek dengan Harapan

14 Februari 2025

Relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Pluit mengadakan Gathering Imlek bagi penerima bantuan Tzu Chi, penuh dengan momen berbagi harapan, refleksi, dan kebersamaan. 

Gathering Anak Asuh Tzu Chi Medan: Menguatkan Ikatan, Menumbuhkan Harapan

Gathering Anak Asuh Tzu Chi Medan: Menguatkan Ikatan, Menumbuhkan Harapan

15 Juli 2025

Gathering anak asuh Tzu Chi Medan kembali digelar. Sebanyak 164 peserta hadir dalam suasana penuh kehangatan, mempererat hubungan anak asuh, orang tua, dan relawan.

Satu dalam Cinta Kasih

Satu dalam Cinta Kasih

10 April 2015

"Saya berdoa kalau kita dikasih sehat lagi, bisa kumpulin rejeki lagi, semua dosa-dosa saya diampuni, Insya Allah, saya bisa bantu kembali, hutang budinya kita kembalikan ke Buddha Tzu Chi lagi. Mau bantu bagi-bagi untuk orang lain, Amin ya Allah,” tutup Abdul.

Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -